Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Haji
Menag dan Timwas DPR Gelar Rakor Bahas Persiapan Puncak Haji
2017-08-28 06:00:13

Menag Lukman pimpin rapat dengan timwas DPR bahas Persiapan Menghadapi Puncak Haji, Minggu (27/8).(Foto: rusdi)
ARAB SAUDI, Berita HUKUM - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin beserta jajarannya menggelar rapat koordinasi dengan Tim Pengawas (Timwas) Penyeleranggara Ibadah Haji DPR Tahap Dua di Kantor Daker Makkah. Dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Timwas tahap dua ini beranggotakan Komis V, VIII, dan IX.

Rapat dipimpin langsung oleh Menag Lukman, diawali dengan paparan progress penyelenggaraan ibadah haji oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali. Selanjutnya, Kepala Satuan Operasional Armina Kolonel Jaetul Muchlis memaparkan skema pergerakan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Ditemui usai rapat, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong mengatakan bahwa rakor berlangsung dinamis. Ada beberapa usulan perbaikan yang disampaikan oleh anggota bagi perbaikan layanan haji, antara lain terkait dengan penanganan jemaah udzur, optimalisasi petugas kesehatan dan perlindungan jemaah, serta penggunaan kursi roda sebagai sarana pengantar jemaah dari tenda ke jamarat.

"Tentang jemaah udzur, perlu persiapan teknis terkait sarana dan tenaga petugas. Misal, ketersediaan kursi roda, pos komando, serta persebaran tenaga petugas sehingga jemaah tidak mengalami kesulitan, terutama yang sudah di atas 70 tahun. Mereka perlu pengawalan dan layanan maksimum," terang Ali Taher di Makkah, Minggu (27/8).

Tim pengawas secara keseluruhan mengapresiasi kinerja pelayanan haji yang sudah dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Untuk lebih mengoptimalkan layanan, rapat merekomendasikan agar Kemenag segera mematangkan persiapan SDM dan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas layanan pada puncak haji.

Rapat juga merekomendasikan sejumlah usulan terkait perbaikan kebijakan. Namun, itu akan dibahas lebih lanjut pada rapat berikutnya setelah penyelenggaraan ibadah haji. Usulan itu antara lain terkait perlunya penambahan petugas haji, perubahan sistem sewa pemondokan di Madinah dari semi musim menjadi satu musim, dan lainnya.

Timwas DPR Tahap II ini akan berada di Tanah Suci sampai dengan 6 September 2017. Timwas akan melakukan peninjauan ke lokasi untuk menggali data, baik terkait transportasi, katering, pemondokan, kesehatan, dan armina.

Atas saran dan masukan yang disampaikan, Menag Lukman mengatakan bahwa pihaknya telah mencatat untuk ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan ke depan. "Terima kasih atas saran dan masukan yang disampaikan. Saya yakin ini dalam rangka agar kualitas haji lebih baik lagi," tandasnya.

Sementara, Proses wukuf di Arafah akan belangsung pada 31 Agustus 2017. Artinya, tiga hari ke depan, jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Arafah untuk menjalani wukuf.

Sementara, sebagian jemaah haji kita masih ada yang dirawat, baik di RS Arab Saudi maupun di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah. Bagaimana dengan ibadah mereka?

Kepala Bidang Bimbingan Ibadah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Dr. Endang Jumali, Senin (28/8), memberikan penjelasan sebagai berikut:

Panitia Penyelenggara Ibdah Haji (PPIH) Arab Saudi akan mensafariwukufkan jemaah yang tidak mampu melaksanakan wukuf berdasarkan pada hasil screening tim kesehatan. Dalam pelaksanaannya, mereka akan didampingi oleh petugas yang sudah diseleksi. Para petugas ini umumnya dari petugas bimbingan ibadah di sektor.

Untuk kelanjutan proses ibadah mereka paska safariwukuf, Tim Pembimbingan Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) di sektor yang bersangkutan akan mengkoordinasikannya dengan keluarga jemaah. Kelanjutan ibadah itu antara lain terkait pelaksanaan Jumrah Aqabah, Thawaf Ifadah dan Sai, serta pembayaran dam.

Berapa jumlah jemaah haji yang akan disafariwukufkan, sampai saat ini masih dinamis. Sebab, masih banyak kemungkinan yang terjadi dalam tiga hari ke depan, termasuk kemungkinan jemaah yang saat ini sakit menjadi sembuh dan siap bergabung dengan kloternya untuk mengikuti wukuf di Arafah. Data fix mengenai jumlah jemaah yang akan disafariwukufkan, diperkirakan baru didapat pada 30 Agustus mendatang.

Meski demikian, PPIH Arab Saudi telah menyiapkan 10 bus untuk pelaksanaan safari wukuf. Keluarga jemaah yang sakit dan disafariwukufkan, tidak perlu khawatir karena PPIH Arab Saudi terus memantau pelaksanaan ibdah haji jemaah safariwukuf oleh para petugas yang telah ditunjuk.

Sedangkan, jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Total 203.065 jemaah sudah sampai di Tanah Suci. Jumlah itu belum termasuk 2.534 petugas kelompok terbang (kloter) sebagai pendamping jemaah.

Fase kedatangan gelombang kedua berakhir pada Minggu (27/8). Jemaah yang tergabung dalam kloter 83 Embarkasi Surabaya (SUB 83) jadi rombongan terakhir yang tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Kedatangan jemaah dari berbagai negara juga berakhir pada hari yang sama.(kemenag/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Haji
Menag dan Timwas DPR Gelar Rakor Bahas Persiapan Puncak Haji
Indosat Ooredoo Luncurkan iMabrur, Aplikasi yang Beri Kenyamanan Perjalanan Ibadah Haji dan Umrah Anda
Pemerintah Harus Jamin Ketersediaan Petugas Kesehatan Haji
Pelayanan Haji Asal Indonesia Masih Perlu Ditingkatkan
Dana Haji Untuk Infrastruktur Tidak Sesuai dengan Azas UU BPKH
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
BEM Nusantara Siap Kumpul di Jakarta Bahas Nasib Jokowi
Merajut Pesan Positif Antikorupsi melalui Produk Seni
Untuk Apa Mark Zuckerberg Lepas Saham Facebook Senilai Rp169 Triliun
Kapuspen TNI: TNI dan Dewan Pers Sepakati Perjanjian Kerja Sama
Panglima TNI: Orang-Orang Hebat Mengambil Pelajaran dari Kekalahan
Komputer Trouble, Layanan Samsat Gunung Sahari Sempat Terganggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BEM Nusantara Siap Kumpul di Jakarta Bahas Nasib Jokowi
Muhajir Mengapresiasi Putusan MK terkait Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
Terkait Pemutaran Film G30S PKI Berikut Tanggapan Ketum Muhammadiyah
Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuh Dini di Apartemen Laguna Pluit
Aktivis 98 Dukung Usul Panglima TNI Nobar Film G30S/PKI
Polri dan Ditjen Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Konteiner Miras Senilai 26,3 Miliar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]