Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
UU ITE
Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda
2017-10-23 19:03:40

Tampak Kapolres Samarinda Kombes Pol Reza Arief Dewanto.saat foto bersama dengan para jurnalis.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Belasan jurnalis baik cetak lokal maupun nasional dan media online pada, Senin (23/10) pagi, mendatangi Markas Kepolisian Polresta Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim), guna menyerahkan laporan secara tertulis atas dugaan pelecehan kepada jurnalis yang dilakukan oleh M Wahyudi (MW) pada group akun Whatsapp dengan menebar ujaran kebencian serta melecehkan profesi wartawan sebagai pelacur, laporan diterima langsung oleh Kapolres Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto.

MW menulis dalam group WhatsApp yang beranggotakan pejabat, anggota DPR, warga hingga kalangan LSM, termasuk didalamnya terdapat beberapa jurnalis, pada Sabtu (21/10), MW juga diduga menyebarkan tulisan tersebut di group WhatsApp lainya.

Postingan MW tersebut berisi tentang kritik mengenai tudingan tidak adanya media saat terjadi aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan Istana Negara Jakarta pada Jumat malam (20/10).

Asho Andi Marmin salah seorang kontributor televisi nasional mengatakan, saat membaca Whatappnya pada Sabtu (21/10) sangat kanget dan sangat tersinggung sekali dengan tulisan yang jelas melecehkan profesi sebagai jurnalis. Saat itu juga meminta MW untuk meminta maaf, namun MW menolak untuk meminta maaf dan bahkan menantang dan akan menghadapinya, terang Asho.

"Laporan tertulis langsung kami serahkan ke Kapolres, guna ditindaklanjuti, sampai tuntas dan untuk kedepannya saya serahkan ke organisasi kewartawanan," ujar Asho.

Disamping itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kaltim, Suriyatman mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung dan terus mengawal kasus ini hingga proses persidangan.

"Prinsipnya ini sebagai pembelajaran untuk masyarakat, menggunakan media sosial harus cerdas, jangan sampai hanya gara-gara copy paste berujung ke pidana," ujar Suryatman.

Kita akan kawal dan dukung laporan dari teman-teman, budaya melecehkan melalui medsos ini sering kita jumpai, jangan sampai hal ini terulang terus," tambahnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Carles, wakil ketua PWI Samarinda yang mengatakan bahwa harapannya setelah laporan diterima dapat segera ditindaklanjuti, kedepan andaikata pelaku MW meminta maaf kita terima, namun proses hukum jalan terus, jelas Carles.

Sementara Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto menjelaskan, laporan tersebut nantinya akan dipelajari untuk ditindaklanjuti, kita akan melakukan penyelidikan dan adanya unsur pidana maka kita akan lakukan penyidikan, terang Kapolres.

"Dengan telah memberikan laporan ini, bukan berarti selesai, nanti kami akan mintai keterangan teman-teman (wartawan), yang jelas kami minta teman-teman untuk tidak melakukan hal lain, atau menyerang balik," ujar Kapolres Reza.

Selanjutnya, laporan tersebut masuk ke tahapan penyelidikan, jika memang unsurnya terpenuhi, akan dilanjutkan ke tahap penyidikan, yang jelas perkembanganya kita akan sampaikan," tegas Kombes Pol Reza.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait UU ITE
UU ITE Harus Dipahami Generasi Muda
Jack Boyd Lapian: Berkas Perkara Tersangka AD Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan
Jack Boyd dan Tim Pengacaranya Tetap Kawal Kasus terhadap Ahmad Dhani
Bareskrim Polri Tangkap Warga Tangsel Lantaran Hina Presiden Jokowi di Facebook
Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahri Hamzah Usul Lapangan Tembak Dipindah
Polisi Menangkap Penembak Diduga Peluru Nyasar di Ruang Anggota Komisi III DPR
Masyarakat Harus Lihat Peluang Baik dalam Penggunaan Teknologi Informasi
Komisi VIII Dorong Bantuan Korban Bencana Sulteng Cepat Tersalurkan
Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Jadi Tersangka terkait Dugaan Kasus Suap Proyek Meikarta
Diduga Peluru Nyasar, Wenny Warow Serahkan Penyelidikan pada Polisi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Menangkap Penembak Diduga Peluru Nyasar di Ruang Anggota Komisi III DPR
Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Jadi Tersangka terkait Dugaan Kasus Suap Proyek Meikarta
Berutang Rp15 Triliun ke Bank Dunia untuk Pemulihan Lombok dan Sulteng Sama Saja Mengatasi Bencana dengan Bencana
Poyuono: Analogi RS Ibarat Orang Bakar Ban Mobil Berteriak Rumahnya Kebakaran
Ditlantas Polda Metro Jaya Sosialisasi Sistem E-TLE dengan Pembagian Brosur dan Pembentangan Spanduk
Jiwasraya Tunda Bayar Klaim Nasabah Menunjukkan Pengelolaan BUMN yang Buruk Selama Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]