Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI
Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa Resmi Jabat Komandan Jenderal Kopassus
2019-02-01 15:33:00

Komandan Jenderal Kopassus.Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa saat melakukan salam komando.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah dilantik dan diambil sumpah jabatan menjadi Komandan Jenderal Kopassus.Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa di Mabes TNI, Jakarta Timur, resmi Tongkat komando Korps Baret Merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), telah diserahterimakan dari Mayjen TNI Eko Margiyono kepada Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Di lapangan Makopassus, Cijantung Jakarta Timur pada hari Jumat (1/2) sore hari tadi, meski sempat cuaca gerimis, tetap dilangsungkan upacara serah terima jabatan dari Mayjen TNI Eko Margiono MA kepada Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa di hadapan pasukan, baik para perwira, bintara, tamtana serta aparatur negeri sipil.

Sementara, pasca resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa di Gues House TNI-AD, Mabes TNI, Jakarta Timur, dan berdasarkan Surat Keputusan TNI Nomor Kep/81/1/2019 Tertanggal 25 Januari 2019 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa resmi jabat Komandan Jenderal Kopassus.

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Danjen Kopassus menyampaikan dirinya memanjatkan puji syukur ke hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa, atas rahmat dan ridhonya pada sore ini berkumpul bersama pasukan, baik perwira, bintara, tamtama serta aparatur negeri sipil Kopassus guna mengikuti upacara serah terima jabatan dari Mayor Jenderal TNI Eko Mardiono M,A kepada dirinya.

"Kami menginformasikan bahwa serah terima jabatan Danjen Kopassus sudah dilaksanakan pada kamis (31/1) di guest house mabes TNI Cilangkap. Berdasarkan Surat Keputusan TNI Nomor Kep/81/1/2019," ujarnya.

Tongkat komando Korps Baret Merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), telah diserahterimakan dari Mayjen TNI Eko Margiyono kepada Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, pada acara Penyerahan Satuan Kopassus yang berlangsung di Lapangan Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat (1/2 )

Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyatakan dirinya siap melaksanakan tugas selaku Danjen Kopassus, Ke - 31."Besar harapan, semoga dapat menjalankan amanah ini untuk melanjutkan roda organisasi dan estafet tongkat kepemimpinan Danjen Kopassus. Agar amanah itu berjalan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan kesabaran dari Tuhan Yang Maha Kuasa," Paparnya.

"Saya mohon bantuan dan kerjasamanya pada semua prajurit, dan aparat sipil agar dapat memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan Kopassus sesuai dengan semboyan Kopassus 'BERANI, BENAR, dan BERHASIL" Sekian dan terima Kasih.... Komando !," serunya dengan lantang, selanjutnya diteriaki 'Komando' sebanyak tiga kali oleh pasukan upacara sore itu.

Adapun, perlu diketahui Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa lahir di Buleleng, Bali pada 26 Juni 1967, merupakan lulusan terbaik Akademi Militer 1990 dari kecabangan Infanteri, serta menyabet penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama. Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pernah berdinas di Batalyon Linud (Para Raider) 328/Dirgahayu Kostrad, karir ayah dua anak ini berikutnya banyak dijalani di lingkungan Korps Baret Merah, khususnya di satuan elite Kopassus, Satuan-81 Kopassus (Gultor).

Selain itupula, tak tanggung-tanggung, Dirinya telah pula lama bergabung dengan Batalyon Aksi Khusus (Aksus) yang kini dinamai Batalyon 811. Di batalyon ini, ia sempat menjadi Komandan Batalyon di tahun 2006, setelah sebelumnya menamatkan Sesko TNI AD pada tahun 2004. Usai dipercaya sebagai Danseko Pusdikpassus serta Dandenma Kopassus, ia pun meraih jabatan puncak di lingkungan Sat-81 Kopassus dengan menjadi Komandan Sat passus pada 2010-2012 dan meraih pangkat Kolonel. Berikutnya,I Nyoman ntuk menjabat sebagai Komandan Pusdikpassus pada tahun 2012- Cantiasa dipercaya u m akhirnya mengikuti pendidikan Sesko TNI pada tahun 2014.

Selesai Sesko TNI, I Nyoman Cantiasa dipercaya untuk menjabat sebaagai komandan Resimen Taruna Akamdemi Militer. Babak baru dalam perjalanan karirnya d romandan tahun 2015, setelah lebih dari dua dasawarsa karirnya banyak dihabiskan di lingkungan satuan tempur, menjalani karir di satuan teritorial sebagai Komandan Korem 163/Wirasatya, Kodam IX/Udayana.

Perjalanan karir berikutnya membawa I Nyoman Cantiasa meraih pangkat bingtan satu (Brigien TNI) saat dipercaya untuk menjabat sebagai Komandan Korem 173/Praja Vira Braja, Kodam XVIl/Cendrawasih, dilanjutkan dengan kepercayaan untuk menjabat sebagai Kasdam XVIl/Cendrawasih pada tahun 2017. Berselang setahun kemudian, pangkat bintang dua (Mayjen TNI) diraihnya pada tahun 2018 saat dipilih menjadi Pati Sahli Tk.lll Bid. Polkamnas Panglima TNI, sebelum akhirnya dipercaya sebagai Komandan Jenderal ke-31 Komando Pasukan Khusus.

Lama berdinas di Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa pun 'lulus penugasan wajib' bagi setiap personel Kopassus pada masa lalu, yakni menjalani tugas operasi di (Papua), Timor-Timur dan Aceh. Bekalnya mumpuni, selain pendidikan Komando, la juga lulus pendidikan pengembangan spesialisasi untuk Free Fall, Penanggulangan Teror (Gultor), serta Suspa Intel Analis. Tak hanya di dalam negeri, penugasan di luar negeri, seperti ke Kamboja, Jerman, Australia, Korea Selatan hingga Prancis pernah ia jalani. Saat mempimpin Kontingen Indonesia dalam Lomba Tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-16 di Hanoi, Vietnam, ia pun sukses melanjutkan tradisi Juara Umum dengan raihan 24 medali emas, 10 perak, 9 perunggu dan 15 tropi.

Sejumlah penghargaan dan satya lencana juga diraih oleh Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, di antaranya Satyal Lencana Seroja, Satya Lencana GOM Vlil/Dharma Bahkti, Satya Lencana GOM IX/Raksaka Dharma dan Satya Lencana Dwidya Sistha. Penghargaan lain yang berhasil diraihnya adalah Karya Tulis Terbaik Pendidikan Reguler XLI Sesko TNI pada tahun 2014. Dalam karya tulis ini, ia menyampaikan gagasan untuk membentuk komando operasi gabungan pasukan elite antar matra, baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

Selanjutnya, Danjen Kopassus I Nyoman Cantiasa juga menyampaikan, memang tugas dan amanah yang dijalankannya diawasi oleh rakyat juga, bahkan kemukanya tentunya kalian (wartawan) juga.

"Saya yakin gerak gerik saya diperhatikan. Ini pak Nyoman kembali ke Kopassus apakah cinta bersemi atau apa ini ?" timpalnya pada awak media, usai upacara sertijab tongkat Komando Danjen Kopassus pada jumat (1/2) sore tadi.

"Intinya, menyikapi suasana terkini, posisi kita netral pada perintah pimpinan. tegak lurus, dan pada panglima TNI, KSAD dan lainnya, sesuai dengan Sapta marga. Tidak boleh saling mengkhianati, apalagi juga pada anak buah, baik dia sebagai supir, atau. Itu yang menyelamatkan kita," tandasnya.(bh/mnd)

Share : |

 
Berita Terkait TNI
Jelang Pengumuman KPU 22 Mei, Kapushidrosal: Tetap Bersikap Netral
HUT ke-73 Polisi Militer Angkatan Darat Diawali dengan Kegiatan Donor Darah
Panglima TNI Tinjau Latihan Satgultor TNI di Ancol
Panglima TNI: Satsiber TNI Melindungi Infrastruktur Kritis TNI
Hadapi Perkembangan Dunia, Hubungan dan Kerja Sama Internasional Semakin Penting
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana
Komisi V Tinjau Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Lebaran
Muhammadiyah Kecam Aksi Unjuk Rasa 21-22 Mei yang Berujung Rusuh
Ciptakan Generasi Berkarakter Islam MIN 1 Gelar Pesantren Kilat
Dana BOS Triwulan ke II 2019 Sudah Cair untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]