Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Razia
Maraknya Penjualan Makanan dan Minuman Kadaluarsa
Friday 05 Aug 2011 01:41:21

Ilustrasi
*Polda Buka Nomor Telepon Pengaduan Masyarakat 5234077

JAKARTA-Polda Metro Jaya membuka sambungan telepon bagi warga Jakarta untuk melaporkan setiap temuan makanan dan minuman kadaluarsa yang diperjualbelikan di supermarket dan pasar tradisional. Mereka bisa langsung melaporkannya ke nomor telepon 5234077 yang akan dilayani langsung oleh petugas piket.

Langkah ini diambil aparat, karena saat Ramadhan dan Lebaran banyak ditemukan makanan serta minuman kadaluarsa yang masih diperjualbelikan. Padahal, usaha yang dilakukan sebagian pedagang ini melanggar hokum dan sangat merugikan bagi kesehatan masyarakat atau konsumen.

"Sejauh ini, memang belum ada laporan. Tapi kami membuka pengaduan sebagai langkah penanggulangannya. Warga silahkan telpon ke nomor piket 5234077. Informasi masyarakat pasti akan kami tindak lanjuti," kata Kasat Industri dan Perdagangan (Indag) Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Sandy Nugroho di Jakarta, Kamis (4/8).

Meski begitu, lanjut dia, masyarakat dihimbau untuk memberikan laporan yang jelas dan tidak mengada-ada. "Pada intinya, kalau ada masukan masyarakat pasti akan kami proses. Apa pun yang dijual bebas atau melalui apa, kalau itu laporannya valid dan bisa dipertanggungjawabkan, pasti akan polisi tindak lanjuti," jelas Sandy.

Dalam melaksanakan operasi makanan dan minuman kadaluarsa ini, Satuan Indag Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait. "Polisi akan berkoordinasi dengan BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan-red) dan ke Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan-red) Provinsi DKI Jakarta, tandas perwira menengah Polri ini. (irw)

Share : |

 
Berita Terkait Razia
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Soal Gerakan Kedaulatan Rakyat, MUI DIY Sarankan Jokowi Mundur
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Usai Pengumuman Hasil Pemilu Oleh KPU, Pengamat: Keamanan Kondusif
Fahri Hamzah: Rakyat Bakal Melawan Balik Jika Terus Diancam
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
PAN, Gerindra, PKS, dan Berkarya Tolak Teken Hasil Pileg 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]