Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Dana Hibah
Mantan Walikota Bontang Adi Darma Jadi Saksi Dugaan Korupsi Perusda AUJ Diperiksa 9 Jam
2020-01-17 04:26:25

Adi Darma manta Walikota Bontang.(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Kasus dugaan korupsi pada Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa ( Perusda AUJ ) Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) masih dilakukan pemeriksaan secara inten di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim.

Dalam kasus ini Penyidik Kejati Kaltim telah melakukan pemeriksaan terhadap mantan Walikota Bontang, Adi Darma oleh Tim gabungan penyidik Kejati Kaltim. Adi Darma diperiksa sebagai saksi atas perkara korupsi yang merugikan negara Rp 8 miliar. Pemeriksaan dilakukan selama 9 jam, dari pukul 09.00 WITA hingga pukul 16.30 WITA pada, Selasa (14/1).

Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Chaerul Amir ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa Adi Darma mantan Walikota Bontang telah hadir dan diperiksa sebagai saksi atas kasus korupsi dana hibah Pemkot Bontang ke Perusda AUJ sebesar Rp 16,9 miliar.

“Iya memang dia (Adi Darma) hadir pemanggilan kemarin,” ujar Kajati Chaerul Amir,Rabu (15/1).

Kajati Chaerul juga menjelaskan bahwa pemanggilan tersebut untuk menggali keterangan dari Adi Darma. Saksi Adi Darma menjabat sebagai Walikota saat dana hibah tersebut dicairkan.

Dari keterangan saksi penyidik bakal merangkai dengan alat bukti dan keterangan lainnya untuk menjadi satu cerita utuh.

“Kebetulan dia ( Adi Darma ) Walikota saat itu, kita akan jalin keterangannya biar satu kesatuan, keterangan saksi juga bakal membantu penyidik melengkapi keteragan untuk pemberkasan tersangka Dandi Prio Anggono,” ujar Kajati.

Ditegaskan Kajati Chaerul bahwa pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Adi Darma sebagai saksi untuk melengkapi dan menyambungkan keterangan lainnya.

“Ini kan kasus sudah lama, nah tersangkanya sudah ada juga bahkan sempat kabur,” ujar Chaerul.

Sementara, Humas FAM Kaltim Nazhar kepada pewarta BeritaHUKUM mengatakan pada, Selasa (14/1) Kejati Kaltim telah memanggil dan memeriksa terhadap Adi Darma sekitar 9 jam dan ada sekitar 23 pertanyaan yang dilontarkan penyidik, terang Nazhar.

Terkait penyidikan yang dilakukan oleh Kejati Kaltim terhadap dugaan korupsi pada Perusda AUJ dan telah ada menetapkan tersangka dan telah ditahan Dandi Prio Anggono, FAM Kaltim meyakini bahwa kasus ini tidak berhenti pada tersangka Dandi saja, namun diduga beberapa anggota DPRD Bontang yang juga terlibat ikut menikmati, namun hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan.

“Jadi kami dari FAM Kaltim meminta kepada Kajati Kaltim agar mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya dengan memeriksa anggota Dewan DPRD Bontang yang diduga turut terlibat, dan atau orang-orang yang ikut terlibat dalam penyertaan modal AUJ ini,” ujar Nazhar.

Dikatakan Nazhar bahwa, FAM sangat apresiasi Kejati Kaltim dengan telah memanggil dan memeriksa Adi Darma Mantan Walikota Bontang. Kami menduga Adi Darma terlibat dalam Kong kali Kong dalam dugaan korupsi Perusda AUJ tersebut.

“Kami menduga ada Kongkalikong, sebab bagaimana mungkin Penyertaan modalnya hari itu dibahas, hari itu diputuskan, hari itu perdana langsung keluar dan hari itu juga langsung pencairan. Jadi kami menduga Adi Darma terlibat kongkalikong dalam dana hibah Rp 16,9 Milyar pada Perusda AUJ,” tegas Nazhar.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Kasus Dana Hibah
 
Majelis Hakim Akan Panggil Paksa Irianto Lambrie Apabila Sidang Lanjutan Tidak Hadir di Persidangan
 
Kasus Korupsi Dana Hibah NPC, Pengacara Sujiono dan Hakim Minta Jaksa Hadirkan Irianto Lambrie ke Persidangan
 
Kejari Samarinda Eksekusi Terpidana Korupsi Dana Hibah, Bakkara Bantah akan Melarikan Diri
 
Mantan Walikota Bontang Adi Darma Jadi Saksi Dugaan Korupsi Perusda AUJ Diperiksa 9 Jam
 
FAM Kaltim Desak Kejati Usut Tuntas Dana Hibah Perusda AUJ, Seret Dugaan Mantan Walikota
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
HNW: Indonesia Tegak Berdiri di Atas Pengorbanan dan Kesepakatan Para Pendiri Bangsa
PKS Tolak Rencana Pemerintah Hapus Premium di Kawasan Jawa Bali
Refly Harun: Menggerakkan Koopsus TNI Tanpa Perintah Presiden Adalah Pembangkangan
Mengapa Trump Biasanya Mencari Sorot Kamera Justru 'Menghilang' pada Hari-hari Terakhirnya Sebagai Presiden?
Eks KSAD Ipar SBY: TNI yang Garang di Kota, di Hutan Jadi Kucing
Wagub Ahmad Riza Patria Ditanya 46 Pertanyaan Soal Kerumunan Massa Acara HRS
Untitled Document

  Berita Utama >
   
PKS Tolak Rencana Pemerintah Hapus Premium di Kawasan Jawa Bali
Wagub Ahmad Riza Patria Ditanya 46 Pertanyaan Soal Kerumunan Massa Acara HRS
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Bareskrim Polri: Peredaran Sabu Ditengah Pandemi Meningkat Hingga 2 Ton
Presidium KAMI: Anies Menuai Simpati Rakyat Sebagai Pemimpin Masa Depan
Gubernur Anies Dipanggil Terkait Habib Rizieq, Relawan Sebut Polisi Tebang Pilih?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]