Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Kasus Tanah
Mahasiswa Demo PN Samarinda Pertanyakan Kejelasan Eksekusi Tanah di Jalan Siradj Salman
2019-10-12 07:08:22

Suasana aksi demo mahasiswa di depan PN Samarinda, Kamis (10/10).(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Puluhan Mahasiswa di Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) yang tergabung Komunitas Peduli Keadilan (KPK) menggelar aksi demo di depan kantor Pengadilan Negeri (PN) Samarinda pada Kamis (10/10) sekitar pukul 13.00 Wita.

Aksi demo Mahasiswa tampak di jaga ketat oleh jajaran aparat keamanan dari Kepolisian Polres Samarinda tersebut berjalan tertib, dan akhirnya perwakilan mahasiswa dapat berdialog langsung dengan Ketua PN Samarinda beserta stafnya di ruang mediasi lantai 2 PN Samarinda yang berada di Jl M Yamin.

Dalam aksinya mahasiswa juga membawa spanduk mempertanyakan kejelasan pihak Pengadilan Negeri Samarinda dalam melakukan eksekusi tanah yang terletak di Jalan Siradj Salman, kelurahan Air Putih, kecamatan Samarinda Ulu yang perkaranya yang bergulir sejak tahun 2006 yang terkesan lamban.

Menurut Yuni Kordinator Lapangan ketika melakukan orasinya mengatakan bahwa Ketua PN Samarinda yang terdahulu telah menerbitkan surat nomor W18.UI/4264/PDT. 01. 5/V/2019 pada tanggal 15 Mei 2019 tentang jawaban atas permohonan eksekusi oleh pihak pemohon bahwa pihak Pengadilan Negeri akan melaksanakan eksekusi dan mengabulkan permohonan eksekusi, hanya saja saat itu ditunda karena alasan sedang dalam suasana ibadah puasa dan pihak keamanan masih fokus pada pencegahan kerawanan menjelang rekapitulasi hasil Pemilu.

"Seharusnya eksekusi harus dilaksanakan sesudah perayaan lebaran namun hingga saat ini belum juga ada teralisasi. Ada apa ini?," tegas Yuni, mempertanyakan kepada Hongkun Otoh Ketua PN Samarinda yang saat itu turun kelapangan menemui aksi demo para mahasiswa.

Dihadapan massa aksi mahasiswa Hongkun memberikan Penjelasan bahwa kasus ini tidak sendiri, ada benang kusut disana, dan saat ini dalam proses Peninjauan Kembali (PK), tegas Hongkun.

"Kami tetap menjaga kehati-hatian, yang dimaksud tanah yang ini berada di Jl Sirad Salman kan?, tanya Hongkin. Kalau tidak tau permasalahan jangan asal bicara. Setelah penjelasan dari saya tolong 5 orang perwakilan dan pihak yang berkepentingan naik keatas untuk agar tau duduk perkara yang sebenarnya," jelas Ketua PN Samarinda Hongkun Otto menegaskan.

Hongkong kepada mahasiswa juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan mahasiswa dan berjanji untuk melaksanakan evaluasi terhadap jajarannya dalam penanganan perkara dan menjadi bahan evaluasi di jajarannya.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Kasus Tanah
 
Penetapan Eksekusi Lahan di Batu Tulis Raya Diduga Kuat Terjadi 'Penyelundupan Hukum'
 
Hartono Tanuwidjaja: Mengapresiasi Putusan Majelis Hakim PTUN Sarang Berdasarkan Asas Umum Pemerintahan
 
Sengketa Lahan di Petojo Selatan. Advokat Hartono Tanuwidjaja: Ajukan Gugatan Wanprestasi
 
Advokat Onggang Napitu: Karena Cacat Hukum, Proyek Pembangunan Perumahan Bumi Sakinah 2 Bekasi, Digugat PMH
 
Anak Curi dan Palsukan Sertifikat Tanah Milik Ayahnya, Polisi: Pelaku AF Libatkan Mafia Tanah
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Aksi Damai Massa 'Minta DPR RI Dengarkan Suara Rakyat Agar Pilkada 2020 Ditunda'
Tanpa Peran Soeharto, Indonesia Jadi Negara Komunis
PKS: Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah Berbahaya dan Tidak Relevan
Ditlantas Polda Metro Adakan Baksos Hari Lantas Bhayangkara ke-65, Puluhan Ton Beras Dibagikan
NU Minta Pilkada Serentak 2020 Ditunda
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Jansen Sitindaon: Dulu Jadi Jubir Sandiaga, Sekarang Jadi Lawan
Said Didu: Bu Menkeu, Dulu untuk Dampak Krisis Ditolak, Sekarang Jiwasraya 'Dirampok' Kok Malah Dikucurkan 20 T?
Hasil Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri: Ada Unsur Pidana
Sekda DKI Jakarta Saefullah Tutup Usia
Syekh Ali Jaber: Saya Tidak Terima Kalau Pelaku Penusukan Dianggap Gila, Dia Sangat Terlatih
59 Negara Tolak WNI, Refly Harun: Kesalahan Jokowi, Bukan Anies
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]