Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Amazon
MacKenzie Bezos, Mantan Istri Orang Terkaya di Dunia, Akan Sumbangkan Setengah dari Rp533 Triliun Kekayaannya
2019-06-02 02:31:30

MacKenzie Bezos baru saja berjanji untuk memberikan setidaknya $ 17 Miliar kepada The Giving Pledge.(Foto: Istimewa)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - MacKenzie Bezos, mantan istri bos Amazon, Jeff Bezos, berikrar akan menyumbangkan setengah dari kekayaannya untuk amal.

Ikrar MacKenzie ditujukan kepada The Giving Pledge, yang pertama kali dimulai oleh miliuner Warren Buffett dan pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai seruan untuk para orang kaya untuk menyumbangkan setengah dari kekayaan mereka.

Kekayaan MacKenzie diperkirakan mencapai hampir US$37 miliar atau Rp533 triliun setelah dirinya dan Jeff Bezos bercerai.

MacKenzie dilaporkan menandatangani dalam kesepakatan perceraian bernilai sedikitnya US$35 miliar atau Rp495 triliun.

Melalui kesepakatan itu, MacKenzie akan mempertahankan 4% saham perusahaan ritel raksasa Amazon.

"Selain aset yang telah dikembangkan, saya punya uang dalam jumlah yang tidak proporsional untuk dibagikan. Pendekatan saya pada filantropi akan terus bijak. Perlu waktu, upaya, dan perhatian," sebut MacKenzie dalam pernyataan resmi.

The Giving Pledge telah ditandatangani oleh 204 individu, pasangan, dan keluarga dari 23 negara.

Mantan Wali Kota New York, Michael Bloomberg; pendiri CNN, Ted Turner; serta pebisnis hiburan Barry Diller termasuk orang-orang pertama yang menandatangani ikrar tersebut pada 2010.

Ikrar sumbangan tahun ini datang dari miliuner Paul Tudor Jones; salah satu pendiri perusahaan investasi GMO, Jeremy Grantham; serta pebisnis asal Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Musallam bin Ham Al Ameri.

Ikrar publik

The Giving Pledge memberi peluang kepada para miliuner untuk menyampaikan ikrar mereka kepada publik, alih-alih kontrak hukum.

"Tujuannya adalah membincangkan soal memberi secara terbuka dan menciptakan atmosfer yang bisa menarik lebih banyak orang ke dalam filantropi," sebut situs itu.

Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dan istrinya, Priscilla Chan, bergabung ke dalam The Giving Pledge pada 2015. Kala itu, mereka mengatakan akan memberikan 99% saham Facebook demi tujuan baik.

Mark Zuckerberg berkata mereka akan menyumbangkan kekayaan kepada Chan Zuckerberg Initiative untuk membuat dunia lebih baik bagi tumbuh kembang putri mereka.

Saham pasangan tersebut, yang bernilai lebih dari 60 miliar poundsterling atau Rp1.096 triliun, tidak akan disumbangkan kepada lembaga itu dalam waktu segera, tapi sepanjang hidup mereka.

Jeff Bezos sendiri bukan salah satu penandatangan the Giving Pledge. Tahun lalu dia menyumbangkan US$2 miliar atau Rp28 triliun kepada dana amal yang dia dirikan untuk membantu kaum tunawisma dan mendirikan sejumlah sekolah.

Tindakan itu dikecam sejumlah kalangan yang menuding Jeff Bezos membayar karyawannya dengan upah rendah.

Oleh Boomberg, nilai kekayaan Jeff Bezos ditaksir bernilai US$114 miliar atau Rp1.646 triliun.

Miliuner top yang belum bergabung dengan The Giving Pledge mencakup salah seorang pendiri Google, Larry Page; Bernard Arnault selaku direktur perusahaan barang mewah LVMH, serta bos telekomunikasi Meksiko, Carlos Slim.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Amazon
 
MacKenzie Bezos, Mantan Istri Orang Terkaya di Dunia, Akan Sumbangkan Setengah dari Rp533 Triliun Kekayaannya
 
Kini Amazon akan Lebih Banyak Membuka Toko Dunia Nyata
 
Amazon Perkenalkan Telepon Pintar Pertama 'Fire Phone'
 
Amazon Tawarkan Layanan Streaming Musik
 
Amazon Akan Beli Situs Baca Goodreads
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Jaringan 41 Kg Sabu Divonis Hukuman Mati Karena Tidak Ada Pertimbangan Meringankan
Penangkapan DPO Nurhadi Jadi Pintu Pemberantasan Mafia Peradilan
Layanan Dibuka Kembali, Polri Beri Dispensasi Waktu Perpanjangan SIM Bagi Masyarakat Sampai 29 Juni 2020
Presiden AS Donald Trump Ancam akan Kerahkan Militer untuk Memadamkan Kerusuhan
Dana Haji Dialihkan Untuk Perkuat Rupiah, Rizal Ramli: Pemerintah Kehabisan Ide, Payah Deh...
Habib Aboebakar Sayangkan Dua Kado Pahit di Hari Lahir Pancasila
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Layanan Dibuka Kembali, Polri Beri Dispensasi Waktu Perpanjangan SIM Bagi Masyarakat Sampai 29 Juni 2020
Lakukan Pembatalan Pemberangkatan Haji 2020 Sepihak, Menag dinilai 'Offside'
Polisi Sita 15,6 Gram Ganja dari Tangan Artis Berinisial DS
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal
Polri Siap Masifkan Protokol New Normal
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]