Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Penipuan
Mabes Polri Limpahkan Kasus Tersangka Ketua DPRD Alphad Syarif ke Kejari Samarinda
2018-11-16 20:41:17

Tersangka Alphad Syarip Ketua DPRD Samarinda menggunakan rompi orange tahanan Kejjari Samarinda saat hendak memasuki Rutan Kelas II A Sempaja Samarinda, Jumat (16/11).(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Bareskrim Mabes Polri pada, Jumat (16/11) sekitar pukul 08.00 Wita melimpahkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersangka Ketua DPRD Kota Samarinda, Alphad Syarif ke Kejaksaan Negeri IKejari) Samarinda.

Informasi yang dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com dilingkup Kejaksaan Negeri Samarinda, dimana Tim Tipiter Bareskrim Mabes Polri yang berjumlah 7 orang yang dipimpin AKBP Thomas Panji, didampingi dua personil Kejaksaan Agung RI membawa tersangka Alphad Syarif beserta BAP (Berita Acara Pemeriksaan) bertolak dari Jakarta pada, Kamis (15/11) tiba di Samarinda sekitar pukul 21.00 Wita, sehingga di inapkan sementara di Polres Samarinda.

Tersangka Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda yang sebelumnya di tangkap Bareskrim Mabes Polri di Bandara Soekarno Hatta saat kepulangannya dari Singapura pada September 2018 lalu, terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 15 milyar yang dilaporkan oleh Adam Malik seorang pengusaha di Samarinda Kalimantan Timur pada tanggal 3 Nopember 2016 yang lalu.

Pantauan pewarta, tersangka Alphad Syarif dikawal ketat oleh Brimob bersenjata lengkap laras panjang dari Polda Kaltim, Alphad Syarif tiba di Kejari Samarinda pada, Jumat (16/11) sekitar pukul 08.10 Wita dengan menggunakan mobil Kijang Innova Silver KT 1924 DO dan langsung menuju ruang pidana umum untuk menjalani pemeriksaan administrasi pelimpahan kasus tersebut.

Kurang lebih satu jam menjalani pemeriksaan di ruang Pidum, Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda tersebut langsung dibawa petugas ke Rutan Sempaja dengan menggunakan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Samarinda ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Sempaja Samarinda, dengan diantar Zainal, SH Kasi Pidana Umum Kejari Samarinda.

Kepada pewarta Kasi Datun Kejari Samarinda, Dwinanto Agung Wibowo, SH yang didampingi Zainal, SH Kasi Pidum Kejari Samarinda mengatakan bahwa, tersangka Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda yang dilimpahkan Mabes Polri diduga melakukan tindak Pidana sebagaimana diatur pada Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang tindak Pidana Penipuan atau Penggelapan.

"Tersangka Alphad Syarif dari Mabes Polri, diduga melakukan tindak pidana Penipuan dan Penggelapan atas laporan seorang pengusaha di Samarinda dengan total nilainya Rp 15 Milyar," pungkas Dwinanto.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Penipuan
Polisi Bongkar Kasus Penipuan CPNS yang Telah Berlangsung Sejak 2010
FBI Memburu 'Ratu Penipu Hollywood' yang Mengirim dan Memperdaya Korban ke Jakarta
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
JPU Tuntut Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda 4 Tahun Penjara
Cyber Crime Ditreskrimsus PMJ Tangkap 4 Pelaku Order Fiktif Gojek
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Sekolah Kader, Program Administrasi Negara Bagi Para ASN untuk Percepatan Karir
Rapat Paripurna ke-4 DPRD Kaltim Sahkan Alat Kelengkapan Dewan
KPK OTT Kontraktor dan Pimpinan BPJN XII terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Samarinda - Bontang
DPRD Kaltim dan Mahasiswa Melakukan Dialog terkait Penolakan Revisi UU KPK
Masyarakat Diharap Waspada terhadap Aksi Kriminal Jalanan yang Meningkat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Ninoy Kena Pukulan Amuk Massa, Ketum PA 212 Minta Ustadz Bernard dan Aktivis Al Falah Dibebaskan
Soal Jatah Kursi Menteri, Pemuda Muhammadiyah Dorong dari Profesional
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]