Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Ulama
MUI Datangi PCNU Garut Klarifikasi Penolakan Kedatangan Ustadz Bachtiar Nasir
2017-11-07 15:37:55

Ustadz Bachtiar Nasir.(Foto: tvMu Channel)
GARUT, Berita HUKUM - Penolakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut terhadap kedatangan Ustad Bachtiar Nasir, berbuntut panjang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut mengadakan pertemuan dengan PCNU dan panitia tabligh akbar yang akan mendatangkan Ustaz Bachtiar Nasir bersama Pemkab Garut, Polres, dan Kodim.

Tokoh ulama Garut sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Al Bayyinah KH Cecep Abdul Halim menyayangkan terbitnya surat penolakan dari PCNU Garut terhadap Bachtiar Nasir. Padahal, dia meyakini, Bachtiar Nasir adalah tokoh ulama 'garis lurus'. Ia membantah tudingan PCNU Garut yang menyebut Bachtiar sebagai tokoh radikalisme.

"Kedatangan (Bachtiar Nasir) ke Garut itu bukan untuk pertama kali. Tapi, sudah beberapa kali untuk berceramah. Dulu juga pernah bersama saya waktu kuliah subuh. Materinya juga menyejukkan," katanya ketika ditemui di Pesantren Al Bayyinah, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Selasa (7/11).

Kiai Cecep mengenal sosok Bachtiar sebagai pengurus MUI pusat dan pengurus Muhammadiyah. Karenanya, dia membantah, kalau ada anggapan yang menyebut Bachtiar merupakan sosok pendukung radikalisme.

"Ceramahnya juga tak menyakitkan golongan lain. Saya hanya ingin menyampaikan, masalah (penolakan) ini sangat tidak pantas. Apalagi sesama Muslim itu saudara," ujarnya.

Diketahui, sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga di Bundaran Simpang Lima, tak jauh dari kantor MUI. Rencananya, Bachtiar Nasir akan berdakwah di Masjid Agung Garut pada Sabtu (11/11).

Ini tanggapan Ustadz Bachtiar Nasir terkait penolakan Tabligh Akbar tersebut, Klik YouTube :



(republika/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Ulama
Jadi Tersangka, Ustadz Gus Nuril: Banser dan Ansor Hancur karena Ulahnya Sendiri
Inilah Tradisi Perayaan Tahun Baru Islam di Lima Negara Lainnya
Komisi VIII Soroti Penurunan Anggaran Pendidikan Islam
Lomba Kartun Nabi Muhammad di Belanda Dibatalkan Setelah Dikecam Indonesia dan Pakistan
Rencana Pembongkaran Masjid di Cina oleh Aparat 'Mengancam Perdamaian'
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polisi Memastikan Peluru Menyasar di Gedung DPR RI Identik dari Pistol Glock-17 Milik Tersangka I
Pemilih Milenial Cerdas, Kritis dan Bertanggungjawab
Profesi Dosen Perlu Diatur dalam UU Tersendiri
Seminar Lemhanas Bahas Kesadaran Politik Masyarakat Jelang Pemilu 2019
Don Muzakir: 4 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK, Pedagang Pasar Tradisional Terpuruk
Ribuan Orang Demo Mendesak Taiwan Merdeka dari Cina
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Memastikan Peluru Menyasar di Gedung DPR RI Identik dari Pistol Glock-17 Milik Tersangka I
Seminar Lemhanas Bahas Kesadaran Politik Masyarakat Jelang Pemilu 2019
2 Hari Ini, Prabowo-Sandi Dijadwalkan Bersafari Politik di Jawa Timur #PrabowoSandi
Partai Golkar Ziarah ke TMPN Kalibata, Berikut Do'a HUT ke-54 dan Kemenangan
Gerindra Minta Pemerintah Setop Klaim Divestasi Saham Freeport
Belum Ada Se-Rupiah pun Pembayaran Pembelian Saham PT Freeport
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]