Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Limbah
Limbah CPO PT KAM di Kukar Diduga Cemari Sungai
Tuesday 02 Apr 2013 14:15:53

Perusahan Perkebunan dan Industri Kelapa Sawit PT. KAM di Desa Puan Cepak Kukar.(Foto: BeritaHUKUM.com/gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Limbah pencucian CPO yang dilakukan oleh PT. Khaleda Agroprima Malindo (KAM), perusahan yang berada di Desa Puan Cepak Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim). Perusahan yang bergerak di sektor perusahan yang bergerak di sektor perkebunan dan industri kelapa sawit tersebut diduga telah membuang limbah hasil pencucian CPO ke sungai yang membuat warga setempat gatal-gatak ketika menggunakan air sungai tersebut.

Hal itu diungkapkan Nudin (50) warga Desa Puan Cepak kepada Pewarta beberapa hari yang lalu. Menurut Nurdin, limbah pencucian CPO PT. Khaleda yang dibuang setiap harinya itu, berisikan bahan logam berbahaya yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan nyawa manusia.

Nurdin juga menambahkan, limbah ini dibuang melalui Sungai Puan Cepak anak Sungai Mahakan yang sudah sejak lama di gunakan warga setempat untuk mandi dan mencuci, "Aliran limbah PT. KAM mempengaruhi sumber air bersi serta menimbulkan penyakit kepada warga Puan Cepak yang ada di sekitar lingkungan perusahan sawit tersebut", jelas Nurdin.

Padahal, kata seorang warga lainnya yang minta namanya tidak di tulis, berdasarkan peraturan pemerintah (PP) tentang kualitas air. Dalam aturan itu secara tegas melarang perusahaan membuang limbah berhaya ke media air.

Namun, kenyataannya PT. Khaleda yang setahun lalu di hebohkan dengan kasus pembantaian Orangutan tersebut, melakukan dan pemerintah daerah hingga kini tidak pernah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan asal Malaysia tersebut, tegas sumber.

"Yang menjadi suatu keanehan itu muncul, imbas dari pembuangan limbah CPO yang mengaliri sungai Puan Cepak kepada warga bukan hanya gatal-gatal ketika menggunakan air sungai untuk mencuci dan mandi, juga banyak ikan yang mati, yang di keluhkan warga sudah setahun tidak di respon oleh Pemerintah," tegas Nurdin.(bhc/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Limbah
Pengelolaan Limbah B3 Harus Sesuai Regulasi
Komisi VII Sesalkan Dampak Lingkungan PLTU PT Indo Bharat Rayon
Sosialisasi Program e-Waste, Dihimbau Tak Buang Limbah Elektronik ke Sungai
Limbah Beracun Itu Mengaliri 'Cai Kahuripan' Sungai Cikijing
Limbah Beracun Ancam Ratusan Juta Orang
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pengusaha Asing Kabur dan Ribuan Pekerja Tidak Dibayar Upahnya, Dimana Tanggung Jawab Pemerintah?
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok Sudah Keluar Bebas dari Rutan Mako Brimob
Kapolri Memimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pati Polri dan 5 Kapolda
Perlu Terobosan Penanganan Dampak Bencana
Pengusaha di Begal dan Dibacok Setelah Keluar dari Bank, Uang Rp 600 Juta Dibawa Kabur
Cina Mencatat Laju Ekonomi Paling Lambat, Indonesia 'Perlu Waspada'
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kapolri Memimpin Upacara Sertijab Sejumlah Pati Polri dan 5 Kapolda
Said Didu: Sejak Awal Esemka Cuma Mobil Bohongan!
Abu Bakar Ba'asyir Tidak Bebas, BPN Prabowo-Sandi: Siapa Yang Sebar Hoax Jokowi Atau Yusril?
Update Banjir Sulawesi Selatan, BNPB Mencatat 8 Orang Meninggal, 4 Orang Hilang
Sandi Effect, Pembeda Pilpres 2019
Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]