Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Kemendikbud
Libatkan Desainer Ternama, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Siap Gelar EFWI
2018-11-08 20:31:53

Media Talk jelang perhelatan Eco Fashion Week Indonesia (EFWI).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam upaya mengapresiasi kekayaan budaya dan tradisi lokal, sebagaimana perwujudan dari penerapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud akan menggelar Eco Fashion Week Indonesia (EFWI) dengan melibatkan desainer ternama Indonesia, Merdi Sihombing.

EFWI yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia itu akan digelar di Jakarta pada 30 November hingga 2 Desember 2018 dan siap menampilkan sejumlah karya desainer Indonesia dan internasional serta berbagai workshop menarik yang mengusung konsep sustainable fashion.

Sebagaimana diketahui, event yang akan dihelat di Gedung Stovia, Kwitang, Jakarta Pusat ini akan menampilkan karya-karya sustainable fashion dari lebih 30 orang desainer nasional dan internasional yang telah menerapkan konsep terbarukan (sustainable) lokal dan ethical production, baik dengan cara recyling, upcycling atau menggunakan bahan oraganik dan natural yang tidak meninggalkan jejak karbon.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menegaskan, Indonesia adalah negara yang penuh potensi budaya, dan memiliki catatan sejarah yang panjang, oleh karena itu pihaknya menyelenggarakan perhelatan tersebut.

"Menggunakan gedung-gedung bersejarah sebagai lokasi acara-acara bertema kebudayaan seperti Eco Fashion Week 2018 di satu sisi juga dapat dimaknai sebagai upaya menunjukkan kepedulian kepada Bumi, karena kita menggunakan gedung-gedung yang sudah berusia ratusan tahun. Di sisi lain tentu, para penikmat fashion yang hadir juga dapat memperoleh referensi sejarah saat berada di gedung bersejarah tersebut." ucap Hilmar Farid melalui keterangan tertulisnya, Kamis (8/11).

Sementara, Project Director EFWI 2018, Rita M. Darwis mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut dipersembahkan untuk banyak pihak yang bertujuan untuk menginspirasi siapapun yang hadir untuk mengubah perspektif fashion mereka.

"Indonesia berpeluang menjadi salah satu produser slow fashion terbesar di dunia, namun kita perlu mendesain ulang praktik-praktik yang tidak sustainable, termasuk di industri fashion," kata dia.

Adapaun, Desainer Merdi Sihombing menjelaskan EFWI akan membuka mata masyarakat pecinta fashion di Indonesia tentang betapa pentingnya menjadi bagian dari ethical fashion. "Kami semua di EFWI merasa bersemangat melancarkan gerakan yang dapat membuat perubahan besar di Indonesia ini," pungkasnya.(bh/mos)


 
Berita Terkait Kemendikbud
 
Mulyanto Nilai Penggabungan Kemenristek - Kemendikbud Sebuah Langkah Mundur
 
Kemendikbud: KKI 2018 adalah Semangat dari UU Nomor 5 Tahun 2017
 
Libatkan Desainer Ternama, Ditjen Kebudayaan Kemendikbud Siap Gelar EFWI
 
Tim dari Provinsi Jateng Raih Juara I LCCM Tingkat Nasional 2018
 
Kemendikbud Berikan Orientasi 679 Peserta Darmasiswa dari 94 Negara Sahabat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Penangkapan 9 Petani Dituduh Ancam Proyek Bandara VVIP IKN - 'Tindakan Sistematis terhadap Warga Mempertahankan Hak Hidupnya'
Sejalan dengan Semangat Revisi UU PIHU, Perlu Perubahan Regulasi Umrah 'Backpacker'
Dukung Hak Angket 'Kecurangan Pemilu', HNW: Itu Hak DPR yang Diberikan oleh Konstitusi
Pemerintah Siap Tambah Impor Beras 1,6 Juta Ton, Total Jadi 3,6 Juta Ton
Mahasiswa UINSU di Begal HP, Pelaku Mengaku Perwira Polisi Sunggal
Tanggapi Santai Isu Hak Angket Pemilu, JK: Tidak Usah Khawatir
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Dukung Hak Angket 'Kecurangan Pemilu', HNW: Itu Hak DPR yang Diberikan oleh Konstitusi
100 Tokoh Deklarasi Tolak Pemilu Curang TSM, Desak Audit Forensik IT KPU
Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu
Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024
Anies: Perjuangan Kita Belum Selesai
Jokowi Katakan 'Kalian Hebat Bila Bisa Kalahkan Saya'? Pratikno: Tak Benar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]