Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Kasus Investasi Pandawa
Leader KSP Pandawa Group YP Digiring Menjadi Tersangka Baru
2017-10-10 18:33:03

Korban Derri Heri Prakoso (kanan) dan saksi seorang admin dari Tersangka YP, Juniarto Ari Prasetyo (kiri) saat berbincang dengan awak media di Graha Surveyor, Jakarta, Senin (9/10).(Foto: BH /yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemberitaan mengenai Kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group, sebagai kedok untuk melakukan penipuan berupa investasi bodong akhir- akhir ini sempat meredup karena adanya kasus baru seperti First Travel yang sekarang dari sejumlah korban kasus ini kembali mencuat. Sejumlah korban yang merasa sudah dirugikan oleh Pandawa Grup menyebut sebuah nama yaitu Yusuf Paparang sebagai Leader di Pandawa Grup sebagai tersangka baru.

Tersangka diduga sudah menghimpun dana dari para nasabahnya untuk memperkaya diri dan tidak di setor ke koperasi dalam hal ini KSP Pandawa Grup. Para korban menuntut Yusuf Paparang (YP) agar keluar dari persembunyiannya yang sekarang menghilang entah dimana keberadaannya, korban meminta YP dapat diadili segera oleh pihak berwajib menyusul bersama bos KSP Pandawa Mandiri Grup Salman Nuryanto dan 26 orang leader lainnya, yang keterlibatannya telah ditangani hukum.

Modus operandi dari Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group sebagai kedok untuk melakukan penipuan tersebut. Tersangka melalui beberapa leader-nya menghimpun dana dari para investor.

"Pertama dari investor dia berikan (profit) 10 persen. Kalau investor ada uang Rp 100 juta, maka dipotong 10 persen dan dikembalikan kepada investor seolah-olah itu bunganya,

Sementara itu, leader mendapat keuntungan 10 persen dari dana yang diinvestasikan para nasabah dan sisanya masuk ke kantong pribadi Nuryanto.

Nuryanto kemudian memutar uang dari para nasabah tersebut untuk dipinjamkan kepada para pedagang usaha kecil menengah di kawasan Jabodetabek. Para pedagang dikenai bunga 20 persen dari nilai uang yang dipinjam dari KSP Pandawa Mandiri Group.

"Rp 81 juta tersebut dipegang Nuryanto, sebagian dipinjamkan lagi ke UKM-UKM, itu dengan bunga 20 persen. Sehingga kalau hitungan matematika bisa kembali uang itu, sisanya juga Nuryanto pegang," jelasnya.

"Padahal, dalam perjalanan, ternyata banyak kemacetan. Di situlah timbul permasalahan yang ada," imbuhnya.

Sedangkan Leader Diamond Pandawa Group membawahi ribuan nasabah. Leader Diamond yang posisinya satu level di bawah Pimpinan Pandawa Group, Nuryanto pun mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Para Diamond mendapatkan fasilitas mulai dari mobil hingga rumah.

selanjutanya para korban meminta YP dijerat pasal berlapis yang sama, yaitu tentang penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Salah satu korban, Derri Heri Prakoso, yang sudah menginvestasikan uangnya di Pandawa Grup melalui tangan YP mengatakan YP adalah salah satu penghimpun dan penerima uang, tapi belum tersentuh hukum sama sekali. YP sempat sesumbar bahwa dirinya memiliki backingan seorang Jenderal Polisi berpangkat bintang dua berinisial MI.

"Saya dengar kalau YP ada backingan jenderal yang membuat dia masih bebas dari hukuman," ujar Derri saat ditemui oleh sejumlah media terbatas di Graha Surveyor Jakarta, Senin(9/10).

Para korban telah memegang saksi kunci atas dugaan tersebut, sekaligus pegawai admin dari YP dan yang terakhir berkomunikasi dengan YP sebulan lalu. Pihak saksi tersebut pun mengatakan telah bersedia menjadi saksi kalau nanti YP diseret ke meja hijau untuk memperkarakan YP.

Para korban dan tim berencana akan melaporkan YP ke kepolisian segera, dalam jangka waktu seminggu ini sembari mengumpulkan bukti-:bukti fan para korban lainnya yang jumlahnua sangat banyak .

Hingga saat ini, dikatakan Derri keberadaan YP sudah tidak diketahui dan kontak YP pun tidak dapat dihubungi. "Saya minta pertanggungjawaban YP. Saya minta dana dikembalikan," tuntutnya.

Derri mengatakan "kerugian yang saya derita sekitar Rp6,5 miliar melalui tangan YP, secara bertahap. Sebelum menggandeng saksi, Saya dan para korban lainnya telah hendak melaporkan YP, tapi urung karena ada desas desus kalau para korban melapor uang uang mereka investasikan tidak akan kembali," ucapnya.(bh/yun)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Kasus Investasi Pandawa
Leader KSP Pandawa Group YP Digiring Menjadi Tersangka Baru
Koperasi Pandawa Group Dinyatakan Pailit oleh Majelis Hakim
Kuasa Hukum Korban Penipuan Investasi Bodong Minta Pandawa Grup Dipailitkan
Bos Pandawa Mantan Tukang Bubur Ayam dan 21 Tersangka Digiring di Polda Metro Jaya
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Yocie Gusman Plt Direktur Utama BJB Syariah Ditetapkan Tersangka
Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Milik Anak Buah, Kegagalan Tanggung Jawab Komandan
BPKH Diharapkan Investasikan Dana Haji untuk Pesawat dan Hotel Jemaah
Kebijakan Bebas Visa Tidak Datangkan Wisatawan Secara Signifikan
Aparat Hukum Diminta Selidiki Dugaan Money Laundering
Polda Metro Jaya dan APPI Menggelar Sarasehan dan Dialog UU No 42/1999 Jaminan Fidusia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda
Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Akhirnya PBB - PKPI - Partai Idaman Lolos Pendaftaran Pemilu 2019
KPK Tidak Temukan Setya Novanto, Tim KPK Terus Cari Setya Novanto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]