Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 

Lagi, Puluhan Sopir Angkot Kena Tilang
Tuesday 27 Dec 2011 14:43:04

Ilustrasi ketika para sopir angkot protes atas penilangan terhadap mereka (Foto: Ist)
JAKARTA (beritaHUKUM.com) Jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terus menggelar razia kelengkapan dan identitas sopir angkutan kota (angkot). Para sopir angkot yang kedapatan tidak mengenakan seragam, tidak memiliki Kartu Pengenal Pengemudi (KPP) dan Kartu Pengenal Anggota (KPA), akan dikenakan sanksi.

Seperti dalam razia yang digelar di Terminal Kampungmelayu dan Klender, Jakarta Timur, Selasa (27/12). Sebanyak 40 sopir dikenakan sanksi tilang karena tidak mengenakan seragam dan tidak dapat menunjukkan KPP dan KPA. Bahkan, petugas juga mengandangkan Mikrolet M27 (Kampungmelayu-Pulogadung) lantaran tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. Bahkan, sopir mikrolet tersebut diketahui juga tidak memiliki SIM.

Belakangan diketahui sopir Mikrolet M27 itu bernama Rizal (18), warga Rawaterate, Cakung, Jakarta Timur. Kepada petugas, Rizal mengaku sudah menjadi sopir tembak sejak setahun terakhir mengikuti rekan-rekannya. "Kalau sopir aslinya kelelahan saya yang menggantikan. Sekarang cari kerja susah, lebih baik saya menjadi sopir tembak saja," ujar Rizal kepada petugas, Selasa (27/12).

Sedangkan mengenai surat-surat kelengkapan kendaraan, kepada petugas, Rizal mengaku tidak mengetahuinya sama sekali, karena dirinya hanya sebagai sopir tembak. "Kalau mengenai surat-surat kendaraan saya sama sekali tidak tahu," katanya.

Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Mirza Aryadi Soelarso mengatakan, razia yang dilakukan sebetulnya razia rutin dengan sasaran sopir yang tidak memiliki seragam, KPP dan KPA. Dari razia yang dilakukan hari ini, di Terminal Kampungmelayu sebanyak 29 mikrolet terjaring razia dan ditilang. Sedangkan di Terminal Klender sebanyak 11 KWK ditilang.

"Satu mikrolet terpaksa dikandangkan selama dua minggu karena surat-suratnya tak ada sama sekali saat kami periksa. Target kami agar semua sopir angkot disiplin, mengenakan seragam, KPP dan KPA. Razia juga untuk meminimalisir beredarnya sopir tembak," kata Mirza.(bjc/irw)

Share : |

 
Berita Terkait
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tanjung Agung Bangun Gudang Desa
Muhammad Syafrudin: Pemberdayaan SDM Penting di Daerah Kepulauan
Diduga Kasus Tambang di Bukit Soeharto, Kejati Kaltim Geledah Kantor PT Kaltim Batu Manunggal
Defisit BPJS Kesehatan Harus Diselesaikan Secara Komprehensif
Kanada Bebaskan Putri Pendiri Huawei, Proses Ekstradisi Tetap Berjalan
FOKAN Minta Para Capres-Cawapres 2019 Serius Canangkan Program P4GN
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Diduga Kasus Tambang di Bukit Soeharto, Kejati Kaltim Geledah Kantor PT Kaltim Batu Manunggal
Kapolda Metro Jaya Memerintahkan untuk Ungkap Pelaku Anarkis di Polsek Ciracas
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan
Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB
Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]