Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Penipuan
Kuasa Hukum Dhea Imut, Henry Indraguna Resmi Melaporkan Ekspedisi DHL ke Polda Metro
2017-10-05 23:29:13

Kuasa Hukum artis Dhea Imut, Henry Indraguna saat di Polda Metro Jaya, Kamis (5/10).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kuasa Hukum artis Dea Annisa atau yang biasa dikenal Dhea Imut, Henry Indraguna resmi melaporkan perusahaan ekspedisi DHL ke Polda Metro Jaya. Nomor laporan LP/4812/X/2017/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 5 Oktober 2017.

Perusahaan DHL diduga lalai atas hilangnya sebuah kamera syuting. Peristiwa itu, kata Henry berawal saat kliennya ingin menjual kamera melalui iklan di OLX. Kemudian, ada seorang pembeli di daerah Malang, Jawa Timur menghubungi kliennya yang berniat membeli barang tersebut.

"Karena pembeli tidak ingin ke Jakarta, klien saya ditanya apakah ada saudara atau rekanan di sana, dia bilang ada. Akhirnya klien saya menghubungi orang di sana untuk menitipkan barang itu," ujar Henry di Polda Metro Jaya, Kamis (5/10).

Barangkan dikirim melalui DHL. Namun sayang, setelah dua hari, kamera Canon C500 seharga sekitar Rp 229 juta tak kunjung datang ke rekannya yang bernama Toto Hadi. Dhea pun komplain ke pihak DHL selaku jasa pengiriman. Namun, pihak DHL justru meminta kepada Dhea untuk mengklaim pihak asuransi.

"Di situ klien kami marah dan meminta pertanggungjawaban, DHL malah melepaskannya ke asuransi tapi asuransi menuntut ke DHL," terangnya.

Ternyata barang itu kata Henry, sudah diambil oleh seorang lelaki bernama Totok Hadi dengan alamat yang sesuai dengan alamat rekanannya. Setelah dikonfirmasi, ternyata rekannya tidak pernah merasa mengambil barang tersebut dari DHL.

Henry menegaskan seharusnya barang dikirim ke alamat yang ditujuh, bukan di ambil di loket ekspedisi DHL Malang.

"Ini ada keanehan, ada lelaki yang menggunakan KTP palsu untuk mengambil, dan DHL dengan entengnya bilang barang itu bisa diambil dengan menunjukan KTP. Ini seperti dugaan adanya keterlibatan orang lain," ungkapnya.(bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Penipuan
Pengusaha Batubara Melapor ke Propam, Diduga Diperas Oknum Penyidik Polri
Resmob Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Penipuan Berkedok Petugas PLN
Kuasa Hukum Dhea Imut, Henry Indraguna Resmi Melaporkan Ekspedisi DHL ke Polda Metro
Komisaris dan Direktur Asuransi Bumi Asih Jaya di Tahan Polisi
Artis Jeremy Thomas Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Rp 16 Miliar
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Yocie Gusman Plt Direktur Utama BJB Syariah Ditetapkan Tersangka
Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Milik Anak Buah, Kegagalan Tanggung Jawab Komandan
BPKH Diharapkan Investasikan Dana Haji untuk Pesawat dan Hotel Jemaah
Kebijakan Bebas Visa Tidak Datangkan Wisatawan Secara Signifikan
Aparat Hukum Diminta Selidiki Dugaan Money Laundering
Polda Metro Jaya dan APPI Menggelar Sarasehan dan Dialog UU No 42/1999 Jaminan Fidusia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda
Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Akhirnya PBB - PKPI - Partai Idaman Lolos Pendaftaran Pemilu 2019
KPK Tidak Temukan Setya Novanto, Tim KPK Terus Cari Setya Novanto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]