Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Desa
Korupsi Dana Desa Rp 200 Juta, Kades Palurejo Diamankan Tim Kejari Buntok
2018-07-19 17:33:44

Tersangka Kades Non Aktif, Gervasius Paceli saat digiring ke Rutan Buntok, Kamis (19/7).(Foto: BH /gaj)
BUNTOK, Berita HUKUM - Diduga melakukan tindakan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) untuk Desa Palurejo Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Gabsel) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang merugikan keuangan negara Rp 200 juta, maka Kepala Desa nonaktif, Gervasius Paceli di tahan tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Buntok.

Penahanan Gervasius tersangka kasus ADD desa Palurejo di sampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buntok Oskar Douglas Riwu, SH, MH melalui Kasi Pidsus Kejari Buntok, Bayu Permadi, SH, MH kepada wartawan pada, Kamis (19/7).

"Ya hari ini kita tahan tersangka korupsi ADD di Rutan Buntok, terhitung sejak hari ini sampai 20 hari kedepan," ujar Bayu Fermady.

Selaku Kasi Pidsus, Bayu panggilan akrab Bayu Permadi yang baru berjalan kurang lebih sebulan di Kejari Buntok mengatakan bahwa, penahanan Gervasius Paceli sendiri di karenakan yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus Korupsi alokasi dana desa Palurejo Tahun 2016, yang merugikan keuangan negara sekitar 200 jutah rupiah.

Dugaan kasus korupsi ADD Palurejo oleh tersangka awalnya berdasarkan hasil Laporan, Hasil Audit Khusus Inspektorat Barsel dengan nomor LHAK : 700/04/III/LHA-K/IK/2018, tertanggal 9 Maret 2018. Di dalam laporan hasil audit tersebut, terbukti ada kerugian negara sebesar Rp200 juta lebih.

"Hasil penyelidikan dan penyidikan di temukan lebih dari dua alat bukti dan sangat kuat menunjukkan telah terjadi tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahap 3 dan Dana Desa Tahap 2 Tahun 2016," ungkap Bayu.

Tersangka Gervasius di jerat dengan melangar Pasal (2) ayat 1 dan subsider Pasal (3) UU nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan denda sekurang-kurangnya Rp200 juta, pungkas Bayu Permadi.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Desa
Pembangunan Jembatan dari Dana Desa Dorong Ekonomi Masyarakat Semakin Baik
Pembuatan Jalan Sentra Produksi Jadi Prioritas Pembangunan Desa
Desa Air Long Membangun Gudang Desa dari Program Dana Desa
Desa Sumber Harapan Membangun Jalan untuk Perluasan Pemukiman Desa
Dana Desa Tanjung Kurung Lungkang Kule Difokuskan Bangun Jalan Sentra Produksi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pembangunan Jembatan dari Dana Desa Dorong Ekonomi Masyarakat Semakin Baik
Masuki Tahun Politik, Perlunya Persatuan antar-Elemen Bangsa
Helikopter TNI Dauphin HR-3601 Onboard KRI Usman Harun-359 di Laut Mediterania
Petugas BLH Cepat Tanggap Demi Kaur Bersih dan Indah
Rencana Pembongkaran Masjid di Cina oleh Aparat 'Mengancam Perdamaian'
Lombok Gempa Berulang, Legislator Minta Jadikan Bencana Nasional
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Lombok Gempa Berulang, Legislator Minta Jadikan Bencana Nasional
Ketua DPR Berharap Asian Games Rekatkan Persaudaraan Negara-negara Asia
Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera
Yusril Ihza Mahendra: PBB Tidak Akan Netral di Pilpres 2019
Desa Air Long Membangun Gudang Desa dari Program Dana Desa
Komjen Pol Syafruddin Dilantik Menjadi Menteri PAN-RB Gantikan Asman Abnur
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]