Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Anak
Kornas Anak Republik Berharap Capres Jokowi dan Prabowo Bertemu Langsung Tanpa Utusan
2019-04-23 04:33:42

Konferensi pers Kornas Anak Republik di kawasan Cikini, Jakarta.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kordinator Nasional (Kornas) Anak Republik mengharapkan kedua pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Solahuddin Uno bisa bertemu secara langsung tanpa mengirim utusan.

Hal itu dikatakan Ketua Pembina Kornas Anak Republik, Arif Rahman seusai konferensi pers "Menyikapi Situasi Politik Tanah Air Pasca Pemilu 17 April 2019", di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Arif juga menyarankan agar pertemuan langsung tersebut bisa dilakukan sebelum pengumuman resmi hasil rekapitulasi surat suara pemilihan presiden (pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Saya berharap dengan segala kebesaran dan kesabaran kedua (paslon) putra terbaik bangsa ini, pak Jokowi maupun pak Prabowo bisa berkomitmen di hadapan masyarakat apapun hasil dari KPU dan bisa disepakati bersama," ujar Arif.

Menurut Arif, pertemuan antara kedua capres, sebagai budaya silaturahmi yang harus dijalankan dengan harapan dapat memberikan pemahaman untuk kedua kubu paslon maupun kepada masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilihan umum serta mengurangi sentimen, ketegangan politik dan polemik yang selama ini berkembang ditengah-tengah masyarakat terhadap proses penghitungan suara pilpres 2019. Sehingga polemik tersebut memunculkan klaim kemenangan dari masing-masing pihak secara berlebihan, yang dikhawatirkan dapat mengganggu jalannya proses demokrasi serta situasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Semoga ini bisa merubah persepsi masyarakat dengan adanya situasi saat ini. Kami berharap supaya dua-duanya sebaiknya bisa ketemu dan bisa berdiskusi bagaimana bangsa ini kedepan," tukas Arif.

Diketahui, Jokowi sengaja mengutus Luhut untuk bertemu Prabowo karena satu tujuan. Adapun tujuan yang dia maksud adalah demi kepentingan bangsa dan negara.

"(Tujuan) untuk kebaikan bangsa ini," kata Jokowi di salah satu restoran kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/4).

Selain itu, Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga persatuan sesama anak bangsa.

"Di mana hasil pemilu akan diumumkan oleh KPU sebagai penyelenggara resmi sesuai dengan undang-undang yang berlaku," katanya.

Ditempat sama, Anggota Dewan Pembina Anak Republik, Yedidiah Soerjosoemarno, meminta kepada KPU, Bawaslu dan DKPP untuk menuntaskan seluruh rangkaian dan hasil pemilu secara transparan, jujur dan terpublikasi dengan baik, agar polemik-polemik yang terjadi di tengah masyarakat bisa terjawab dengan baik dan benar.

Yedidiah juga meminta kepada aparat TNI/Polri untuk menindak tegas kelompok-kelompok yang dengan sengaja melakukan provokasi terhadap masyarakat.

"Hal ini dapat merusak tatanan sosial masyarakat Indonesia yang cinta damai dan persatuan, sebagai kultur budaya Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Sementara, Ketua Umum Kornas Anak Republik, Yahya Abdul Habib mengatakan, persatuan dan kesatuan bangsa menjadi hak mutlak warga negara dan bangsa Indonesia, di mana hal tersebut termaktub dalam sila ke 3 Pancasila.

Untuk itu, Yahya meminta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk menjaga ideologi bangsa ini, dan tidak berkhianat dengan mengatasnamakan demokrasi.

"Kami menyerukan kepada kader-kader Anak Republik di seluruh Indonesia untuk ikut berperan aktif dalam menjaga persatuan, dengan melakukan advokasi dan komunikasi intensif dalam rangka ikut menjaga kondusifitas pasca pemilu sambil menunggu keputusan resmi dari KPU," tandasnya.(bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait Anak
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Resmob PMJ Menangkap Pelaku Pencurian Dolar di Brangkas Mantan Teman Kantornya
Selama Pemerintahan Jokowi, Pertumbuhan Berkutat Hanya 5 Persen
DPR Harus Diberi Ruang Untuk Kritis
Pemerintah Harus Sadar Pentingnya Independensi DPR
Kubu Jokowi Maruf Menghina Wibawa dan Martabat 9 Hakim MK dan Lakukan Pembangkangan pada Peradilan
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]