Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Gempa
Korban Gempa 6,2 SR di Italia Mencapai Lebih dari 159 Jiwa Tewas
2016-08-25 10:47:27

Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan bertambah. Tiga perempat bagian kota Amatrice dilaporkan hancur. (Foto: Istimewa)
ITALIA, Berita HUKUM - Sedikitnya 159 orang meninggal dan 368 lainnya cedera akibat gempa bumi yang menghantam kawasan pegunungan di Italia utara, ungkap pejabat terkait.

Gempa dengan kekuatan 6,2 pada skala Richter itu menyerang Rabu (24/8) subuh waktu setempat di lokasi sekitar 100km dari ibukota Roma. Pusat gempa dengan kekuatan 6,2 skala richter berada 100km dari Roma dengan kedalaman 10km. Pada 2009 lalu, gampa besar yang berpusat di Accumoli menewaskan 309 orang.

Sebelumnya, saat berkunjung ke kawasan yang dilanda gempa, Perdana Menteri Matteo Renzi menyatakan bahwa angka korban biosa terus meningkat.

"Italia berada dalam solidaritas yang mendalam dengan warga di kawasan ini," kata PM Renzi, menegaskan kesedihan dan kepedihan dirasakan oleh seluruh negeri.
Dia berjanji 'tidak ada keluarga, tidak ada kota, tidak ada dusun yang akan ditinggalkan'.

Kota yang paling menderita adalah Amatrice dengan korban jiwa mencapai 86 orang dan -menurut walikotanya- sekitar tiga perempat kota hancur.

Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian korban yang mungkin masih hidup di balik puing-puing di kawasan Umbria, Lazio, dan Marche.

Sebagian korban tewas berasal dari Desa Pescara del Tronto yang rata dengan tanah dan muncul kekhawatiran jumlah orang yang tewas akan bertambah.

Di kampung Pescara del Tronto, warga bersorak-sorai menyambut seorang anak perempuan berusia delapan tahun yang berhasil diselamatkan setelah terperangkap di bawah reruntuhan gedung yang ambruk selama sekitar 17 jam.
Tentara juga sudah dikerahkan untuk membantu dengan peralatan berat.

Sementara Paus Fransiskus yang membatalkan acaranya untuk berdoa bagi para korban juga mengirimkan pemadam kebakaran Vatikan ke tempat bencana.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Gempa
Konsisten Dampingi Lombok, Wujud Ta'awun MDMC dan LazisMu untuk Negeri
Tangani Bencana Lion Air, Pemerintah Jangan Lupakan Korban Gempa dan Tsunami
Fahri Hamzah Kritik Birokrasi Penanganan Gempa NTB
Korban Gampa Lombok Harus Tertangani dengan Baik
Dansatgas Kogasgabpad Tinjau Tempat Pengungsian Warga Lombok Timur
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dirjen AHU: GRIPS Penting Bagi Notaris untuk Cegah TPPU
Kejari Barito Selatan Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Jembatan MTU - Bengkuang
Badan Publik Wajib Berikan Informasi Kepada Masyarakat
5 Hal yang Kamu Dapatkan Saat Memesan Makanan di Restorasi Kereta Api
UU Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Perlu Direvisi
Polri Raih Penghargaan Predikat WBK dan WBBM 2018
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan
Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB
Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]