Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Perdata    
 
Kasus Investasi Pandawa
Koperasi Pandawa Group Dinyatakan Pailit oleh Majelis Hakim
2017-05-31 05:45:12

Kuasa Hukum dari 200 nasabah Pandawa Grup, Riesqi Mardiansyah,SH (tengah) saat usai sidang putusan,di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (30/5).(Foto: BH /yun)
JAKARTA, Berita HUKUM - Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Grup akhirnya dinyatakan pailit setelah Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutus dan mengetok palu, dan seluruh aset nasabah yang jadi korbannya harus dikembalikan. Sidang digelar di PN Jakarta Pusat, Selasa (30/5).

Riesqi Mardiansyah,SH sebagai kuasa hukum dari 200 nasabah Pandawa, mengatakan kreditur menyatakan menolak PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) tetap yang ditawarkan debitur.

"Berarti Koperasi Pandawa Group dinyatakan pailit oleh majelis hakim. Dan aset-aset para nasabah yang menjadi korban akan dikembalikan," kata Riesqi, saat ditemui pewarta BeritaHUMUM.com usai sidang pada, Selasa (30/5).

Selanjutnya kami sebagai kuasa hukum dari 200 nasabah dari downlinenya Yusuf akan mengawasi kurator, yang selanjutnya akan mengurus aset-aset nasabah pasca putusan sidang. "Kami juga mendorong kurator untuk mengumpulkan aset-aset Pandawa yang masih belum tercatat," ujarnya.

Sebagai informasi, ratusan aset nasabah saat ini masih dalam penyitaan Polda Metro Jaya. Aset tersebut berupa surat, perhiasan, sampai kendaraan mewah.

Ratusan nasabah yang berada diluar gedung Pengadilan kompak melakukan unjuk rasa dengan membawa spanduk-spanduk, mereka menuntut agar Pandawa Group dipailitkan. dan tuntutan tersebut yang akhirnya dikabulkan Majelis Hakim.

Sebelumnya, pada 17 April 2017 Pengadilan Niaga menyatakan bahwa, Koperasi Pandawa Group dan Salman Nuryanto sebagai pengelola dinyatakan dalam PKPU sementara.

Srmentara agenda sidang untuk Rabu tanggal 31 Mei 2017 esok harinya adalah pembacaan amar sidang.

Setelah 45 hari pasca putusan Pengadilan Niaga, yakni 30 Mei 2017, tibalah waktu untuk keputusan dalam perkara No 24/Pdt.Sus-PKPU/2017/PN.Jkt.Pst dengan hakim pengawas PKPU adalah Kisworo.(bh/yun)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Kasus Investasi Pandawa
Leader KSP Pandawa Group YP Digiring Menjadi Tersangka Baru
Koperasi Pandawa Group Dinyatakan Pailit oleh Majelis Hakim
Kuasa Hukum Korban Penipuan Investasi Bodong Minta Pandawa Grup Dipailitkan
Bos Pandawa Mantan Tukang Bubur Ayam dan 21 Tersangka Digiring di Polda Metro Jaya
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SBY: Pemerintah Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama
Ribuan Warga ke Monas Ajukan Paspor Kilat di Acara Festival Keimigrasian 2018
Berikut Tanggapan Ketum 'Aisyiyah Mengenai Dinamika Politik Pilkada 2018
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
PBB Riau Resmi Mendukung Pasangan Firdaus-Rusli Menjadi Gubernur
Hasil Munaslub Tunjuk Daryatmo Sebagai Ketum Hanura
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing
Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar
Komisi II DPR Soroti Keputusan MK terkait Verifikasi Faktual
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]