Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Presiden SBY
Konvoi Rombongan Presiden SBY Alami Kecelakaan
Wednesday 11 Jan 2012 21:25:35

Iring-iringan mobil rombongan Presiden Yudhoyono yang setiap hari bolak-balik Istana Negara, Jakarta – Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Meski tak sampai merengut korban jiwa, kecelakaan beruntun yang menimpa mobil rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Malang, Jawa Timur, Rabu (11/1) siang tadi, jadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, kecelakaan itu, melibatkan lima mobil yang ditumpangi sejumlah staf kementerian serta pengurus Pengurus Besar Nahdlotul Ulama (PBNU).

Menurut juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, penyebab kecelakaan beruntun bukan karena salah satu mobil rombongan Presiden SBY mogok. "Mungkin saja ada kecelakaan lalu lintas, namun bukan dalam akibat rangkaian kendaraan Presiden," ujar Julian saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (11/1).

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kecelakaan beruntun terjadi, saat iring-iringan rombongan mobil Presiden SBY menuju Ponpes Al Munawariyah, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono dijadwalkan membuka Muktamar XI Jamiyatul Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabarah An-Nahdliyah di ponpes tersebut.

Iring-iringan mobil rombongan Presiden SBY begitu panjang, terbagi dua gelombang. Gelombang pertama terdiri dari mobil pengawal dan mobil dinas yang ditumpangi Presiden. Sedangkan rombongan yang kedua terdiri dari staf-staf kementerian serta pengurus PBNU. Saat laju konvoi itu kencang, tiba-tiba satu unit mobil mogok. Mobil terdepan yang masuk dalam rombongan kedua tidak bisa menghindar. Mobil yang berada di belakang juga demikian.

Llima mobil yang terlibat kecelakaan itu, yakni Toyota Avanza nopol N 1601 DT, Toyota Corolla Altis nopol N 302 DP, Toyota Kijang Innova nopol N 430 AP, Toyota Avanza nopol W 329 PP, dan Toyota Avanza nopol L 1787 EK. Para penumpang tersebut, langsung dijemput oleh mobil lain untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat Muktamar tersebut.

Sebelum kecelakaan ini, insiden yang cukup mengundang tanya juga terjadi terhadap dalam acara pelantikan anggota Wantimpres Albert Hasibuan di Istana Negara, Selasa (10/1) kemarin. Meja Marmer putih yang biasa digunakan acana penting kenegaraan pecah, setelah dipakai Presiden SBY menandatangani surat pengangkatan Albert tersebut.

Selain itu, peristiwa aneh pula terjadi di Istana Negara pada Kamis (5/1) lalu. Sebuah pohon Trembessi yang ditanam SBY di halaman belakang Istana tiba-tiba tumbang. Kejadian itu berlangsung, ketika wilayah Jakarta diguyur hujan deras yang disertai angin cukup kencang. Tapi tak hanya di Istana Negara, puluhan pohon juga tumbang di sebagian wilayah Jakarta.(dbs/wmr)

Share : |

 
Berita Terkait Presiden SBY
Presiden SBY Serahkan Dokumen 10 Tahun Pemerintahan ke Arsip Nasional
Bertemu 20 Netizen, Ibu Ani: Ini Sore Yang Menyenangkan
Presiden SBY Terima Pimpinan DPR, DPD, dan MPR-RI
Minggu Terakhir, Presiden SBY ‘Beberes’ Kantor
'Bapak Presiden dan Ibu Ani, Kami Selalu Merindukanmu…'
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Penggunanya
Utang Pemerintah yang Besar akan Menyulitkan Negara Menalangi Utang Swasta Seperti Krisis 97/08
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan Mahal, Menhub: Itu Bukan Urusan Saya
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]