Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Hari Pers Nasional
Konvensi HPN 2018: Iklim Bermedia yang Sehat dan Seimbang
2018-02-08 18:59:29

Tampak Anindya Novyan Bakrie (paling kiri) dan para pembicara Konvensi Media di aula Hotel Inna Muara, Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/2).(Foto: Istimewa)
PADANG, Berita HUKUM - Konvensi Nasional media massa di aula Hotel Inna Muara Padang, menjadi salah satu rangkaian acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/2).

Tampil sebagai pembicara, Dahlan Iskan Owner Jawa Pos Grup, Anindya Novyan Bakrie CEO PT Visi Media Asia (VIVA), Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf, Direktur Eksekutif Media PT The Nielsen Company Indonesia Hellen Katherina.

Konvensi itu sendiri bertajuk Iklim bermedia yang sehat dan seimbang. Serta, mempertahankan eksistensi media massa Nasional dalam lanskap Informasi global terhadap persaingan usaha media pasca revolusi digital.

Bagi Anin, panggilan akrab Anindya Novyan Bakrie, Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Kota Padang, Sumbar tidak saja menjadi ajang promosi daerah. Lebih dari itu, dengan sendirinya mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat secara keseluruhan.

"Kedatangan delegasi dan ribuan peserta HPN secara tidak langsung membangkitkan geliat perekonomian. Apalagi, dihadiri pimpinan media, tokoh-tokoh pers nasional, tamu dalam negeri hingga mancanegara," kata Anin putra sulung Abu Rizal Bakrie.

Selain itu, lanjut Anin, ribuan tamu yang datang ke Sumatera Barat juga disuguhi pemandangan alam yang luar biasa indah, termasuk melihat rumah gadang yang menjadi khas rumah di Minangkabau. Beragam kuliner khas juga dapat memanjakan lidah para tamu HPN. "Ini sebuah prestasi bagi pemerintah daerah Sumbar yang sekaligus mampu mengajak Presiden berkunjung," ucapnya.

Anin menyebutkan, pers bagian demokrasi bangsa bahkan Pers menjadi pilar ke empat Demokrasi. Maka dari itu, peringatan Hari Pers Nasional, merupakan peringatan hari bersama-sama.

"Meski pers sendiri bagian dari bisnis media, namun hakikatnya produk jurnalistik yang dihasilkan sebuah perusahaan media bisa membuat suatu Bangsa jadi lebih baik," terangnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Media The Nielsen Company Indonesia, Hellen Katherina, dalam diskusi tersebut menegaskan, internet adalah platform baru bagi media konvensional. Sebab, durasi menggunakan internet lebih lama dibandingkan media konvensional.

Kondisi ini juga menuntut pelaku media massa untuk menjaga konten dan isi pemberitaan agar tidak terjerumus masuk hoax news.

"Jika tidak sigap mencermati pemberitaan akurat, industri media online juga akan berdampak pada laju perusahaan," jelas Hellen.

Menurut Hellen, sampai hari ini, walaupun media digital terus tumbuh, media cetak masih tetap eksis. ''Karena trust adalah alasan utama pembaca membaca media cetak,'' pungkasnya.(wa/bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Hari Pers Nasional
AJI dan IJTI Mendesak Revisi Tanggal Hari Pers Nasional
Presiden Jokowi: Pers Pilar Penegak Penyampaian Kebenaran
Pers Jangan Jadi Alat Pemilik Modal
DPR Berharap Pers Nasional Jaga Kesinambungan Demokrasi
Konvensi HPN 2018: Iklim Bermedia yang Sehat dan Seimbang
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Gus Anam Mengimbau Agar Semua Pihak Menolak Radikalisme dan Intoleransi
Peresmian Pom Bensin/ SPBU Baru di Desa Aur Ringit, Tanjung Kemuning, Kaur
Jaga Kondusifitas Jelang Pemilu 2019, Polri Adakan Silaturahmi ke Pesantren
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Mabes Polri Limpahkan Kasus Tersangka Ketua DPRD Alphad Syarif ke Kejari Samarinda
Reuni Akbar PA 212 Diduga Bermotif Politik
Untitled Document

  Berita Utama >
   
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum
Rizal Ramli Minta Undang-Undang BPJS Segera Direvisi
Mendikbud Resmikan Peluncuran 10 Seri Buku Berjudul 'Karya Lengkap Bung Hatta''
Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]