Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Ukraina
Konflik Rusia-Ukraina: Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin
2018-11-30 11:15:09

Posisi Ukraina saat ini sedang dikepung oleh pasukan Rusia yang didukung dekat #Mariupol.(Foto: twitter)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait dengan konfrontasi laut antara Ukraina dan Rusia di lepas pantai Semenanjung Krimea pada Minggu (25/11).

Semula Trump dijadwalkan bertemu di sela-sela pertemuan puncak G20 di Argentina, tetapi pada Kamis (29/11) ia mengumumkan bahwa pertemuannya itu batal.

"Berlandaskan fakta bahwa kapal-kapal dan para pelautnya belum dikembalikan ke Ukraina dari Rusia, saya memutuskan bahwa demi jalan terbaik bagi semua pihak terkait maka saya membatalkan pertemuan yang telah direncanakan...," demikian twit dari presiden AS.

Dalam konfrontasi laut, Rusia menyita tiga kapal Ukraina dan menahan 24 personelnya.

Merkel salahkan Putin sepenuhnya

Rusia menyebut bentrokan di laut antara Angkatan Laut Ukraina dan Rusia itu sebagai "provokasi". Lebih lanjut dikatakan oleh Putin bahwa Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, merekayasa konfrontasi untuk mendongkrak kepopulerannya menjelang pemilihan presiden Maret 2019.

Angela MerkelHak atas fotoHAYOUNG JEON/EPA
Image captionAngela Merkel mengingatkan bahwa solusi militer bukanlah jawaban atas konflik Rusia-Ukraina.

Sementara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel menyalahkan Presiden Putin sepenuhnya atas masalah dengan Ukraina.

Ditambahkan ia akan membicarakan masalah itu dengan Putin di sela-sela KTT G20 di Argentina pada Jumat dan Sabtu ini.

"Kami akan memastikan hal ini dilakukan, dan kami meminta Ukraina untuk menempuh jalan serupa karena kami tahu kita hanya bisa menyelesaikan segala masalah dengan cara masuk akal dan melalui dialog.

"Tidak ada solusi militer untuk mengatasi sengketa ini," papar Merkel ketika memberikan keterangan bersama dengan Perdana Menteri Ukraina, Volodymyr Groysman, di Berlin, Kamis (29/11).

Konfrontasi di laut lepas pantai KrimeaHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionAngkatan Laut Rusia menghadang kapal-kapal Ukraina yang dituding memasuki perairan Rusia secara ilegal.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Petro Poroshenko mendesak kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mengirim armada kapalnya menyusul konfrontasi tersebut.

Peristiwa terjadi ketika dua kapal artileri Ukraina dan kapal tunda berlayar dari Pelabuhan Odessa di Laut Hitam ke Mariupol di Laut Azov.

Ukraina mengklaim pihak Rusia mencoba menghadang tiga kapal itu dan menabrak kapal tunda.

Ketiga kapal tersebut melanjutkan pelayaran ke arah Kerch, tetapi dihadang kapal tanker. Rusia lantas mengerahkan dua kapal tempur dan dua helikopter ke area tersebut. Kapal-kapal Ukraina dituduh memasuki perairan Rusia secara ilegal.

Pihak berwenang Rusia mengakui salah satu kapal patrolinya menggunakan kekerasan untuk menahan tiga kapal Ukraina.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Ukraina
Konflik Rusia-Ukraina: Trump Batalkan Pertemuan dengan Putin
Ukraina Berlakukan Hukum Darurat Perang Tanggapi Aksi Rusia
Sutradara Ukraina Dihukum 20 Tahun Penjara oleh Rusia
Ukraina Terlibat Perang Nyata dengan Rusia
Ledakan Gas di Tambang Batu Bara Ukraina, 33 Tewas
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kornas Anak Republik Berharap Capres Jokowi dan Prabowo Bertemu Langsung Tanpa Utusan
Muffest 2019, Gaungkan Identitas Busana Muslim Indonesia
Ini Kata KPK Soal Pengakuan Tersangka Bowo Terima Uang dari Mendag Enggartiasto
Caleg PDIP Jadi Tersangka Pembakaran Kotak Suara di Jambi
Sembuh, Sandiaga Perintahkan Semua Pendukung Kawal C1
Data C1 Tak Seluruhnya Benar, C Plano Adalah Kunci
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ini Kata KPK Soal Pengakuan Tersangka Bowo Terima Uang dari Mendag Enggartiasto
Data C1 Tak Seluruhnya Benar, C Plano Adalah Kunci
Cegah Konflik Usai Pemilu, MUI Keluarkan Tausiyah Kebangsaan
DKPP Mesti Periksa Komisioner KPU Yang Coba Curangi Perhitungan Suara Pilpres
Sebut Ada Kecurangan Massif, Fahri Hamzah: Kita Harus Serius dan Bersatu
Prabowo: Saya Akan Jadi Presiden Untuk Semua Rakyat, Termasuk Pendukung Jokowi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]