Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Hoax
Komunitas Jurnalis Pesantren Ajak Masyarakat dan Media Massa Perangi Hoax untuk Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan
2018-10-26 05:29:33

Pemateri dari Komunitas Jurnalis Pesantren saat memberikan paparannya pada diskusi media yang digelar oleh media kataindonesia.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komunitas Jurnalis Pesantren mengajak media massa dan masyarakat luas memerangi berita bohong atau Hoax yang marak terjadi saat ini, yang tentunya akan berdampak bagi stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan para insan media yang menamakan diri Komunitas Jurnalis Pesantren yakni terdiri dari santri, jurnalis dan para pekerja media di beberapa perusahaan media massa nasional.

Luqman Rimadi sebagai Redaktur News Liputan6, menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan peran media yaitu dengan membangun kesadaran masyarakat Indonesia guna mendukung keberlanjutan pembangunan nasional dan program pemerintah, salah satunya melawan berita hoax (kabar bohong) untuk mewujudkan nawacita di bidang ekonomi.

"Mengoptimalkan peran media dalam nawacita pemerintah yaitu dengan membangun persepsi masyarakat akan bahaya hoax agar pemerintah bisa fokus melanjutkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan asas kerakyatan" papar Luqman saat menjadi pemateri pertama dalam diskusi dengan tema "Peran Publikasi Media: Antara Berita Hoax dan Capaian Kebijakan Ekonomi Pemerintah Indonesia", di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/10).

Sementara Erdy Nasrul sebagai Redaktur Pelaksana Koran Republika) sebagai pemateri kedua menyoroti tentang pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla yang dinilai telah sukses dalam membangun pondasi ekonomi nasional.

"Saat ini pemerintah sedang membangun pondasi ekonomi nasional dan dapat membuka jalan bagi perkembangan ekonomi nasional di masa depan yang lebih menjanjikan," ujarnya sebagai pemateri.

Ia berharap peran media dan masyarakat dalam menyebarluaskan informasi terkait capaian pemerintahan dapat sesuai dengan bukti yang akurat dan bukan hoax.

"Media bersama masyarakat harus mempromosikan capaian pembangunan nasional guna melawan berbagai berita hoax yang merugikan bangsa, pemerintah, dan keberlangsungan ekonomi Indonesia. Saat ini (pemerintahan Jokowi) sedang membangun pondasi ekonomi terbukti dengan capaian mengatasi pelemahan Rupiah dan membuat kebijakan tegas untuk pengusaha tambang dan migas," jelas Erdy.

Ketua penyelenggara diskusi yang sekaligus pemimpin redaksi media Kata Indonesia, Hafyz Edy Marshal mengatakan bahwa Media selaku arus utama untuk membendung berita hoax, karena media harus mampu mengedukasi publik dengan berita yang akurat, berimbang dan memihak kebenaran.

"Kemajuan teknologi, mengakibatkan masyarakat terus menuntut kemudahan akan akses informasi. Media merupakan sarana yang paling tepat untuk penyebaran informasi kepada publik. Dengan demikian, pengelola media harus memiliki kemampuan jurnalistik yang baik sehingga informasi yang disampaikan kepada publik mudah difahami dan bermanfaat untuk bangsa" ujar Hafyz.

Hadir peserta dalam diskusi yang bekerjasama antara media KataIndonesia dengan Komunitas Jurnalis Pesantren kali ini antara lain, pengusaha dan rekan-rekan media.(bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait Hoax
Dosen UI: Jika Sebar Hoaks, Tokoh Agama Paling Berdosa
HMPI: Hoaks Buat Netizen Lebih Hebat dari Quraish Shihab
LIPI: Ada 3 Provinsi di Indonesia Rawan Hoaks
Pengamat: Hoaks Justru Sebabkan Stagnan Elektabilitas Capres
Tim PMJ Ungkap Pelaku Penyebar Hoax 7 Kontainer Berisi Surat Suara Tercoblos
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dosen UI: Jika Sebar Hoaks, Tokoh Agama Paling Berdosa
Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
HMPI: Hoaks Buat Netizen Lebih Hebat dari Quraish Shihab
Guntur Romli: Hoaks Sebabkan Kualitas Demokrasi Turun
Abdul Basyid Has: Pemkot Batam Harus Tunjukan Komitmen Berantas Korupsi, Bukan Sebaliknya.
Sumdaling PMJ Menangkap 6 Tersangka 'dokter' Penyunting Gas Oplosan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi
Inilah Deretan Penghargaan Diraih Pemrov DKI Jakarta Dibawah Kepemimpinan Anies Baswedan
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar Acara Millennial Road Safety Festival 2019
LIPI: Ada 3 Provinsi di Indonesia Rawan Hoaks
Polri Siap Meluncurkan Gebrakan Milenial Road Safety Festival Guna Menekan Angka Kecelakaan
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]