Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Penipuan
Komisaris dan Direktur Asuransi Bumi Asih Jaya di Tahan Polisi
2017-09-22 20:08:41

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta.(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit Kamneg Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, hingga saat ini masih terus melakukan penyidikan perkara tindak pidana yang dilakukan oleh Komisaris RS dan Direktur BS, PT. Asuransi Bumi Asih Jaya (PT. BAJ) dalam masalah kepailitan.

Guna mempermudah langkah pemeriksaan dan upaya preventif agar RS dan BS tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti, maka usai diperiksa keduanya langsung ditahan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta membenarkan penahanan tersebut saat dihubungi.

"Iya betul, sudah ditahan. Ditangani Subdit Kamneg AKBP Dedi Murti," ujar Nico kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/9).

Pada saat diperiksa hingga malam hari, Kamis (21/9) kedua tersangka sudah dijebloskan ke dalam penjara untuk langkah penyidikan selanjutnya.

Seperti diketahui sebelumnya kedua tersangka RS dan BS pernah mangkir dari panggilan penyidik dalam perkara ini, sesuai LP No.: LP/5832/XI/ 2016/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 25 November 2016, dalam perkara tindak pidana perbuatan merugikan pemiutang atau orang yang mempunyai hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 399 dan/atau 400 KUHPidana.

Albert Simamora selaku kuasa hukum Gindo Hutahaean (Kurator) PT. BAJ yang melaporkan menjelaskan sesuai keterangan Dir Krimum, kasus ini sudah ditangani Unit IV Subdit Kamneg Direskrim PMJ.

"Dimana objek perkara berupa uang/boedel pailit sebesar Rp. 12.445.507.000,- (Dua Belas Milyar Empat Ratus Empat Puluh Lima Juta Lima Ratus Tujuh Ribu Rupiah)," ujar Albert di Jakarta, Jumat (22/9).

Ditambahkannya sebanyak kurang lebih 32.000 orang nasabah/kreditur PT BAJ menginginkan proses hukum berjalan secara adil.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Penipuan
Polisi Menangkap WN Nigeria Mengaku Tentara Amerika Menipu via Facebook
Polisi Menangkap 3 Pelaku Penipuan Mengaku Kapolsek Papua yang Pindah
Kasus Pemalsuan Dokumen Klaim Asuransi Allianz Life Terus Diproses, Polisi Tahan 3 Tersangka
Asuransi Alliaz Life Menduga 4 Nasabah dan 1 Pengacara Jadi Tersangka karena Motif Ekonomi
Alamaak, Mengaku Cucu Prof Moeslim Taher, Pramugari Cantik Menipu
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Muhammadiyah dalam Amalnya Tidak Berpikir Untung Rugi
Gubernur Anies Baswedan Bertemu Presiden Turki di Istanbul
Ibu Negara Iriana Melepas Peserta Lomba Kartini Run 2018
Ahli Ekonomi Ichsanuddin Noorsy: Holdingisasi BUMN Harus Penuhi Syarat
PD Sindir PDIP: Dulu BBM Naik Sampai Nangis-nangis!
Prajurit TNI dan Polri Jangan Menyakiti Hati Rakyat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Gubernur Anies Baswedan Bertemu Presiden Turki di Istanbul
Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing
Dewan Pers Digugat ke Pengadilan atas Perbuatan Melawan Hukum
Banyak Proyek Infrastruktur Runtuh, Jokowi Pura-Pura Tidak Tahu
Fahri Hamzah: Pemerintah Harus Segera Mencabut Perpres TKA
Amien Rais Disebut 'Politikus Comberan', PAN Kesal dan Angkat Bicara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]