Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kasus Import Daging
Ketua KPK: Maharani Ditangkap di Kamar Hotel dan Berusaha Tutupi Tubuhnya
Wednesday 06 Feb 2013 22:13:23

Maharani, mahasiswi muda yang kedapatan saat bersama Ahmad Fhatanah di Hotel Le Meridien.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gonjang ganjing kronologis penangkapan Ahmad Fhatanah dan Maharani Suciyono, alias Rani, di Hotel Le Meridien terjawab sudah, walau sebelumnya Selasa (5/2) lalu Maharani mengatakan bahwa dia dan tersangka pelaku suap (AF) ditangkap di lobby Hotel Le Meridein.

Namun hari ini Rabu (6/2) selesai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan bahwa, (AF) dan Maharani tertangkap di dalam kamar hotel, serta berusaha untuk menutupi bagian tubuhnya.

"Ketangkapnya dikamar dan di hotel sama saja kan, kalau saya mengatakan di kamar," ujar Abraham.

Mengenai ada tidaknya rekaman video sur saat penangkapan antara (AF) dan Maharani, ketua KPK Abraham Samad menjawab, "tidak boleh melakukan hal itu, karena pastilah kalau ditangkap orang harus malapisi tubuhnya, dengan apalah itu, enggak mungkin orang kan terus bertelanjang bulat," kata Abraham Samad.

Sementara dalam pemberitaan sebelumnya Maharani beralasan mengapa mau diajak bertemu dengan orang yang baru di kenal?, Maharani mahasiswi muda yang kedapatan saat bersama Ahmad Fhatanah di Hotel Le Meridien, membatah dan mengatakan hanya di lobby hotel saja.

Maharani mengaku, awalnya sempat kaget dan menanyakan apakah uang 10 juta yang di berikan (AF) itu palsu.

Inilah alasan Maharani, mengapa mau diajak bertemu dengan orang yang baru dikenal?, "saya berfikir positif agar tidak dikatakan sombong, masa kenalan saja tidak boleh," ujar Rani.

Alasan menerima uang pemberian Ahmad Fhatanah?, "karena saya tidak mau munafik lah, siapa sih yang tidak mau menerima uang 10 juta," ujar Rani dalam jumpa persnya.(bhc/put)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Kasus Import Daging
Suap LHI, Maria Elizabeth Liman Dituntut 4,5 Tahun Bui
Kasus Suap Impor Daging, KPK Tahan Maria Elisabeth Liman
Luthfi Hasan Ishaaq Divonis 16 Tahun Penjara
Jelang Vonis, Luthfi: Saya Hanya Berharap yang di Atas
Akui Fasilitasi Bos Indoguna
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Petinggi PPP Islah, Menuju Indonesia Berkah
Mahfud MD Tetap Maju pada Bursa Capres dan Cawapres
MK Tolak Gugatan UU Kejaksaaan, Antasari: Penahanan Saya Batal Demi Hukum
Penerimaan Pajak dari Sektor Minerba Tidak Optimal
Hebat, Aceng Fikri Melenggang ke Senayan
Ruhut Sitompul: SBY Jadi King Maker, Akan Ada Capres yang Jadi Korban
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Petinggi PPP Islah, Menuju Indonesia Berkah
Mahfud MD Tetap Maju pada Bursa Capres dan Cawapres
MK Tolak Gugatan UU Kejaksaaan, Antasari: Penahanan Saya Batal Demi Hukum
Hebat, Aceng Fikri Melenggang ke Senayan
Kembali, Gamawan Fauzi Membantah Terlibat Kasus Korupsi e-KTP
IWO Minta Aparat Kepolisian Segera Proses Kaur Desa 'Biadab'
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer | Buku Tamu

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]