Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
DPR RI
Ketua DPR Ingatkan Ancaman Infiltrasi Budaya Asing
2019-02-01 15:52:17

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berfoto bersama usai menerima pengurus Mufakat Budaya Indonesia (MBI).(Foto: Geraldi/rni)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan bahwa infiltrasi budaya asing ke Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. Kehidupan masyarakat Indonesia yang dikenal dengan nilai-nilai luhur budaya, saat ini kian terancam. Bangsa Indonesia seperti mulai kehilangan jati diri sebagai bangsa yang beradab. Karena itulah, saat ini visi Presiden Joko Widodo fokus pada pembangunan manusia Indonesia.

"DPR RI dan pemerintah sudah melahirkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dimana kebudayaan yang lahir dari kearifan lokal harus menjadi landasan dalam pembangunan nasional dan daerah," ujar Bamsoet, sapaan akrabnya, saat menerima pengurus Mufakat Budaya Indonesia (MBI), di ruang kerja Ketua DPR RI, Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/1).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, salah satu visi pembangunan Presiden Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, merupakan salah satu bentuk manifestasi budaya bahari yang merupakan kekuatan utama Bangsa Indonesia. Budaya sebagai haluan pembangunan merupakan salah satu jalan bagi bangsa Indonesia untuk bertransformasi dari 'bangsa besar' menjadi 'bangsa pemenang'.

"Saat ini, budaya Korean Pop (K-Pop) sudah hampir menguasai dunia, bersaing ketat dengan budaya barat. Kita memang mengalami ketertinggalan. Namun, bukan berarti tidak bisa mengejar. Oleh karena itu, pemajuan kebudayaan harus dimulai dari diri kita masing-masing, dari keluarga dan lingkungan sekitar," tutur Bamsoet.

Terkait hal tersebut, legislator dapil Jawa Tengah VII ini mengajak semua anak bangsa kembali ke jati diri manusia Indonesia yang sesungguhnya, dimana gotong royong dan tenggang rasa menjadi salah satu cirinya.

"Semboyan Bhineka Tunggal Ika memiliki makna yang sangat mendalam, menunjukkan tingginya karakter bangsa dalam hal toleransi. Namun ironisnya, saat ini kita seolah melupakannya. Sudah waktunya kita kembali ke titik semula, kembali menjadi manusia Indonesia seutuhnya," pungkas Bamsoet.

Pengurus MBI yang hadir antara lain Koordinator MBI Radhar Panca Dahana, Hubungan Masyarakat (Humas) MBI Olivia Zalianty, Komisi Strategis MBI Connie Bakrie, Suhadi Sendjaja dan Niniek L Karim.(pp/sf/DPR/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait DPR RI
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia
FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Bawaslu Diimbau Beri Laporan Evaluasi
Fadli Zon Luncurkan Buku 'Strengthening The Indonesian Parliamentary Diplomacy'
Komisi III Tolak Keempat Calon Hakim Agung
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
5 Mantan Danjen Kopassus Siap Pimpin Aksi Demo 22 Mei 2019 Mendatang
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]