Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
UKM
Kerjasama Intensif ICSB dan Al Azhar, Kembangkan Riset Muslimpreneurship
2019-01-30 19:29:33

Suasana penandatanganan nota kesepahaman antara ICSB dan UAI, yang disaksikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah.(Foto: BH /na)
JAKARTA, Berita HUKUM- International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, menjalin kerjasama dengan Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dalam mengembangkan muslimpreneurship di Indonesia.

ICSB sendiri merupakan organisasi non-profit yang fokus pada pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, serta didukung oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia.

Founder & Chairman ICSB Indonesia, Hermawan Kartajaya mengatakan bahwa program dari ICSB Indonesia didukung oleh empat pilar yang terdiri dari pemerintah, akademisi, periset, dan pelaku bisnis.

"Terkait dengan pilar akademisi dan periset tesebut, ICSB Indonesia berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, salah satunya adalah Universitas Al Azhar Indonesia," katanya.

Hermawan juga menjelaskan bahwa, kerjasama intensif tersebut dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani kedua belah pihak di MarkPlus Main Campus, Rabu (30/1). Di dalamnya, terdapat tiga hal penting yang akan dilakukan.

"Pertama, riset kewirausahaan di Indonesia dalam perspektif Islam atau muslimpreneurship. Kedua, pemberdayaan UKM lokal di daerah dengan memperhatikan kearifan lokal atau local wisdom. Terakhir adalah pelibatan pengurus ICSB Indonesia dalam kegiatan belajar mengajar di Universitas Al Azhar Indonesia untuk topik kewirausahaan," jelas Hermawan.

Menurutnya, riset tentang muslimpreneurship menjadi relevan untuk konteks Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

"Semangat kewirausahaan yang mengedepankan nilai-nilai akhlak dan prinsip-prinsip muamalah dari Al Qur'an maupun Sunnah, diharapkan dapat melahirkan pebisnis-pebisnis yang bisa menciptakan dampak positif di bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan," pungkasnya.(bh/na)

Share : |

 
Berita Terkait UKM
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemboikotan Sawit Indonesia Oleh Uni Eropa Tidak Bisa Diabaikan
Bencana Asap Karhutla Coreng Diplomasi Sawit Indonesia
Tafsir 6A dan Tekanan Politik
Dr Jan Maringka: Penegakan Hukum Tidak Sama dengan Industri
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
Kejari Gunung Mas Tangkap Kontraktor Terduga Korupsi Dana Desa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]