Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Lapas
Kericuhan di Dalam Lapas Kls 1 Surakarta, Massa Vs Penghuni Lapas
2019-01-10 19:58:04

Tampak suasana saat kerusuhan terjadi di Lapas Kls 1 Surakarta, Kamis (10/1).(Foto: Istimewa)
SOLO, Berita HUKUM - Telah terjadi kericuhan antara Tahanan kelompok Laskar Islam dengan Napi Kriminal Biasa (Blok C1) bertempat di Rutan Kelas I Surakarta Jl. Brigjend Slamet Riyadi Kel. Kauman Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta pada Kamis (10/1) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sementara, Ahan, salah seorang warga yang tinggal di sekitar Lapas Surakarta tersebut saat dihubungi pewarta, ia mengatakan benar terjadi keicuhan tersebut.

"Tidak ada korban dari kedua belah pihak, sementara situasi kini telah dapat dikendalikan oleh pihak aparat keamanan gabungan Polres Surakarta, Brimob Detasemen C Polda Jateng, dengan bantuan pasukan TNI," ujar Ahan, Kamis (10/1).

Berikut kabar yang beredar dikalangan warga yang tinggal di sekitar Lapas by whatsapp yang diterima pewarta terkait kericuhan tersebut:

Kronologis kejadian sbb :

1. Kejadian kericuhan bermula dari jam besuk tahanan, di mana pada pukul 10.00 WIB sekitar 20 orang ikhwan laskar tiba ke Rutan Kelas I Surakarta untuk membesuk tahanan dari kelompok Laskar.

2. Pada saat itu para pembesuk dari kelompok laskar dibagi per kelompok 5 orang dengan waktu sekitar 20 menit untuk menemui tahanan laskar di Aula Rutan. Kelompok I kunjungan berjalan dengan aman.

3. Sekitar pukul 10.55 pada saat kloter kedua dan pembesuk kelompok laskar hendak pulang, mereka meneriakkan takbir. Teriakan Takbir dari kelompok laskar dibalas suara "Guk-Guk" dari tahanan Blok C1 (Napi kriminal) kelompok Agus A als Bebek (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian), Ucok D D (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian) dan Koes SDMi alias Iwan Walet (Kasus 170 KUHP/penganiayaan) yang sebelumnya pernah terjadi keributan antara kedua belah pihak, sehingga membuat ikhwan-ikhwan laskar emosi selanjutnya mendatangi Napi Blok C1 yang lantas dilempari batu oleh mereka dan kelompok laskar membalas lemparan tersebut hingga terjadi aksi saling lempar batu.

3. Melihat kejadian tersebut, pembesuk dari kelompok laskar langsung disuruh keluar oleh pihak Pengamanan Rutan dan tahanan dari kelompok laskar juga dipindahkan ke Ruang Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan. Sementara itu dari pihak Napi Kriminal biasa berusaha merangsek hingga menjebol pintu Blok C1 dengan Blok B.

4. Sekitar pukul 11.00 WIB 1 SST Dalmas Polresta Surakarta tiba di Rutan Klas I Surakarta dan langsung mengambil tindakan untuk menetralkan keadaan.

5. Pukul 11.35 WIB Wakapolresta Surakarta AKBP Andi Rifai didampingi Danramil 05/Pasar Kliwon Kapten Kurdi tiba di Rutan Klas I Surakarta selanjutnya menuju ke Blok B.

6. Pukul 11.50 WIBh Dandim 0735/Surakarta Letkol Inf Ali Achwan tiba di Rutan Klas I . Surakarta.

Sementara, Tahanan kelompok Laskar sbb :

a. Isan alias Abdullah I (33 th, kasus UU Darurat, Ekspirasi 2 Februari 2019)
b. Rahmad S (20 th, pasal 170 KUHP/Penganiayaan, Ekspirasi 28 Januari 2019)
c. Komari alias Komar (39 th, pasal 170 KUHP/Penganiayaan, Ekspirasi 16 Januari 2019)
d. Harnang T T (40 th, pasal 170 KUHP/Penganiayaan, Ekspirasi 16 Januari 2019)
e. Geri A R (19 th, pasal 170 KUHP/Penganiayaan, Ekspirasi 28 Januari 2019)

Tokoh Napi Kasus Kriminal antara lain :

a. Agus A als Bebek (30 tahun, Napi kasus 363 KUHP/Pencurian, putusan 30 hari dan ekspirasi 1 Februari 2019)

b. Ucok D D (Napi kasus 363 KUHP/Pencurian, putusan 30 hari dan Ekspirasi 16 Januari 2019)

c. Koes SDM alias Iwan Walet (Kasus 170 KUHP/penganiayaan, putusan 5 bulan 15 hari dan Ekspirasi 12 Januari 2019).(dbs/bh/sya)


 
Berita Terkait Lapas
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Baleg DPR Pinta Naskah Akademik dan Draf RUU yang Masuk dalam Omnibus Law
Korea Selatan: Sungai Memerah Tercemar Darah Bangkai Babi yang Dibunuh untuk Cegah Penyebaran Virus
Demonstrasi Hong Kong: Sekolah dan Universitas Ditutup karena Alasan Keamanan
Gawat Nih, Ketum Ikatan Guru Indonesia Imbau Guru Honorer Kompak Tinggalkan Ruang Kelas
Bos LJ Hotel Ternyata DPO PoldaSu Kasus Penipuan, Diminta Segera Ditangkap
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Komisi IX Upayakan Iuran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri Tidak Naik
Jelang Munas X Partai Golkar, Bamsoet Cooling Down agar Pendukungnya Tak Digeser dan Disingkirkan
Mafia Pangan Harus Diberantas
Ketum Anis Matta Sebut Partai Gelora Adalah Partai Islam dan Nasionalis
Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]