Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Kementerian Pertanian
Kementan Indonesia dan Denmark Rencana Jalin Kerjasama Investasi
2016-04-12 14:37:05

Tampak suasana pertemuan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman (kanan) bersama Menteri Lingkungan dan Pangan Kerajaan Denmark, Esben Lunde Larsen, di gedung Kementan Jakarta Selasa (12/4).(Foto: Humas Kementan/Fajar)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan), Andi Amran Sulaiman, hari ini, Selasa (12/4), mengadakan pertemuan dengan Menteri Lingkungan dan Pangan Kerajaan Denmark, Esben Lunde Larsen. Pertemuan keduanya membahas rencana investasi Denmark di sektor pertanian dan peternakan.

Usai dilakukan pertemuan tertutup, Mentan Andi Amran mengungkapkan, negeri yang terletak di wilayah eropa utara tersebut tertarik menanamkan investasi untuk rencana lima tahun.

"Ada sejumlah pembicaraan yang saling kami sampaikan. Pemerintah Denmark tertarik membangun peternakan. Mereka juga menyampaikan ketertarikannya untuk menanamkan uang, guna mengembangkan lahan jagung dan tebu," papar Andi Amran, di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan Jakarta Selatan.

Disebutkan, dana yang akan direncanakan untuk investasi telah disiapkan pemerintah Denmark sebesar Rp. 2 trilyun.

Amran menambahkan, guna mendukung rencana investasi Denmark, pihak Kementan menawarkan lahan yang tersedia, yaitu di Sulawesi Selatan, Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat.

"Ada lahan yang akan kami siapkan seluas 2 juta hektar. Satu juta hektar untuk peternakan sapi dan sisanya, 500 ribu hektar untuk jagung dan sisanya 500 ribu hektar untuk perkebunan tebu," jelas Andi Amran.

Diakhir jumpa pers, Mentan Andi Amran menyatakan, pertemuan intensif akan dilanjutkan.

"Kemungkinan pada tahun ini, pertemuan selanjutnya akan dilanjutkan dengan bentuk tanda tangan kerjasama. Saat ini sebatas pembicaraan," pungkasnya.(bh/rar)


 
Berita Terkait Kementerian Pertanian
 
Kepala BKP Kementan: Sistem Logistik Ketahanan Pangan Nasional Harus Kita Benahi
 
Menteri Pertanian Janjikan Modal KUR Rp 50 Juta untuk Mahasiswa UNG yang Ingin Bertani
 
Mentan Syahrul Minta Polisi Turut Menjadi Pelopor Kemajuan Pertanian
 
Banyak Bantuan Ayam yang Mati di Kabupaten Boalemo, LSM GERAK akan Laporkan Ke Menteri Pertanian
 
Bantuan Ayam Super di Kabgor Banyak Mati, Distributor Terkesan Lepas Tangan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Tak Kantongi Izin Kemenkumham
Jelang Penerapan 'New Normal', Pemerintah Perketat PSBB di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota
Amien Rais Sebut New Normal Itu Pengelabuan dan Menyesatkan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Mulai Diadili dalam Kasus Dugaan Korupsi
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Data Jutaan WNI Diduga Dibobol Peretas dari KPU, 'Bisa Disalahgunakan untuk Kejahatan Siber'
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Covid-19
Netty Prasetiyani: 'Indonesia Terserah' Muncul karena Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]