Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Hutan
Kelompok Tani PG Logo Jaya Melakukan Sosialisasi Permen LHK Nomor P 43 Agar Hutan Terjaga dan Rakyat Sejahtera
2018-10-24 19:25:13

Tampak suasana saat acara sosialisasi dan diskusi dari Kelompok Tani Pelestari Gunung (PG) Logo Jaya.(Foto: BH /bar)
BOGOR, Berita HUKUM - Acara sosialisasi Kelompok Tani Pelestari Gunung (PG) Logo Jaya,
menghimbau masyarakat agar lebih meningkatkan peran aktif serta kepedulian mereka untuk menjaga hutan, karenanya hal ini juga dapat mendorong tingkat kesejahteraan rakyat dengan turut andil melestarikan hutan, khususnya yang berada dikawasan Taman Nasional Gunung Salak (TNGS).

Digelarnya acara sosialisasi yang dikemas dengan diskusi bersama, dengan tema 'Permen LHK Nomor P.43/MENLHK/Setjen/KUM.1/6 2017 Sebagai Wujud Implementasi Nomor 49 PP 108 Tahun 2015, Guna Mendukung Pemilu Damai 2019' agar hutan terjaga dan rakyat sejahtera.

Acara sosialisasi tentang pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam ini diadakan karena, sebab memiliki alasan yang cukup pelik pula karena terjadi fenomena aneh, adanya temuan-temuan penyimpangan yang terjadi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Tenjolaya, Kab. Bogor, dimana terjadi kerusakan parah pada pohon Pinus di Taman Nasional (TN) tersebut yang disinyalir akan berdampak terhadap kerusakan lingkungan.

Tragisnya peristiwa tersebut didapat juga informasinya dari berbagai laporan-laporan beberapa pihak yang sudah observasi langsung, serta didukung juga dengan adanya beberapa pemberitaan yang beredar, bahwa adanya pengrusakan pohon lindung tersebut dilakukan dengan cara 'Disadap'(diambil getahnya) dan hal ini kabarnya sudah berlangsung lama, bahkan warga sekitar pun tidak tahu persisnya bagaimana awal mulanya terjadi pengrusakan tersebut.

Kendati demikian dalam hal ini, kelompok tani, PG Logo Jaya, yang bergerak dalam bidang Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK) menghimbau dan mengajak masyarakat agar mau lebih berperan aktif lagi untuk lebih peduli lagi dalam menjaga, melestarikan hutan, sebab hal ini juga bisa dikategorikan sebagai salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar taman nasional Gunung Salak (TNGS).

Sementara itu terkait hal ini, ketua PG Logo Jaya, Jajang Sudrajat menjelaskan, seperti yang kita ketahui bersama, melihat kondisi momentum akan mendekati tahun Pemilu 2019 mendatang, dimana akan diselenggarakan pesta demokrasi Republik Indonesia, yang akan menjelang pemilihan legislatif (Pileg) serta pemilihan Presiden (Pilpres), diharapkan, agar masyarakat untuk dewasa dalam menyikapi dan melakukan proses politik yang santun.

"Untuk itu saya menghimbau juga kepada masyarakat agar mendukung pemilu damai 2019 mendatang tanpa hoax dan No SARA," ujar ketua PG Logo Jaya, yang akrab disapa kang Eko ini mengatakan saat acara berlangsung di Telaga Malimping, Cigombong, Bogor, Rabu (24/10).

Acara sosialisasi PG Logo Jaya terpantau berlangsung dengan sukses, yang dihadiri ratusan peserta yang mendominasi dari kelompok tani serta dihadiri dan diisi para pemateri oleh beberapa narasumber dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili Sekjend (KSDAE KLHK), Polres Bogor/Kapolsek Cijeruk, Danramil 2123/Cijeruk, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.(bh/bar)

Share : |

 
Berita Terkait Hutan
Deforestasi Hutan Brasil Mencapai Titik Terparah Dalam Satu Dekade Terakhir
Kelompok Tani PG Logo Jaya Melakukan Sosialisasi Permen LHK Nomor P 43 Agar Hutan Terjaga dan Rakyat Sejahtera
Legislator Ungkap Adanya Rencana Penghapusan UU Kehutanan
Legislator Minta Pemerintah Berikan Lahan Hutan Tidak Produktif ke Masyarakat
Inpres Moratorium dan Permen LHK; Melegalkan Deforestasi, Melanggengkan Bencana Ekologis
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dosen UI: Jika Sebar Hoaks, Tokoh Agama Paling Berdosa
Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
HMPI: Hoaks Buat Netizen Lebih Hebat dari Quraish Shihab
Guntur Romli: Hoaks Sebabkan Kualitas Demokrasi Turun
Abdul Basyid Has: Pemkot Batam Harus Tunjukan Komitmen Berantas Korupsi, Bukan Sebaliknya.
Sumdaling PMJ Menangkap 6 Tersangka 'dokter' Penyunting Gas Oplosan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi
Inilah Deretan Penghargaan Diraih Pemrov DKI Jakarta Dibawah Kepemimpinan Anies Baswedan
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar Acara Millennial Road Safety Festival 2019
LIPI: Ada 3 Provinsi di Indonesia Rawan Hoaks
Polri Siap Meluncurkan Gebrakan Milenial Road Safety Festival Guna Menekan Angka Kecelakaan
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]