Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Pungli
Kejari Samarinda Menangkap Dwi Hary Winarno Terpidana Kasus Mega Pungli Komura
2018-07-12 23:10:32

Terpidana Kasus Pungli Komura di vonis 10 Tahun penjara Dwi Hari Winarno pada, Kamis (12/7) pukul 20.50 Wita Malam di eksekusi di Lama kls 2A Jl. Sudirman Samarinda.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) Kamis (12/7) sekitar pukul 20.50 Wita telah melakukan eksekusi terhadap Dwi Hari Winarno, Sekretaris Komura Samarinda adalah satu dari empat terpidana kasus Mega Pungli komura Samarinda yang divonis bersalah oleh Mahkamah Agung RI selama 10 tahun penjara.

Informasi yang berhasil dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com, Dwi Hari Winarno diamankan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan di terminal kedatangan pada, Kamis (12/7) sekitar pukul 17.00 Wita.

Penangkapan terhadap terpidana Dwi dalam kasus Mega Pungli Komura Samarinda di bandara pada terminal kedatangan Bandara Sepinggan dilakukan oleh tim Kejaksaan Negeri Samarinda bersama Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur yang di backup oleh Reskrim Polres Samarinda, Brimob Polda Kaltim dan Reskrim Polda Kaltim, Dwi saat diamankan tidak ada perlawanan.

Sekitar pukul 20.50 Wita terpidana Dwi yang didampingi Zainal Kasi Pidum Kejari Samarinda serta Plt Kasi Intel Kejari Samarinda dan Jaksa Yudi salah satu JPU turun dari mobil yang membawanya dari Balikpapan yang langsung masuk menjebloskannya ke Lapas kelas 2A Sudirman, Samarinda.

Sampai saat ini belum belum ada keterangan resmi baik dari Kasi Pidum Kejari Samarinda maupun Plt Kasi Intel Kejari Samarinda terkait penangkapan yang dilakukan terhadap Dwi, salah satu terpidana kasus mega pungli komura Samarinda, demikian juga dengan status terpidana lainnya Jafar Abdul Gaffar, serta terpidana Abun dan terpidana Noor Ardiansyah alias Elly.

Untuk diketahui, terdakwa kasus mega pungutan liar atau Pungli di Pelabuhan Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Kota Samarinda, yang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Mabes Polri terhadap Ketua Koperasi Samudera Usaha (Komura) Jafar Abdul Gaffar dan sekretarisnya, Dwi Hari Winarno (12/12/2016) lalu, juga terhadap Heri Susanto alias Abun dan sekertaris koperasi serba usaha Noor Asriansyah (Elly) semuanya divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Samarinda pada Kamis (21/12/2017) lalu, dalam putusannya majelis menilai terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan pungli seperti dakwaan jaksa penuntut umum. Namun oleh JPU langsung mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI di Jakarta.

Dalam sidang Kasasi yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Artidjo Alkostar yang di dampingi Salman Lutham dan Suhadi sebagai anggota, menjatuhkan Vonis terhadap Jafar Abdul Gafar 12 tahun penjara dengan denda Rp 2,5 Milyar dan Dwi Hari Winarno di Vonis 10 tahun penjara dengan denda Rp 2,5 tahun penjara.

Sementara, terpidana Heri Susanto alias Abun juga di vonis Mahkamah Agung selama 6 tahun penjara dengan denda Rp 2 Milyar.

Sementara kepala Lapas kelas 2A Jl. Sudirman Samarinda, Muhammad Iklan di konfirmasi pewarta Kamis (12/7) malam membenarkan bahwa ada informasi malam ini ada eksekusi dari Kejaksaan Negeri Samarinda yang di tahan di Lapas, yang penting kondisi terpidana sehat ya kita terima, kalau tidak sehat atau sakit kita tidak terima, tegas Ikhsan singkat.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Pungli
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Data Jutaan WNI Diduga Dibobol Peretas dari KPU, 'Bisa Disalahgunakan untuk Kejahatan Siber'
PKB: Semua Melemah, Sumber Nafkah Sulit Dan Kebijakan Terkesan Colong-colongan
Pandemi Covid-19 Timbulkan Dilema Ekonomi
Dikaitkan HUT PKI, Konser Iwan Fals pada Malam Takbiran Ditunda
Berupaya Selamatkan Bangsa, KMPK Terus Bergerak Galang Dukungan Gugat UU Corona No 2/2020
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Covid-19
Netty Prasetiyani: 'Indonesia Terserah' Muncul karena Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]