Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Proyek Kementerian PUPR
Kejari Buntok Tingkatkan Ke Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Jembatan Bangkuang - MTU Rp 54 Milyar
2018-11-10 15:32:32

Ilustrasi. Tampak salah satu proyek jalan di Barito Selatan.(Foto: Istimewa)
BUNTOK, Berita HUKUM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bunto - Barito Selatan, Kalimantan Tengah (Kalten) pada, Jumat (9/11) memeriksa 2 orang saksi dari penyelidikan ke penyidikan terkait dugaan Korupsi salah satu paket proyek peningkatan jalan dan jembatan Kecamatan Bangkuang - MTU Barito Selatan senilai Rp 54 Milyar.

Kasi Pidsus Kejari Buntok, Bayu Fermady juga menjelaskan bahwa menaikkan status dugaan kasus suap proyek multiyears menjadi penyidikan dengan memeriksa dua orang saksi, yakni HP dan MS.

"Dugaan korupsi dalam salah satu proyek peningkatan jalan dan jembatan Bangkuang - MTU sistim multiyerd senilai Rp 54 milyar dinaikan ke tingkat penyidikan dengan memeriksa 2 orang saksi, Jumat (9/11)," ujar Kepala Kejari Barsel, Douglas Oscar Berlian Riwoe SH, melalui Kasi Pidsus, Bayu Fermady, SH. MH pada, Jumat (9/11) malam.

Pemeriksaan terhadap kedua saksi oleh penyidik Pidsus Kejari Buntok pada Jumat dari pukul 08.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB, keduanya koperatip dalam menjawab pertanyaan penyidik, terang Bayu.

Bayu juga mengatakan proyek peningkatan jalan dan jembatan Bangkuang - MTU sistim tahun jamak (multiyeard) dari Kementerian PUPR dengan total senilai Rp 300 Milyar, jelasnya.

" Pemanggilan / Pemeriksaan terhadap MS dan HP, adalah kelanjutan dari pemeriksaan terkait adanya dugaan kasus suap dalam pelaksanaan proyek multiyears yang ada di Kabupaten berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus ini.

"Keduanya dipanggil hari ini, sebagai saksi dalam kasus dugaan suap proyek tahun jamak, berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa minggu sebelumnya dan gelar perkara yang sudah dilakukan, maka status kasus ini kami naikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan," terang Bayu.

Selaku Kasi Pidsus Bayu menambahkan bahwa penyidikan baru dimulai pada, Selasa (6/11) dan baru memeriksa dua saksi pada, Jumat (9/11) dengan harapan pada akhir bulan Nopember penyidik sudah bisa menyelesaikan pemeriksaan semua saksi, hingga akhir bulan gelar perkara (ekspose) dapat dilakukan.

"Sekiranya jadwal pemeriksaan semua saksi berjalan sesuai dengan jadwal waktu yg direncanakan oleh tim penyidik kejari Barsel, maka akhir bulan Nopember 2018 dapat dilakukan gelar perkara (ekspose) untuk menetapkan nilai kerugian negara juga tersangka," pungkas Bayu Fermadi.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Kasus Proyek Kementerian PUPR
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Baleg DPR Pinta Naskah Akademik dan Draf RUU yang Masuk dalam Omnibus Law
Korea Selatan: Sungai Memerah Tercemar Darah Bangkai Babi yang Dibunuh untuk Cegah Penyebaran Virus
Demonstrasi Hong Kong: Sekolah dan Universitas Ditutup karena Alasan Keamanan
Gawat Nih, Ketum Ikatan Guru Indonesia Imbau Guru Honorer Kompak Tinggalkan Ruang Kelas
Bos LJ Hotel Ternyata DPO PoldaSu Kasus Penipuan, Diminta Segera Ditangkap
Pemohon Uji UU KPK di MK Sampaikan Perbaikan Permohonan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Komisi IX Upayakan Iuran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri Tidak Naik
Jelang Munas X Partai Golkar, Bamsoet Cooling Down agar Pendukungnya Tak Digeser dan Disingkirkan
Mafia Pangan Harus Diberantas
Ketum Anis Matta Sebut Partai Gelora Adalah Partai Islam dan Nasionalis
Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!
Bedah Kasus Unggahan Ade Armando, 'Meme Joker' Gubernur DKI Anies Baswedan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]