Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kasus Penghinaan
Kasus Video Viral Dugaan Penghinaan ke Presiden oleh Anak RJ Tetap Berproses
2018-05-25 14:20:37

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (25/5).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan kasus video viral dugaan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo sebagai simbol negara oleh seorang anak bernama RJ alias S (16) tetap berproses.

"Jadi untuk kasus video viralnya RJ, tetap di proses penanganannya karena dia masih di bawah umur, makanya kita mengacu sistem peradilan anak dan UU perlindungan anak," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (25/5).

Menurut Argo, Polisi mengacu pada pasal 32 UU sistem peradilan anak bahwa seorang anak bisa ditahan dengan syarat dapat dilakukan saat berumur 14 tahun atau lebih. Yang kedua ancaman pidanan 7 tahun atau lebih.

RJ ditempatkan di rumah anak berhadapan dengan hukum di Cipayung, Jakarta Timur. RJ dibawa ke Cipayung sejak Kamis (24/5) malam.

"Tadi malam anak tersebut kita titipkan, kita tempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan hukum, itu ada di daerah Cipayung, Jakarta timur di Panti Sosial Marsudiputra, Bambu Apus," jelasnya.

"Karena RJ kita kenakan pasal 27 ayat 4 UU ITE jo pasal 45, ancaman 6 tahun maka anak RJ tidak dipulangkan, tapi langsung kita tempatkan di penempatan anak berhadapan dengan hukum di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Yang pasti proses hukum tetap jalan," tutupnya.

Sementara, Beredar sebuah video berdurasi 19 detik di media sosial yang menjadi viral di dunia maya, video tersebut dibuat di sekolah RJ. Dalam video tersebut terlihat seorang remaja yang bertelanjang dada dan memegang foto Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Remaja tersebut kemudian menunjuk-nunjuk ke arah foto Presiden Jokowi dan melontarkan kalimat berisi hinaan, ujaran penuh kebencian, dan ancaman pembunuhan terhadap Presiden Jokowi. Kepada Polisi S mengaku membuat video tersebut sekitar tiga bulan lalu.

Pria itu juga menantang Jokowi sebagai Presiden RI untuk mencari dirinya dalam 24 jam.

Atas beredarnya video tersebut, kepolisian langsung bertindak cepat dan mengamankan remaja tersebut, Rabu (23/5).(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Kasus Penghinaan
Kasus Video Viral Dugaan Penghinaan ke Presiden oleh Anak RJ Tetap Berproses
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Soal Tarif Integrasi Tol JORR Rp 15.000, Ini Penjelasan Kementerian PUPR
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
Rachmawati Soekarnoputri: Jokowi Jauh dari Trisakti, 2019 Harus Ganti Presiden!
TNI Miliki Peran Penting Dalam Sukseskan Program Nasional
Indonesia Kondusif, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
APMI: Rizal Ramli Mampu Bawa Indonesia sebagai Kejayaan Negara Maritim
Polda Metro Segera Terapkan Tes Psikologi dalam Penerbitan SIM
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta
Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]