Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus BLBU
Kasus PT SHS, Direktur Keuangan Mas Darmawan Penuhi Panggilan Kejagung
Thursday 06 Jun 2013 09:21:41

Kapuspenkum Kejagung, Setia Untung Arimuladi.(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Keuangan dan Kepala Divisi PSO PT SHS dipanggil tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), untuk menjalani pemeriksaan terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan benih oleh PT Sang Hyang Seri (PT SHS Persero).

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi membenarkan, bahwa Mas Darmawan selaku Direktur Keuangan dan mantan Kepala Divisi PSO PT SHS dipanggil penyidik pidana khusus.

"Benar, pukul 10:00 WIB, yang bersangkutan diperiksa yang pada pokoknya terkait dengan realisasi dan klaim Subsidi Benih di PT SHS serta mekanisme pemberian bonus kinerja di PT SHS," kata Untung kepada Wartawan, Rabu (5/6) di Pers Room Kejagung.

Sebelumnya pada Selasa (4/6) kemarin, tim penyidik Kejagung juga telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi DR. Ir. Memet Gunawan selaku Komisaris Utama PT SHS, dimana sesuai penuturan Kapuspenkum Untung, bahwa pokok pemeriksaannya tentang mekanisme dan tata cara pemberian bonus kinerja dan jasa produksi di PT SHS.

Seperti diketahui kasus yang merugikan negara miliaran rupiah dan juga diduga kuat melibatkan oknum di Kementerian Pertanian ini, oleh Direktur Penyidikan (Dirdik) Pidana Khusus (Pidsus) Kejagung, Adi Toegarisman mengungkapkan jauh hari sebelumnya bahwa Kejaksaan telah melakukan penyelidikan ke lapangan di antaranya ke wilayah Jawa Tengah, Banten, Jambi dan Lampung, bahwa memang bermasalah, diantaranya penggelembungan (mark up) harga.(bhc/mdb)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Kasus BLBU
Perkembangan Kasus BLBU Rp 209 Milyar yang di Garap Kejaksaan
Tim Penyidik Kejagung Periksa 4 Saksi Kasus Proyek BLBU 209 Milyar
Negara Rugi Rp112 Miliar, Untung: Pelimpahan Sudah Dilakukan Hari Ini
3 Orang Pengawas Tanaman Diperiksa Penyidik Kejagung
Kasus BLBU, Dirjen Kementan Kembali Dipanggil Penyidik Kejagung
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Zulkifli Hasan: Waspada, Pancasila Diambang Kehancuran
Tim Advokasi Rakyat Dukung Mas Agus-Mpok Sylvi
Omset Dagang Sepatu Nike Palsu Capai Ratusan Juta
BPK: Tidak Sepantasnya Pertamina Untung Besar dari Jualan BBM Bersubsidi
Rekor Ada 100 Juta Follower, Selena Gomez Jadi 'Ratu Instagram'
Kekuatan Inti Pertahanan Bangsa Indonesia adalah Kemanunggalan TNI-Rakyat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BPK: Tidak Sepantasnya Pertamina Untung Besar dari Jualan BBM Bersubsidi
Ribuan Buruh Demo di MK, Istana, Balai Kota dan KPK
Mabes Polri Periksa Perwira Menengah yang Peras Terpidana Narkoba
Gusur Warga Bukit Duri, Pelanggaaran HAM Dilakukan Penguasa dan Penegak Hukum
Sebut Pikiran Ibas Ala Tukang Parkir, Muncul Petisi Pecat Ruhut
Besok, Polda Metro Jaya Himbau Hindari Lokasi Aksi Demo Buruh
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]