Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penganiayaan
Kapolsek Adonara Timur Diduga Membiarkan Pelaku Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan Bebas berkeliaran
2018-12-07 17:06:10

Rosnah Mahmud Ratuloly alias Rosna Bethan Uga di Desa Lamahala, Korban kasus penggeroyokan dan penganiayaan.(Foto: Istimewa)
ADONARA, Berita HUKUM - Kapolsek Adonara Timur (Adotim) Kabupaten Flores Timur (Flotim) Nusa Tenggara Timur (NTT) Iptu Ferdi, diduga membiarkan kasus penggeroyokan dan penganiayaan yang terdiri dari seorang ibu dan kedua orang anaknya di Desa Lamahala Jaya terhadap korban yakni Rosnah Mahmud Ratuloly alias Rosna Bethan Uga di Desa Lamahala, Kecamatan Adonara Timur, pada Kamis (6/12) sekitar pukul 20.30 malam yang dilaporkan oleh korban yang mendapat luka disekujur badan dan wajah hingga berlumuran darah, yang malam tadi langsung ke Markas Polsek di Waiwerang. Namun, hingga siang ini Polisi belum juga melakukan penangkapan dan penahanan terhadap ke 3 pelaku sehingga diduga dengan sengaja membiarkan pelaku kasus penggeroyokan tersebut berkeliaran.

Koban Rosnah Bethan kepada pewarta BeritaHUKUM.com mengatakan bahwa, dirinya malam tadi sekitar pukul 20.30 Wita habis sholat Isya didatangi ketiga pelaku yaitu Hajar Bahrun (45) bersama kedua anaknya Nurmadiyah (18) dan Fitriyani (20) tanpa sebab langsung menyerang korban membabi buta, membuat korban mengalami luka disekujur tubuh dan wajahnya hingga mukanya berlumuran darah.

"Malam tadi habis Sholat Isah Hajar Bahrun dan kedua anaknya tiba-tiba datang kerumah saya dan ketemu saya didepan rumah dan tiba-tiba mereka bertiga menyerang saya hingga babak belur dan muka saya berdarah-darah, dan malam tadi langsung saya lapor polisi dan polisi langsung bawa saya ke rumah sakit untuk visum, namun pelaku belum ditahan, alasan polisi hari senin (10/12) nanti baru ditangani," ujar Rosna Bethan.

Ronah juga mengatakan bahwa belakangan diketahu bahwa adanya profokasi atau omongan yang tidak benar dari, dikatan Rosnah bahwa saat dirinya pergi pesta ditanya oleh oleh Ose (40), "apakah moe pelala hala moon hajar, (apakah kamu tidak teguran dengan hajar)," dijawab "goe koi hala (saya tidak tau)," di jawab lagi oleh Ose, "nae irung wau (dia sangat pelit),' dan tidak dijawab lagi kalimat itu namun, si Ose yang prpvokator balikkan fakta seolah ucapan itu dari Rosnah Bethan yang di sampaikan kepada Hajar.

Kakak korban yang paling tua Ahmad Gajali Bethan (50) kepada pewarta sangat keberatan terhadap kasus pemukulan dan pengeroyokan terhadap adik kandungnya Rosnah Bethan, hingga berdarah-darah diwajah, dan meminta kepada kapolsek Adonara Timur untuk segera melakukan penangkapan dan penahanan terhadap pelaku, kenapa laporan tadi malam dibiarkan saja dengan alasan sibuk penyidik sehingga ditangan senin nanti, terang Gajali.

"Saya sangat keberatan dengan adik saya yang dipukul hingga berdara seperti itu dan keberatan Kapolsek Adonatar Timur tidak menahan para pelalu. Inikan kriminal murni, kejadian adanya bukti luka dan sudah di visum. Saya minta pelaku ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena adik saya sangat keberatan, dan mengancam akan melapokan ke Kapolres Flotim atau Kapolda NTT kalau Kapolsek Flotim tidak segera melakukan proses la[poran korban," ujar Gajali Bethan kakak korban.

Sementara, Kapolsek Adonara Timur Iptu Ferdi, ketika di konfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com, Jumat (7/12) siang usai shalat Jumat, alasan yang tidak masuk akal karena hanya mengatakan penyidiknya masih sibuk dengan kasus penyerobotan tanah, sehingga Senin (10/12) baru ditangani.

"Laporan korban sudah kami terima tadi malam dan sudah dilakukan visum, namun hari Senin (10/12) baru kami panggil perikasa, penyidik kami masih dilapangan urus penyerobotan tanah," ujar Ferdy.

Setelah ditanya mengenai kenapa pelakunya tidak langsung ditangkap dan diamankan karena itu kriminal murni ada korban luka-luka yang langsung melaporkan malam kejadian. Kapolsek Ferdy mengatakan, "berikan kami waktu segera kami tangani," pungkas Kapolsek Ferdy.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Penganiayaan
2 Pegawai KPK Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Bertugas Mengecek di Lapangan
Ketua DPRD Optimis Polisi Memproses Sesuai Hukum Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Rombongan Bupati TTU
Dua Anggota BPK RI Dianiaya Saat Audit Proyek di Nias
Kapolsek Adonara Timur Diduga Membiarkan Pelaku Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan Bebas berkeliaran
Ratna Sarumpaet Dianiaya, Teror 'Biadab' di Tangan Pemerintahan Sipil Produk Demokrasi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bagaimana Paus Fransiskus Tangani Skandal Seks di Gereja Katolik?
Kebakaran Dahsyat Lalap Kota Tua Ibu Kota Bangladesh, 78 Korban Tewas Terus Bertambah
Komunitas Peradilan Semu Universitas Jayabaya Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoaks
Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi
Anggota DPRD Kaur dari Partai Golkar Ditangkap Polisi terkait Narkoba
BAPPEDA Kaur Lakukan Sosialisasi Arah Pembangunan di Musrenbang 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi
Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan Shabu 30 Kg dalam Lampu Downlight Asal Malaysia
PMJ Memusnahkan Shabu 127 Kg, Ekstasi 92 Ribu Butir dengan 15 Tersangka Ditangkap
Pandangan Dr Rizal Ramli Pasca Debat Capres Kedua
BPN 02: Tuduhan Jokowi Soal Tanah Prabowo Bernuansa Fitnah, Berbahaya!
LPSK Siap Lebih Responsif, Efektif dan Transparan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]