Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Listrik
Kalsel Masih Krisis Listrik, Pemerintah Siapkan Perbaikan PLTU
Friday 08 Feb 2013 17:45:48

Gedung Badan Usaha Milik Negara (BUMN).(Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kalimantan Selatan yang hingga kini masih mengalami krisis listrik, membuat masyarakat resah, sebab telah mengganggu berbagai aktivitas, terutama dalam bidang perekonomian masyarakat. Padahal daerah yang kaya akan emas, intan dan batubara ini sangat perlu kondisi kelistrikan yang stabil.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku telah memerintahkan PLN untuk segera menyelesaikan ini. Dahlan yang juga mantan Direktur Utama PLN ini mengatakan, saat ini kelistrikan Kalimantan Selatan sebenarnya telah mendapatkan pasokan baru dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Asam-Asam unit III dan IV yang baru selesai dibangun. Kedua unit PLTU ini menghasilkan listrik masing-masing 65 megawatt (MW).

"Tapi unit I harus berhenti beroperasi untuk diperbaiki. Nanti jika unit I selesai diperbaiki, kira-kira sebulan lagi, maka unit II akan diperbaiki juga," ungkap Dahlan seperti disampaikan Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi, Jumat (8/2).

Menurut Dahlan dalam waktu 6 bulan ke depan, 4 unit PLTU Asam-Asam ini akan cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kalimantan Selatan.

Namun, ternyata masalah krisis listrik belum selesai begitu saja dengan beroperasinya 4 unit PLTU Asam-Asam secara penuh ini. Karena itu, Dahlan juga meminta PLN untuk membeli listrik dari pabrik baja milik Antam di wilayah Batu Licin yang menghasilkan listrik 15 MW bulan ini. "Saya minta agar PLN segera menyerapnya untuk kepentingan masyarakat Kalsel. Saya minta PLN segera membeli listrik dari pabrik baja tersebut karena pabrik baja tersebut kelebihan listrik 15 MW. Saya juga minta agar PLN segera membeli listrik dari pembangkit baru milik Adaro yang kapasitasnya cukup besar 2 x 30 MW untuk menambah kekuatan listrik di Kalsel," papar Dahlan.

Dahlan mengaku pernah mengunjungi PLTU milik Adaro yang diperkirakan 2-3 bulan lagi bisa menghasilkan listrik. Adaro menurut Dahlan tidak akan menggunakan listrik tersebut, karena itu lebih baik dibeli oleh PLN.

"Kesimpulan, kalau unit I dan II Asam-Asam sudah selesai, pembelian listrik dari pabrik baja Batu Licin sudah dilakukan, dan pembelian listrik PLTU milik Adaro sudah tidak ada masalah, maka listrik di Kalsel sudah sangat cukup. Semua itu kira-kira akan terjadi 6 bulan lagi. Begitu pulang dari Kalsel saya langsung mengadakan pembicaraan dengan PLN untuk merealisasikan semua itu," katanya.(dtk/bhc/mdb)

Share : |

 
Berita Terkait Listrik
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
Gerindra Ungkap Paradoks Kebijakan Pangan Rezim Jokowi
Raih Piala Adipura, Benny Tatung Apresiasi Kerja Keras Pemerintah Musi Banyuasin Wujudkan Sustainable City
Pemilu 2019 Tak Boleh Timbulkan Luka
GARBI: Divestasi Freeport, Indonesia Diakali McMoran dan Rio Tinto?
BNPT Adakan Raker dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
GARBI: Divestasi Freeport, Indonesia Diakali McMoran dan Rio Tinto?
BNPT Adakan Raker dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2019
Jelang Debat Perdana Pilpres 2019 Digelar KPU, PMJ Menyiapkan 4 Lapis Penjagaan
Menteri Agama: Pentingnya Jaminan Produk Halal Bagi Konsumen Muslim
Ditresnarkoba PMJ Menangkap 4 Tersangka Kasus Narkotika dengan 2,3 Kg Shabu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]