Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pahlawan Nasional
Kakek Dinobatkan Sebagai Pahlawan, Anies: Beliau Dari Mudanya Wartawan
2018-11-08 17:51:09

Anies Baswedan saat bersalaman dengan Jokowi di Istana Negara pada prosesi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kakeknya, A.R. Baswedan.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri pemberian anugerah Pahlawan Nasional untuk kakeknya, Abdurrahman Baswedan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/11). Anies hadir bersama keluarga dan sang ibu, Aliyah Rasyid Baswedan.

"Kebetulan saya pribadi tumbuh besar bersama dengan kakek satu rumah di Jogja. Dia, dari mudanya seorang wartawan, sampai akhir hayatnya. Kemanapun pergi selalu bawa kamera, kemanapun pergi selalu bawa tape recorder," ujar Anies di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (8/11).

Ia mengenang waktu masih di bangku Sekolah Dasar (SD), sering diminta almarhum kakeknya menjadi juruketik untuk setiap surat yang dikirim.

"Beliau tiap hari kirim surat. Saya jadi jurutulisnya. Jadi duduk di mesin ketik. Saya yang ketik, dia yang mendikte," ujar Anies.

Ia sudah lupa apa yang diketik waktu itu. Namun di ujung surat, lanjut Anies, sang kakek selalu meminta namanya dicantumkan.

"Saya bangga sekali ketika disebut begitu. yang saya tidak sadar dan baru tahu kemudian hari itu adalah cara beliau memberitahu si penerima kalau banyak salah salah ketik, itu bukan diketik oleh dirinya, tapi oleh cucunya," kenang Anies tertawa.

Peran A.R. Baswedan yang sering disebut adalah, beliau bersama H. Agus Salim menjalankan misi diplomatik tahun 1947 untuk dapat pengakuan de jure dan de facto dari Mesir di awal kemerdekaan.
.
Surat pengakuan yg ditandatangani PM Mesir itu dibawa dalam perjalanan berbulan-bulan oleh A.R. Baswedan dari Mesir ke Indonesia. Agar lolos melewati pemeriksaan Belanda, surat dilipat dan dimasukkan kaos kaki. Bila tertangkap, selesailah misinya: musnah suratnya, tak jelas nasib pembawanya. Untung lolos. Surat itu dibawa ke Yogjakarta dan diserahkan ke Presiden Soekarno. Sebuah babak baru: sejak itu ada pengakuan de Jure dan de facto atas Kemerdekaan RI.
.
Generasi pendiri republik telah hibahkan segalanya, kini giliran kita bertanggung jawab meneruskan yang sudah mereka perjuangkan.
.
Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih ke semua pihak yang terlibat dalam proses pengusulan dari Yogya di tahun 2011 hingga pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada A.R. Baswedan.

Pergerakan kemerdekaan Indonesia juga tak lepas dari peran AR Baswedan. Anies menjelaskan, kakeknya adalah salah seorang anggota dari BPUPKI yang saat itu bersidang di Gedung Pancasila.

"Jadi jadwal pidato beliau itu ada tiga orang yang berpidato pada tanggal 1 Juni. AR Baswedan, kemudian satu lagi saya lupa namanya, lalu setelah itu Bung Karno. Lalu menjadi Menteri Muda Penerangan tahun 1947, dan salah satu peran yang sering disebut adalah AR Baswedan merupakan salah satu anggota misi diplomatik ke Mesir untuk mendapatkan pengakuan de jure dan de facto dari Mesir waktu itu sebagai negara pertama," ulas Anies.(dbs/wid/RMOL/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Pahlawan Nasional
Kakek Dinobatkan Sebagai Pahlawan, Anies: Beliau Dari Mudanya Wartawan
Panglima TNI Hadiri Penganugerahan Pahlawan Nasional
Ketua DPR Dukung Usulan Pak Harto dan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional
Mantan Kapolri RS Soekanto Tjokrodiatmodjo Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Presiden Serahkan Gelar Pahlawan Nasional Kepada 4 Tokoh Bangsa
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Selama Pemerintahan Jokowi, Pertumbuhan Berkutat Hanya 5 Persen
DPR Harus Diberi Ruang Untuk Kritis
Pemerintah Harus Sadar Pentingnya Independensi DPR
Kubu Jokowi Maruf Menghina Wibawa dan Martabat 9 Hakim MK dan Lakukan Pembangkangan pada Peradilan
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Kabar Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Masuk Tempat Wisata Adalah Hoax
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]