Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Lion Air
Kabasarnas M Syaugi Pantau Langsung Lokasi Jatuhnya JT 610 di Perairan Tanjung Pakis Karawang
2018-11-04 21:26:34

Tampak Kabasarnas Marsda TNI M Syaugi saat di helikopter Basarnas memantau langsung proses evakuasi di lokasi jatuhnya kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610.(Foto: BH /hmb)
JAKARTA, Berita HUKUM - Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Republik Indonesia meninjau langsung lokasi tempat kejadian peristiwa kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air dari atas helikopter Basarnas diatas perairan Tanjung Karawang Jawa Barat pada, Minggu (4/11). Tidak hanya itu Kabasarnas juga meninjau pos Pakis tempat posko para korban pesawat di evakuasi.

Pantauan pewarta BeritaHUKUM.com dilokasi, Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi bersama Direktur Kesiapsiagaan Badan SAR Nasional (Basarnas) Didi Hamzar langsung berkoordinasi kepada tim SAR yang mencari para korban pesawat JT 610 PK-LQP di perairan Tanjung Karawang dan Pakis Jawa Barat dengan terbang menggunakan helikopter milik Basarnas pada, Minggu siang (4/11).

Pencarian yang sudah dilakukan pada hari ke tujuh dan tanpa henti ini menurut kepala Basarnas Marsda M Syaugi dititik beratkan pada pencarian salah satu black box pesawat yakni CVR (Cockpit Voice Recorder) atau perekam percakapan pilot yang belum ditemukan dan para korban, dan akan terus dilakukan pencariannya dengan waktu 24 jam.

"Pencarian ini dititik beratkan kepada pencarian black box pesawat dan para korban," ungkap Syaugi, kepada awak media, Minggu (4/11)..

Sementara, Kabasarnas juga menegaskan bahwa operasi SAR jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP diperpanjang selama 3 hari lagi. "Setelah kami evaluasi dan koordinasi, serta masukan-masukan dari lapangan, operasi SAR kami perpanjang 3 hari," tegas Kabasarnas saat menggelar konferensi pers up date di Posko Terpadu JICT 2 Tanjung Priok, Minggu (4/11) pukul 12.00 WIB.


Kabasarnas berharap, dengan penambahan waktu tersebut serta sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR, baik dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, BPPT, KNKT, KKP, Bea Cukai, Pertamina, dan seluruh Potensi SAR dapat segera menyelesaikan operasi tersebut.

Sementara hasil operasi sampai pada hari ke-7 ini, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 105 kantong jenazah yang sudah diberi label oleh tim DVI. "Jumlah ini saya pastikan akan bertambah karena tim SAR telah menemukan beberapa korban dalam beberapa kantong jenazah baik di kapal maupun di posko aju di Tanjung Pakis Karawang," lanjutnya. Kabasarnas juga menjelaskan, selain korban, tim SAR khususnya para penyelam telah menemukan engine, 1 telah dievakuasi ke Posko Terpadu, satunya dalam kondisi tidak lengkap yang sudah dipastikan koorsinatnya. Untuk roda, 1 lengkap sudah dievakuasi ke Posko Terpadu, sementara 2 roda lainnya dalam kondisi tidak lengkap sudah diketahui posisinya.

Terkait body pesawat, Kabasarnas menjelaskan bahwa tim SAR belum menemukan. "Saya tegaskan, bahwa yang kami temukan dan kami evakuasi adalah bagian skin atau kulit-kulit pesawat cukup banyak di dasar laut. Ini berdasarkan data berupa gambar dan pencitraan dari ROV yang sampai saat telah menyapu area pencarian dengan radius 250 meter persegi," jelas Kabasarnas. Selanjutnya, Kabasarnas juga menerangkan hasil pencarian CVR pesawat yang sebelumnya sempat terdeteksi Ping Locator meskipun sangat lemah.

"Sinyal yang diterima ping locator sudah ditelusuri oleh penyelam-penyelam gabungan yang handal, yang sudah kita bagi poin per poin area penyelaman, namun belum berhasil ditemukan secara fisik. Posisinya sekitar 50 meter arah barat laut dari pusat pencarian. Kondisi dasar laut berlumpur, kalau kita tusuk dengan besi satu meter, belum sampai ke dasarnya," jelasnya.

Kabasarnas juga menjelaskan rencana operasi selanjutnya tetap mengandalkan pencitraan dari ROV. Setelah mendapat gambar yang jelas dan presisi, baru dilaksanakan penyelaman. Selain itu, tim SAR juga melaksanakan penyisiran baik ke arah barat maupun ke arah timur di pesisir Pantai Tanjung Pakis. "Penyapuan juga dilaksanakan dari darat, mengingat kemarin dari kawasan itu ditemukan banyak korban," terangnya.

Kabasarnas juga menyampaikan informasi bahwa besok, Senin (5/11) pagi, akan melaksanakan pertemuan dengan para keluarga korban atas undangan dari Lion Air untuk dialog dan memberikan penjelasan terkait pelaksanaan operasi SAR. Tidak hanya Kabasarnas, tetapi Panglima TNI dan Menteri Perhubungan juga diundang pada keaempatan tersebut.

Sementara operasi pencarian pada hari ke 7 saat ini meliputi prioritas 1 untuk pencarian bawah laut yang terbagi dalam 2 sektor, yakni 1A dan 1B. Pada sektor 1A terdapat Kapal Baruna Jaya yang dilengkapi dengan peralatan Multi Beem Exho Sounder (MBES), Ping Locator, dan Remotly Operated Underwater Vehicle (ROV). Sementara sektor 1B, mengerahkan Kapal Dunamos Pertamina yang dilengkapi dengan peralatan Side Scan Sonar, MBES, Ping Locator, dan Differential Global Positioning System (DGPS). Di 2 sektor ini, pencarian melibatkan 151 penyelam gabungan dari Basarnas, Kopaska, Denjaka, Taifib, Brimob POSSI Semarang, Indonesia Diver Rescue Team, dan lainnya. Spot atau titik-titik penyelaman sudah dibagi secara rinci dan detail oleh Basarnas ke spot atau titik-titik penyelaman. Area atau luasan penyelaman ini mencapai 2,7 kilo meter persegi. Sedangkan Prioritas 2, pencarian dilaksanakan di permukaan dengan melibatkan 40 kapal, masing-masing dari Basarnas, TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, KPLP, KSOP, Bea Cukai, Bakamla, BPPT, KKP, Pertamina ditambah dari Potensi SAR lainnya, termasuk nelayan. Tim SAR juga mengerahkan 5 pesawat helikopter, dari Basarnas dan Polri.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng - Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10) pagi. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat.(dbs/hb//bh/hmb)



Share : |

 
Berita Terkait Lion Air
40 Penyelam Dislambair TNI AL Masih Mencari Korban dan CVR Lion Air JT 610
Doa dan Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 Diwarnai Isak Tangis
Kabasarnas M Syaugi Pantau Langsung Lokasi Jatuhnya JT 610 di Perairan Tanjung Pakis Karawang
KNKT dan Basarnas Identifikasi Roda Pesawat Lion Air JT-610
Penyelam Senior Meninggal Saat Operasi Evakuasi Kecelakaan Pesawat Lion Air JT-610
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Obor Cina dan Jembatan Terpanjang Dunia, Kita Masih Bicara Sontoloyo dan Genderuwo
SBY: Politik Identitas Makin Mengemuka
Kadisdukcapil Kukar Roni Sumarna Didakwa Korupsi Proyek Laptop RT Kukar Rp 676 Juta
Mendikbud Resmikan Peluncuran 10 Seri Buku Berjudul 'Karya Lengkap Bung Hatta''
Terlalu Cepat Definisikan Pahlawan dengan Pengertian Baru
Habib Rizieq Shihab: Pak Jokowi, Tegakkan Keadilan, Jangan Hanya Fokus Pencitraan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mendikbud Resmikan Peluncuran 10 Seri Buku Berjudul 'Karya Lengkap Bung Hatta''
Kombes Hengki: Polisi Menangkap 23 Preman pada 2 Lokasi di Kalideres
Tingginya Tingkat Pengangguran Lulusan SMK Dipertanyakan
Elemen Warga Solo Raya Polisikan Bupati Boyolali Yang Menghina Capres Prabowo 'Asu'
Sudirman Said: Waspadai Genderuwo Ekonomi yang Grogoti Kekayaan Indonesia
Peternak Indonesia Harapkan Pemilu 2019 Berlangsung dalam Situasi dan Kondisi Aman
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]