Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
KSPI
KSPI Serius Akan Lumpuhkan Jalan Tol ?
2018-03-14 08:47:27

JAKARTA, Berita HUKUM - Ancaman untuk melumpuhkan jalan tol itu disampaikan oleh Vice President Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Iswan Abdullah di Bareskrim Polri, Senin (12/3) kemarin.

Hari itu, di Bareskrim, KSPI melaporkan Direksi PT Jasa Marga dan PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) atas tuduhan dugaan pemberangusan serikat pekerja atau union busting.

"Dengan alasan tidak taat terhadap perintah atasan. Ini alasan yang nggak jelas. Sejak 2008, saya menjabat sebagai presiden SK JLJ, baru kali ini di 2017 saya diberikan sanksi. Selama ini, enggak pernah ada persoalan, tak pernah dapat sanksi," kata Mirah.

Kasus ini berasal dari sikap pihak perusahaan yang memberikan Surat Peringatan Kedua kepada Mirah Sumirat. Alasan pihak perusahaan, karena Mirah tidak taat terhadap perintah atasan.

Sebaliknya, Mirah beralasan, dirinya melakukan tugas serikat pekerja. Hal ini sesuai dengan isi Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Lagipula, Mirah Sumirat sudah melakukan hal ini sejak tahun 2008. Mengapa baru pada tahun 2017 ini dipermasalahkan? Karena itulah, ada dugaan, bahwa pemberian surat peringatan ini sebagai lantaran dirinya mengkritisi kebijakan penerapan e-tol.

Mirah sendiri merupakan Presiden Serikat Karyawan Jalantol Lingkarluar Jakarta, yang juga Presiden ASPEK Indonesia. Karena itu, ancaman melumpuhkan jalan tol adalah keniscayaan. Karena ribuan buruh yang dipimpin oleh Mirah adalah pekerja jalan tol.

Iswan menambahkan, jika pintu tol 'dilumpuhkan', maka akan menambah parah macet di pintu-pintu tol. Padahal, selama ini PT JLJ dan Jasa Marga mengklaim penggunaan E-Tol akan mengurangi kemacetan.

"Ternyata sampai sekarang, kemacetan terus berlangsung. Kalau ditambah dengan hal ini. Sudah bisa dipastikan kami akan menutup tol, ketertiban dan keamanan masyarakat umum akan terganggu," tegas Islan.

Ia pun mengingatkan direksi PT JLJ dan Jasa Marga atas tindakannya pada Mirah Sumirat. Iswan juga mengajak adanya dialog atas masalah ini. "Mari kita dialog sebelum ditindaklanjuti aparat kepolisian," katanya.(koranperdjoeangan/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait KSPI
KSPI Serius Akan Lumpuhkan Jalan Tol ?
7 Oktober: Buruh Siap Turun ke Jalan, Serentak di Berbagai Kota
KSPI Bakal Aksi Besar-besar pada 8 Agustus 2017 di 20 Provinsi
Buruh KSPI Siap Demo 3 Hari di KPK, PN Jakpus lalu di Balai Kota DKI Jakarta
KSPI Mengapresiasi Panja Komisi IX, KSPI Tetap Menuntut Pencabutan PP Pengupahan No 78/2015
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Soal Tarif Integrasi Tol JORR Rp 15.000, Ini Penjelasan Kementerian PUPR
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
Rachmawati Soekarnoputri: Jokowi Jauh dari Trisakti, 2019 Harus Ganti Presiden!
TNI Miliki Peran Penting Dalam Sukseskan Program Nasional
Indonesia Kondusif, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP
Anggota DPR RI PDIP Herman Hery Dilaporkan ke Polisi terkait Pengeroyokan
APMI: Rizal Ramli Mampu Bawa Indonesia sebagai Kejayaan Negara Maritim
Polda Metro Segera Terapkan Tes Psikologi dalam Penerbitan SIM
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta
Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]