Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Ekspedisi NKRI
KRI Surabaya-591 Membawa Tim Ekspedisi NKRI 2017 Bersandar di Makassar
2017-11-13 06:38:54

MAKASSAR, Berita HUKUM - KRI Surabaya 591 yang membawa peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 bersandar di pelabuhan Soekarno- Hatta Makassar pada Jum'at (10/11) pukul 07.00 WITT. Ratusan orang peserta Ekspedisi yang berasal dari pusat akan kembali menuju Jakarta dengan menggunakan KRI Surabaya 591 yang di Komandani oleh Letkol Laut (P) Heru Syamsul Hidayat,S.Si,.

Perjalanan Lima hari melintasi lautan dengan menggunakan KRI Surabaya setelah berangkat dari Dermaga lantamal XI/Merauke pada minggu 5 November 2017 lalu. Kepala seksi Logistik Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 Mayor Cku Hery Faisal selaku pimpinan rombongan pergeseran pasukan Ekspedisi NKRI 2017 menyampaikan, selama perjalanan di dalam KRI dilaksanakan berbagai kegiatan untuk tetap menjaga kebugaran tubuh, dengan berbagai kegiatan olahraga serta pembulatan materi guna keperluan laporan selesai Ekspedisi.

Kegiatan selama di KRI dilakukan terkoordinir dan berkelompok diantaranya pertandingan olahraga Volley, badminton, presentasi hasil penelitian serta latihan menari untuk mendukung kegiatan penutupan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan yang rencana akan dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 20 November 2017.

KRI Surabaya 591 menempuh perjalanan selama 5 hari dari Merauke singgah di Pelabuhan Makassar, untuk selanjutnya kembali berlayar menuju ke Jakarta.Peserta ekspedisi nantinya akan mengikuti upacara penutupan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Selatan 2017 yang rencananya akan digelar pada tanggal 20 Nopember 2017 di Jakarta

Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan ini melibatkan 1197 orang peserta dari pusat maupun daerah dari berbagai elemen bangsa, dari TNI, Polri, para Ahli (Peneliti), Mahasiswa (Akademisi), Pemda dan Masyarakat.

Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian selatan adalah yang ketujuh kalinya dilaksanakan. Sebelumnya, ekspedisi dilakukan di Bukit Barisan 2011, Khatulistiwa 2012, Sulawesi 2013, Maluku dan Maluku Utara 2014, Nusa Tenggara dan Bali 2015, dan Papua Barat 2016.

Tujuan dari Ekspedisi NKRI 2017 adalah mendata dan meneliti segala potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, mendorong peningkatan kesejahteraan sosial, menumbuhkan cinta tanah air, meningkatkan pertahanan keamanan nasional. membangkitkan kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan, memberikan teladan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian alam

Tema yang diusung dalam Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 ini adalah "Peduli Masyarakat dan Lestarikan Alam". Penetapan lokasi pelaksanaan Ekspedisi NKRI di Koridor Papua Bagian Selatan mempunyai makna strategis karena menjadi wilayah terdepan di timur Indonesia yang berbatasan langsung dengan 2 negara tetangga, Papua Nugini dan Australia.

Rencananya Minggu, 12 November 2017 setelah menyelesaikan kegiatan administrasi, KRI Surabaya akan melanjutkan kembali perjalanan menuju Jakarta membawa peserta Ekspedisi NKRI untuk melaksanakan kegiatan penutupan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017.(TNI/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Ekspedisi NKRI
KRI Surabaya-591 Membawa Tim Ekspedisi NKRI 2017 Bersandar di Makassar
Tim Ekspedisi NKRI Berikan Pengobatan Gratis Dan Lestarikan Alam Papua Selatan
Bupati dan Masyarakat Sambut Kedatangan Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil -2/Mappi
Kasad Resmi Tutup Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016
Tim Ekspedisi NKRI Sosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dirjen AHU: GRIPS Penting Bagi Notaris untuk Cegah TPPU
Kejari Barito Selatan Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Jembatan MTU - Bengkuang
Badan Publik Wajib Berikan Informasi Kepada Masyarakat
5 Hal yang Kamu Dapatkan Saat Memesan Makanan di Restorasi Kereta Api
UU Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Perlu Direvisi
Polri Raih Penghargaan Predikat WBK dan WBBM 2018
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan
Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB
Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]