Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Editorial    
 
Pilpres 2014
Jokowi diantara Prof.Yusril dan Prof.Mahfud MD
Saturday 29 Jun 2013 02:38:05

Yusril, Jokowi, dan Mahfud MD.(Foto : BeritaHUKUM.com/put/mdb)
DALAM Sepekan ini ada hal yang menarik terkait perkembangan politik menjelang 2014, pertama adanya pernyataan seorang tokoh perlunya memunculkan Capres alternatif pada Pemilu 2014, dari Capres yang telah ada saat ini.

Hal yang menarik pula adalah kunjungan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi ke rumah Prof. Yusril Ihza Mahendra pada, Kamis (27/06). Berikutnya adalah keberadaan Jokowi dan Mahfud MD dalam satu panggung acara Seminar yang digelar Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) di Sleman, Yogyakarta, Jumat (28/06).

Lantas, apa menariknya ketika sosok seorang Jokowi, bermesraan dengan dua tokoh tersebut..??

Sebagaimana diketahui bahwa saat ini, berdasarkan data hasil survei yang dirilis berbagai lembaga survei, ektabilitas seorang Jokowi menempati posisi teratas. Dalam ranah politik, ektabilitas akan sangat menentukan keberhasilan seseorang untuk meraih kemenangan dalam berkompetisi pada Pemilu 2014. Jokowi saat ini laksana magnet, tidak saja bagi rakyat kebanyakan, namun juga bagi kalangan politisi.

Namun sebagaimana berklai-kali diungkapkan oleh mantan walikota Solo ini, bahwa dirinya akan tetap fokus untuk membenahi Jakarta, belum mau maju dalam 2014 mendatang, kalaupun mau maju (nyapres), paling tidak pada 2019 mendatang.

Apapun alasan yang dikemukakan gubernur yang suka blusukan itu sah-sah saja. Tetapi perkembangan politik yang begitu cepat, dari waktu kewaktu, tidak menutup kemungkinan kunjungan Jokowi kerumah Yusril, dan hadirnya Jokowi bersama Mahfud MD pada acara seminar; Memimpin dengan Hati' di Sleman, Yogyakarta bukan suatu kebetulan.

Sosok mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), Yusril Ihza Mahendra sudah tidak diragukan lagi kepakarannya dalam bidang Hukum Tatanegara. Melihat carut-marutya hukum di Indonesia kedepan, dibutuhkan sosok seorang pemimpin dari kalangan politisi yang memiliki kapasitas kepakaran dengan latar belakang hukum. Selain itu, latar belakang sosok seorang Yusril yang berasal dari Partai agama, dan mengklaim sebagai penerus Masyumi, tentu akan ada beberapa kendala seandainya di kolaborasikan dengan partai pengusung Jokowi, yang nasionalis.

Sementara itu dari bisik-bisik peserta diarena seminar yang digagas alumni UII di Sleman, Yogyakarta, kehadiran Jokowi dan Mahfud MD, menjadi tanda tanya besar bagi para peserta seminar, apakah ini langkah awal penjajakan keduanya untuk menyamakan presepsi dalam menghadapi Pilpres 2014.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya dalam ranah politik, tidak ada yang salah, apalagi selama ini publik tentu sudah paham bahwa sosok seorang Mahfud MD, bisa dikatakan sebagai anak emas kesayangan almarhum Taufiq Kiemas (TK), tokoh petinggi di Partai yang mengusung Jokowi. Walau dibilang masih terlalu dini, namun kolaborasi antara Jokowi dan Mahfud MD dalam Pilpres 2014, bisa menjadi alternatif bagi para pemilih dalam bursa pencapresan 2014.

Sekali lagi, Jokowi boleh saja berkelit, namun dalam ranah politik, apapun bisa saja terjadi, termasuk setiap kadernya untuk menerima apapun keputusan dari partainya.(bhc/rat)

Share : |

 
Berita Terkait Pilpres 2014
Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
Kejari Gunung Mas Tangkap Kontraktor Terduga Korupsi Dana Desa
Hakim Kayat Didakwa Jaksa KPK Menerima Suap Rp 99 Juta
Presiden Jokowi Ditantang Keluarkan Perppu Mengoreksi Revisi UU KPK seperti SBY
KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi dan Asistennya sebagai Tersangka
Ridwan Hisjam: Golkar Perlu Reformasi Jilid II
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]