Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Demokrat
Jokowi dan Demokrat Saling Lempar Isyarat Positif
2018-03-11 08:15:13

Rapimnas Partai Demokrat 2018 secara resmi dibuka langsung oleh Presiden Jokowi.(Foto: Istimewa)
BOGOR, Berita HUKUM - Partai Demokrat (PD) membuka diri untuk berjuang dengan Presiden Joko Widodo, asalkan dalam rangka kebersamaan yang tepat dan menyusun visi misi dan platform pemerintahan untuk Indonesia 2019-2024 secara bersama. Ini disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutan pada hari pertama Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat pada, Sabtu (10/3) siang di Sentul, Jawa Barat.

Ibarat gayung bersambut, Presiden Joko Widodo dalam pidatonya mengatakan, "Saya ingin mengajak keluarga besar Partai Demokrat untuk bersama menjalankan agenda pemerintah untuk tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.

Pidato kedua tokoh bangsa ini disimak dan disambut baik oleh sekitar 12.000 kader Partai Demokrat dari seluruh Indonesia yang menghadiri Rapimnas PD Tersebut. Mereka datang dari berbagai tingkatan, mulai dari DPP, DPDI Provinsi, DPC di Kabupaten Kota serta Pengurus Anak Cabang (PAC) di kecamatan-kecamatan. Selama dua hari mereka berkumpul dalam Rapimnas untuk konsolidasi pemenangan Pemilu 2019.

Usai pidato, Presiden Jokowi meresmikan pembukaan Rapimnas PD dengan memukul gong didampingi oleh Ketua Umum PD SBY dan Ketua Komando Satuan Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sesaat sebelum memukul gong mendadak Presiden Jokowi minta AHY berdiri di sebelahnya, disambut riuh tepuk tangan belasan ribu kader.

Ketum SBY dan Presiden Jokowi kemudian menikmati pertunjukan tari dari lima daerah yang menghentak dan penuh semangat, menyimbolkan kesiapan Partai Demokrat untuk merebut kembali kemenangan dalam Pemilu 2019.

Setelah Presiden meninggalkan lokasi Rapimnas, para kader menerima arahan dari Sekjen Hinca Pandjaitan, paparan tentang strategi kemenangan oleh Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta arahan pemenangan dari Ketua Umum PD SBY yang pernah memenangkan dua kali pemilihan Presiden langsung tahun 2004 dan 2009.

Rapimnas PD masih akan berlangsung pada hari Minggu 11 Maret 2018 dengan dua agenda utama yaitu: Rakyat Beraspirasi, Demokrat Beri Solusi serta ditutup pidato Ketua Kogasma Demokrat AHY.

Selain Jokowi, turut hadir sejumlah tamu undangan dalam pembukaan rapimnas diantaranya, Wakil Presiden ke-11 Boediono, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Koordinator Staf Khusus Teten Masduki, para mantan menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).(ImeldaSari/pd/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Partai Demokrat
Kebijakannya Disalahkan Jokowi, SBY Minta Mantan Menteri, Kader dan Konstituen TETAP SABAR
SBY: Insya Allah Ada Pemimpin Baru yang Amanah 2019
Jokowi dan Demokrat Saling Lempar Isyarat Positif
Bertemu Jokowi, AHY: Beliau, Insya Allah Hadiri Rapimnas Demokrat
AHY: Jabatan Penting tapi Bukan Segalanya
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Donald Trump Sebut Pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura Mungkin Batal
Sidang Perdana Dugaan Kasus Wanprestasi Rp 22 Milyar Awang Ferdian Cawagub Kaltim
JPU Tanya Setya Novanto Soal Aliran Dana E-KTP ke Puan dan Pramono
Aktivis UI Mengutuk Polisi atas Kekerasan terhadap Aksi Mahasiswa HMI MPO
PP Muhammadiyah Usulkan BNPT Diganti Komisi
DPR dan Media Sebagai Mitra Pengawal Reformasi untuk Negeri
Untitled Document

  Berita Utama >
   
JPU Tanya Setya Novanto Soal Aliran Dana E-KTP ke Puan dan Pramono
Dua Hal Diprotes Dolfie Rompas pada Sidang Kedua PMH Dewan Pers
Legislator Kecewa Harga Pangan Kembali Naik
Presiden Soeharto Menjadi Presiden Indonesia Dinilai Publik Paling Berhasil
AHY dan Sandi Bertemu, Demokrat Jajaki Peluang ke Koalisi Prabowo
Jatanras Ditreskrimum PMJ Tangkap 7 Tersangka Curas, 2 Pelaku Tewas
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]