Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Fahri Hamzah
Jika Prabowo Menang, Fahri Usul SBY dan Amien Rais Jadi Menteri Senior
2018-12-28 14:03:14

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.(Foto: @Fahrihamzah)
JAKARTA, Berita HUKUM - Dua figur tokoh senior merupakan bagian dari kekuatan utama pasangan Capres dan Cawapres No. Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam mengarung Pilpres 2019 mendatang.

Kedua sosok itu adalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

"Dua figur utama yang mendampingi Prabowo jika menang adalah seorang gurubesar politik UGM, mantan ketua MPR yang mewakili latar sipil dan seorang mantan presiden 2 periode yg berlatar militer tapi intelektual. Dua figur ini kokoh sekali," ujar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Kamis (27/12).

Atas alasan itu, Fahri menyarankan agar Prabowo-Sandi menjadikan keduanya sebagai penasihat pemerintah saat nanti berhasil mengalahkan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Bahkan kalau bisa diadakan jabatan menteri senior seperti Lee Kwan Yew di Singapura," tegasnya.

Secara khusus, Fahri menyebut kehadiran SBY merupakan jaminan penting bagi pemerintahan yang akan datang. Sebab, di depan mata ada krisis besar akibat kesalahan alokasi belanja pemerintahan ini.

"Utang kita terlalu besar sementara ketimoangan dan pendapatan rakyat masih rendah," pungkas Fahri.(ian/rmol/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Fahri Hamzah
Fahri Hamzah: Rawan Jelang Pemilu, Ada Dana Desa, Dana Kelurahan dan Bansos Terbesar Siap Mengalir 'Air Bah'
Jika Prabowo Menang, Fahri Usul SBY dan Amien Rais Jadi Menteri Senior
Terlalu Cepat Definisikan Pahlawan dengan Pengertian Baru
Fahri Hamzah: Kebohongan Penguasa Dianggap Kebenaran, Bohong Adalah 'Jujur' Gaya Baru
Fahri Hamzah Usul Lapangan Tembak Dipindah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
Gerindra Ungkap Paradoks Kebijakan Pangan Rezim Jokowi
Raih Piala Adipura, Benny Tatung Apresiasi Kerja Keras Pemerintah Musi Banyuasin Wujudkan Sustainable City
Pemilu 2019 Tak Boleh Timbulkan Luka
GARBI: Divestasi Freeport, Indonesia Diakali McMoran dan Rio Tinto?
BNPT Adakan Raker dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
GARBI: Divestasi Freeport, Indonesia Diakali McMoran dan Rio Tinto?
BNPT Adakan Raker dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2019
Jelang Debat Perdana Pilpres 2019 Digelar KPU, PMJ Menyiapkan 4 Lapis Penjagaan
Menteri Agama: Pentingnya Jaminan Produk Halal Bagi Konsumen Muslim
Ditresnarkoba PMJ Menangkap 4 Tersangka Kasus Narkotika dengan 2,3 Kg Shabu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]