Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Tahanan Kabur
Jaksa Diduga Teledor, Tersangka Dalam Tahanan Rutan Lepas
2018-11-01 12:57:13

Tampak suasana saat sidang di Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Tersangka Nuralamsyah alias Alam bin Mukran Badrun (42) diduga akibat keteledoran Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Samarinda sehingga tersangka yang berada dalam tahanan Rutan kelas IIA Sempaja Samarinda dalam perkara lain lepas sebelum perkara dengan nomor register 709/Pid.sus/2018/PN.Smr di gelar.

Dari informasi yang dihimpun pewarta BeritaHUKUM.com dilapangan, lepasnya tersangka Nuralamsyah warga Jl. Lambung Mangkurat RT. 16 No. 77 Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir, kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dari tahanan Rutan Sempaja Samarinda terungkap dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim IR. Abdul Rahman Karim, SH yang digelar pada, Selasa (30/10) sekitar pukul 17.00 Wita tanpa di hadiri tersangka.

Ketika ketua Abdul Rahman menanyakan kepada Jaksa Chendy Wulansari (JPU) yang sudah 3 kali sidang digelar tidak dapat menghadirkan tersangka dalam persidangan, "Apakah Jaksa masih bisa menghadirkan tersangka dalam persidangan?, Namun, jawab Jaksa Chendy, "tidak sanggup lagi," akhirnya majelis hakim menetapkan untuk mengembalikan berkas kepada kejaksaan.

Humas Pengadilan Negeri Samarinda Ir. Abdul Rahman Karim, SH selaku Ketua Majelis Hakim dalam perkara terdakwa Nuralamsyah ketika dikonfirmasi Pewarta diruang kerjanya mengatakan bahwa, terdakwa atas nama Nuralamsyah sejak sidang pertama, kedua dan ketiga tidak pernah hadir dan sidang ketiga pada (30/10) majelis hakim menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum, apakah masih sanggup menghadirkan terdakwa, jaksa mengatakan tidak sanggup lagi dalam waktu dekat, sehingga dalam perkara tersebut menurut Perma Mahkama Agung Nomor 1 tidak bisa dilakukan penuntutan, sehingga berkasnya kita kembalikan, dinyatakan NOV (Niet Ontvankelijke Verklaard).

"Jaksa Penuntut Umum tidak sanggup lagi menghadirkan terdakwa dalam waktu dekat, maka perkaranya dinyatakan NOV, dikembalikan ke kejaksaan sampai ada terdakwa baru dilimpahkan kembali," ujar Rahman.

Terkait lepasnya atau bebasnya Nuralamsyah tersangka Tindak Pidana Senjata Api atau Benda Tajam yang oleh Jaksa pelimpahan ke PN Samarinda 24 Juli 2018 No B-4149/Q.4.11/Euh.1/07/2018, dikatakan Rahmat Hidayat Kasubsi Bagian Pelayanan Rutan Sempaja Samarinda bahwa, terdakwa Nuralamsyah ditahan di Rutan Samarinda dalam perkara Kejahatan perjudian Nomor Perkara 705/Pid.B/2018/PN Smr, yang bebas pada tanggal 20 September 2018, terangnya sambil menunjukan surat bebas kepada pewarta, Rabu (31/10).

Namun untuk perkara dengan Nomor : 709/Pid.Sus/2018/PN Smr, yang dilimpahkan ke PN Selasa, 24 Juli 2018 Nomor Surat Pelimpahan B-4149/Q.4.11/Euh.1/07/2018 oleh Penuntut Umum Chendy Wulansari, SH, MH atas nama terdakwa Nuralamsyah Als Alam Bin Mukran Badrun, surat tembusan pelimpahan tidak ditembuskan kepada kami, jadi kami tidak tau terdakwa masih ada sangkutan perkara lain, jelas Rahmat.

"Surat pelimpahannya tidak disampaikan kepada kami pihak rutan sehingga kami tidak tau terdakwa masih ada sangkut dengan perkara lain, jadi yang bersangkutan setelah masa tahanan habis kami langsung bebaskan. apabila ada surat pelimpahan berkasnya ke PN disampaikan kepada kami maka pada saat tgl pembebasannya kami sampaikan kepada pihak kejaksaan," ujar Rahmat.

Kasi Pidum Kejari Samarinda, Zainal, SH dikonfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com di ruang kerjanya pada, Rabu (31/10) dengan singkat mengatakan bahwa, itu masalah biasa berkasnya dikembalikan hakim, nanti terdakwanya sudah ada kita limpahkan lagi, ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum Chendy Wulansari SH. MH ketika di konfirmasi media ini di ruang kerjanya pada, Kamis (1/11) mengaku ini keteledoran dan salah apa mungkin terlalu banyak perkara yang ditangani sehingga timbul masalah seperti ini, jelasnya dan mengatakan bahwa akan meminta bantuan pihak Kepolisian untuk kembali menangkap yang bersangkutan sehingga dapat dilimpahkan kembali ke pengadilan, jelas Chendy.

"Ini sudah teledor, ini salah namun berusaha meminta bantuan dari Kepolisian untuk menangkap kembali terdakwa dan dilimpahkan kembali ke Pengadilan," ujar Chendy.

Jaksa Chendy juga mengaku bahwa terdakwa Nuralamsyah dalam kasus Sajam tidak ditahan, terdakwa ditahan di Rutan dalam kasus perjudian 303 yang bebas 20 September 2018, sedangkan penetapan sidang baru dilakukan hakim pada bulan Oktober 2018 setelah terdakwa bebas. "Kami usahakan secepatnya dan diajukan kembali ke persidangan," pungkas Jaksa Chendy.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Tahanan Kabur
Sekap Petugas Jaga, 9 Tahanan Polsek Samarinda Ilir Kabur, 8 Berhasil Ditangkap
Jaksa Diduga Teledor, Tersangka Dalam Tahanan Rutan Lepas
Salah Satu Tahanan Kabur Polsek Kepulauan Seribu Kembali Diciduk Polisi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih
Kemenkominfo Didesak Ciptakan Platform Penjualan Daring UMKM
Sambut HUT Bhayangkara, Polsek Genuk Adakan Servis Gratis Sepeda Motor
Resmob PMJ Menangkap Pelaku Pencurian Dolar di Brangkas Mantan Teman Kantornya
Selama Pemerintahan Jokowi, Pertumbuhan Berkutat Hanya 5 Persen
DPR Harus Diberi Ruang Untuk Kritis
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Komisi IV Pertanyakan Informasi Impor Minyak Kayu Putih
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]