Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

    
 
Penipuan
JPU Tuntut Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda 4 Tahun Penjara
2019-02-20 13:42:57

Suasana sidang tuntutan terhadap terdakwa Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda Senin (18/2).(Foto:BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Setelah menunggu dua pekan lamanya akhirnya Rentut (Rencana Tuntutan) dari Kejaksaan Agung RI terhadap terdakwa Alphad Syarif, SH sebagai Ketua DPRD Samarinda akhirnya turun dan dabacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwiadianto dari Kejaksaan Negeri Samarinda yang didampingi Jaksa Yudi pada sidang yang digelar, Senin (18/2).

Dalam sidang pembacaan tuntutan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hongkun Otto, SH dan terdakwa Alphad Syarif didampingi pengacaranya. Jaksa dalam tuntutannya mengatakan bahwa, unsur dengan memakai nama palsu, dengan tipu muslihat, atau rangkaian kebohongan yang menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau memberi hutang atau menghapuskan piutang telah memenuhi secara sah dan meyakinkan menurut hukum.

Jaksa Penuntut Umum berpendapat bahwa unsur dari dakwaan primer telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan menurut hukum oleh karena itu dakwaan telah terpenuhi secara sah dan meyakinkan sehingga tidak perlu lagi membuktikan dakwaan primer, terang Jaksa dalam amar dakwaannya.

Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP, atas pertimbangan hal-hal yang memberatkan terhadap terdakwa Alphad Syarif yang sudah pernah dihukum, Jaksa penuntut umum dalam tuntutan mengatakan bahwa terdakwa Alphad Syarif dengan tuntutan selama 4 tahun penjara.

Untuk diketahui bahwa terdakwa Alphad Syarip, SH yang menjabat Ketua DPRD Samarinda sebelumnya di tangkap Bareskrim Mabes Polri di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, saat kepulangannya dari Singapura pada September 2018 lalu.
Ia ditangkap terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 15 milyar yang dilaporkan oleh Adam Malik seorang pengusaha di Samarinda Kalimantan Timur pada tanggal 3 Nopember 2016 yang lalu, dan di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Samarinda 16 Nopember 2018 yang lalu.

Pantauan pewarta BeritaHUKUM.com dalam sidang pembacaan tuntutan yang dibacakan Jaksa Dwiananto Agung dan didampingi Jaksa Yudi Satrio Nugroho dari Kejaksaan Negeri Samarinda, tidak terdengar kata atau kalimat sebagaimana terungkap dalam sidang-sidang awal adanya perdamaian dari kedua belah pihak, baik terdakwa Alphad Syarif dan Haji Adam Malik sebagai pelapor.

Hal yang sama salah seorang Penasihat Hukum terdakwa kepada pewarta mengatakan bahwa, dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum tidak menyebutkan adanya kata atau kalimat perdamaian antara terdakwa dan pelapor sebagaimana terungkap dalam persidangan, terang PH terdakwa.

"Dalam tuntutan Jaksa tidak disebut hal yang meringankan dimana baik terdakwa Alphad Syarif dan pelapor Adam Malik yang terungkap juga dakam persidangan. Kami akan sampaikan dalam pembelaan yang akan disampaikan pada, Senin (25/2) nanti," tegas PH terdakwa.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Penipuan
FBI Memburu 'Ratu Penipu Hollywood' yang Mengirim dan Memperdaya Korban ke Jakarta
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
JPU Tuntut Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda 4 Tahun Penjara
Cyber Crime Ditreskrimsus PMJ Tangkap 4 Pelaku Order Fiktif Gojek
Polisi Menangkap Pasutri Lyana dan George Kasus Penipuan Penukaran Valas
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Kementan dan Polri Tingkatkan Sinergitas Guna Perketat Pengawasan
Sejumlah Fakta Keanehan Terungkap di Sidang Kasus PT Hosion Sejati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]