Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penipuan
Ingin membebaskan Keluarganya, Pengusaha Medan Tertipu Miliaran Rupiah
Tuesday 05 Jun 2012 00:17:13

Ilustrasi
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ingin membebaskan sanak familinya dari kasus narkoba. Seorang pengusaha asal Medan, malah tertipu miliaran rupiah.

Hal itulah yang sedang didalami penyidik jajaran Polda Metro Jaya. Pasalnya ada pelaku penipuan, yang mengaku dekat dengan Kapolda Metro Jaya, Irjen Untung S Rajab, sehingga bisa menanggani kasus yang melibatkan salah seorang anggota keluarga dari korban.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, korban yang diketahui berinisial W, tertipu hingga Rp1,4 miliar. Awalnya, tersangka yang berinisial RH mengaku kepada korban bisa melepaskan adik ipar W yang sedang terlibat kasus narkoba dan ditahan.

Dengan meminta sejumlah uang yang akan dibagi-bagikan ke penyidik Polda, anggota BNN dan jajaran Polres. W pun percaya dan menyerahkan uang pertama sebesar Rp 400 juta hingga Rp 1,4 miliar. Tetapi adik ipar W tak kunjung keluar. Karena merasa tertipu, W pun melapor ke Polda Metro jaya.

“RH sendiri bekerjasama dengan pelaku lain yang mengaku sebagai pejabat BNN dan penyidik di Polda Metro. Tetapi setelah kedoknya terbongkar, RH kemudian menghilang,” ungkap Rikwanto saat ditemui wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (4/5).

Lebih lanjut Rikwanto menjelaskan, saat ini Polisi sudah menangkap dua orang tersangka, yakni S dan AA. “Dan penyidik masih kejar RH,AA,D," tuturnya.

Ditambahkan Rikwanto, D berperan sebagai anggota BNN gadungan, RH adalah orang mengaku kenal dekat dengan Kapolda, S dan A mengaku kenal dengan penyidik Polda. Mereka berkolaborasi untuk mengelabui korban dan mengaku bisa masuk ruang tunggu Kapolda dan akrab dengan orang-orang di sekitarnya. Padahal, ruang tunggu Kapolda itu berlaku untuk umum dan bisa dimasuki siapa saja. (dbs/biz)


 
Berita Terkait Penipuan
 
Dirut PT KCN dan Pengacaranya Dipolisikan oleh PT KBN
 
Presiden RI dan DPR Diminta Campur Tangan Soal Dugaan Penipuan Investasi PT MPIP
 
Koperasi Indosurya Dipolisikan Nasabah Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan
 
Polda Metro Tangkap Pria Penipu yang Pakai Akun Facebook Palsu dengan Profil Wanita
 
Gagal Eksekusi Advokat Senior Melaporkan Hakim PN Jakbar Ke Bawas MA
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Hartono Tanuwidjaja: Mengapresiasi Putusan Majelis Hakim PTUN Sarang Berdasarkan Asas Umum Pemerintahan
Din Syamsuddin Ungkap 3 Syarat Pemakzulan Pemimpin
Polisi Sita 15,6 Gram Ganja dari Tangan Artis Berinisial DS
Kekhawatiran Surabaya Jadi Wuhan Buntut Dari Pusat Yang Mencla-mencle
Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia
Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Sita 15,6 Gram Ganja dari Tangan Artis Berinisial DS
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal
Polri Siap Masifkan Protokol New Normal
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]