Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Islam
Indonesia Butuh Pemimpin Berpaham Islam Moderat
2017-11-12 06:38:36

Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq (tengah) saat menjadi pembicara dalam diskusi Dialektika Demokrasi.(Foto: Runi/jk)
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq berpendapat untuk Pilpres 2019, Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki pemahaman keagamaan islam yang moderat dan transformatif serta mampu menerima keberagaman suku, ras dan agama.

Politisi PKB itu mengungkapkan, seiring maraknya isu-isu terkait sara yang menghiasi setiap pemilihan kepala daerah beberapa waktu lalu di sejumlah daerah di Indonesia. Pemimpin yang tidak memiliki jiwa islam transformatif akan berpotensi menghidupkan kembali isu sara sebagai cara untuk mengalahkan lawan politiknya.

"Banyak yang 'menggoreng' isu sara, sehingga dibutuhkan calon wakil presiden di Pilpres 2019 adalah dari kalangan santri yang memahami islam moderat dan transformatif. Sosok itu ada dalam diri Muhaimin Iskandar," ungkap Maman saat jadi pembicara di Dialektika Demokrasi, Kamis (09/11) di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta.

Legislator dapil Jawa Barat IX ini menegaskan saat ini dibutuhkan tokoh nasional yang bisa menjaga Pancasila dan Kebhinekaan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Karenanya, itu menjadi aspek penting dalam merawat kebhinekaan Indonesia yang sempat tergerus akibat pemilu.

Sebagaimana diketahui, saat ini terdapat sejumlah nama yang menghiasi bursa calon wakil presiden di Pilpres 2019 diantaranya Muhaimin Iskandar dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Dalam kesempatan ini, Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menilai sosok Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bisa dijadikan alternatif untuk mengisi cawapres di 2019. Ia menegaskan terdapat jiwa leadership, islam moderat dan kebhinekaan dalam diri AHY. Sehingga tokoh muda ini perlu didorong.

Lanjut Jansen, berdasarkan survei yang dirilis Oktober paling tinggi AHY sebanyak 14,3 persen. Nomor dua adalah Pak Gatot dengan 10,8 persen. Sedangkan diurutan tiga ada Anies Baswedan dan berikutnya ke bawah.

Meski terus mengalami kenaikan elektabilitas terhadap AHY, Partai Demokrat belum secara resmi menetapkan calon presiden atau calon wakil presiden di Pemilu 2019. "Partai Demokrat sampai saat ini belum menetapkan figur calon presiden dan calon wakil presiden untuk pemilu 2019, tapi ada beberapa nama yang masuk dalam bursa seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Pakde Karwo dan Tuan Guru Bajang," tutup Jansen.(hs/sc/DPR/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Islam
Pemerintah Dinilai Lamban Sikapi Deportasi Ustadz Abdul Somad di Hong Kong
Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Penuh Kasih Sayang
Pernyataan Kapolres Dharmasraya Lukai Umat Islam
Indonesia Butuh Pemimpin Berpaham Islam Moderat
Ketum Muhammadiyah: Islam dan TNI Itu Satu Napas Satu Jiwa
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemerintah Diminta Prioritaskan Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi PNS
Komisi IV Minta Kementerian KLH Buat Skala Prioritas Perubahan Peruntukan DPCLS
Impor Garam Tanpa Rekomendasi KKP Melanggar Undang-Undang
Negara Harus Tegas Tolak Perilaku LGBT
Jual Nama Jaksa, Staf Kejaksaan Dituding Nipu Orang Tua Terdakwa Rp100 Juta
Soliditas TNI-Polri Harus Tetap Dipertahankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ketua DPR Tegaskan Tidak Ada Fraksi DPR Setujui LGBT
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing
Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]