Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Habib Rizieq
Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Serukan Ulama dan Habaib Menangkan Prabowo-Sandi
2018-09-19 13:03:38

Ilustrasi. Habib Rizieq Shihab (Foto: twitter)
JAKARTA, Berita HUKUM - Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Syihab menyerukan kepada para habaib dan ulama yang hadir di Ijtima Ulama II untuk memenangkan bakal capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Habib Rizieq yang sebelumnya menjadi tokoh paling sentral digerakan sosial umat Islam menghadapi kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama/ Ohok tersebut, ia melalui rekaman suara yang diputar lewat pengeras suara dalam acara Ijtimak Ulama II yang diselenggarakan pada, Minggu (16/9) lalu, karena diketahui Habib Rizieq saat ini berada di Arab Saudi dan tidak bisa pulang ke Indonesia karena Ia dikabarkan di Cekal dan dikriminalisasi terkait belasan laporan Polisi yang masih dihadapinya di Indonesia, Habib Rizieq menyerukan "Ayo kita menangkan capres cawapres Prabowo Subianto Sandiaga Salahudin Uno," ujar Habib Rizieq.

Habib Rizieq meminta kepada habaib dan ulama serta umat Islam bersatu serta bekerja keras untuk memenangkan pasangan bakal capres-cawapres rekomendasi Ijtima Ulama II, dalam hal ini Prabowo-Sandiaga yang meneken Pakta Integritas.

"Saya serukan kepada habaib dan ulama dan umat Islam, ayo bersatu dengan bekerja keras, tulus dan ikhlas untuk memenangkan capres cawaprs Ijtima Uama yang sudah menandaatngani Pakta Integritas," katanya.

Habib Rizieq mengatakan, agenda pertama adalah kita dengar bersama secara langsung dari Prabowo Subianto dan seluruh koalisi umat kebangsaan tentang alasan tidak terealisasinya cawapres ulama sebagaimana rekomendasi ijtimak ulama pertama serta alasan kenapa akhirnya Sandiaga Uno yang terpilih sebagai cawapres.

"Hal ini dimaksudkan untuk klarifikasi agar tidak menjadi fitnah yang bisa memecah belah ulama dan umat kebangsaan," sambungnya.

Selain itu, Ijtimak Ulama menyiapkan pakta integritas yang ditandatangani Prabowo. Hal itu menjadi perjanjian yang mengikat antara Prabowo dan umat.

"Agenda kedua, untuk penandatanganan pakta integritas sebagai perjanjian yang kuat dan mengikat serta bermartabat antara capres-cawapres, yaitu Prabowo dan Sandi, dengan ulama dan tokoh umat untuk menjaga maslahat, agama, bangsa, dan negara," ujarnya.

Terakhir, Ijtimak Ulama sebagai titik awal untuk menyusun langkah pemenangan Prabowo-Sandi. Habib Rizieq ingin Indonesia menyelenggarakan proses pemilu yang adil dan damai. Setelah memberikan pernyataan, Habib Rizieq kemudian mengajak seluruh ulama dan habaib bekerja sama memenangkan Prabowo-Sandi. Mereka diminta bekerja secara tulus dan ikhlas.

Prabowo-Sandiaga sebelumnya diminta untuk memandatangani Pakta Integritas dari Itjima Ulama jika ingin mendapat dukungan dari ulama dan umat Islam. Jika tidak, keduanya akan ditinggal Ijtima Ulama dalam Pilpres 2019.

Prabowo pun merasa terharu oleh dukungan tersebut. Dia berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya dan Sandiaga. "Saya atas nama calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengucapkan terima kasih kepada Ijtimak Ulama kedua dari GNPF-Ulama atas kepercayaan kepada kami atas dukungan yang begitu ikhlas diberikan. Ini sungguh suatu yang mengharukan bagi diri saya," ujarnya.(des/panjimas/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Habib Rizieq
Habib Rizieq: Sengaja Membakar Bendera Tauhid, Pelakunya Dihukum Murtad dan Harus Baca Syahadat Lagi
Doa Untuk Bangsa, Ustadz Abdul Somad Berlinang Air Mata Doakan Habib Rizieq dari Monas
Habib Rizieq Perlu Mendapat Perlindungan
Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Serukan Ulama dan Habaib Menangkan Prabowo-Sandi
Habib Rizieq: Para Mujahid Cyber, Ayo Lanjutkan Jihadmu di Medsos
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana
Komisi V Tinjau Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Lebaran
Muhammadiyah Kecam Aksi Unjuk Rasa 21-22 Mei yang Berujung Rusuh
Ciptakan Generasi Berkarakter Islam MIN 1 Gelar Pesantren Kilat
Dana BOS Triwulan ke II 2019 Sudah Cair untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]