Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Rapat Paripurna DPR
Hujan Interupsi Warnai Rapat Paripurna DPR
Friday 30 Mar 2012 16:01:08

Ruang apat paripurna DPR yang kosong, setelah Ketua DPR Marzuki Alie menskors rapat untuk memberikan kesempatan fraksi-faksi melakukan lobi (Foto: Beritahukum.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Rapat paripurna DPR dalam menetapkan perubahan UU Nomor 22/2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012, berlangsung cukup alot. Hal ini terlihat dari hujan interupsi, saat sidang baru dibuka oleh Ketua DPR Marzuki Alie.

Di awal sidang, Marzuki sempat menyampaikan pujiannya terhadap anggota Dewan. Sebab, dari 560 anggota DPR, ternyata 531 anggota telah hadir. “Suatu kebanggaan karena yang hadir 531 anggota dari 560 anggota DPR. Ini sungguh jumlah yang fantastis," ujar dia. an.

Namun, saat akan memulai sidang paripurna untuk mengambil keputusan apakah DPR menyetujui perubahan pasal 7 ayat (6) UU Nomor 22/2011 tentang APBN 2012 yang berisi kenaikan harga BBM bersubsidi, sejumlah anggota Dewan langsung menyampaikan interupsi. Marzuki pun terlihat kewalahan atas sikap anggotanya yang saling bersahutan menyampaikan argumentasi.

Interupsi ini, bermla dari Ketua Fraksi PAN DPR Catur Sapto Edi yang mengusulkan, agar anggaran subsidi diubah dari angka 5 persen menjadi 15 persen. "Jadi mengenai hal harga minyak mentah dana subsidi adalah lebih dari 15 persen," ujarnya.

Lalu, interupsi dating pula dari Fraksi PKB. Fraksi ini malah menolak secara tegas kenaikan harga BBM. "Kami meminta untuk pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM, karena sebagai langkah menyejaterahkan rakyat," ujar seorang wakil dari FPKB DPR.

Sedangkan Fraksi Partai Gerindra mengusulkan kepad pemerintah untuk menambah subsidi BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Fraksi ini pun secara tegas menolak perubahan terhadap pasal 7 dan menolak ditambahnya pasal 6 ayat a yang dinilai tidak sesuai dengan UUD 45.

Suasana rapat paripurna pun langsung berubah panas. Hampir setiap anggota fraksi DPR saling berebut menyampaikan sikapnya dengan membawa nama fraksi masing-masing. Kondisi ini makin parah, karena Ketua DPR Marzuki Alie tak bisa lagi mengendalikan para anggota Dewan tersebut. Akhirnya, ia pun memutuskan menuda sidang untuk memberikan kesempatan pimpinan fraksi melakukan lobi-lobi.

Namun, keriuhan di dalam rapat paripurna, jauh berbeda dengan di luar gedung DPR. Ribuan pendemo justru bersikap tertib, meski terus menyampaikan orasinya berisi penolakan terhadap kenaikan harga BBM. Sedangkan aparat kepolisian, hanya duduk meneduh di samping taman yang rimbun sambil memantau aksi pendemo.(bhc/biz)


 
Berita Terkait Rapat Paripurna DPR
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Jaksa Tuntut Hukuman Mati Kepada 4 Terdakwa Jaringan 41 Kg Sabu
BNN Bersama Ormas, Aktivis Anti Narkoba Bagikan Paket Sembako: Aksi Peduli Kemanusiaan Wabah Covid-19
Nasir Djamil Minta Manajemen Apartemen Sudirman Mansion Jangan Sewenang-Wenang kepada 6 Pekerjanya
RI Negara Pertama Asia Jual Surat Utang Global Rp 69 T dan Terbesar dalam Sejarah Indonesia
WALHI Layangkan Surat Terbuka Agar DPR RI Mencabut Omnibus Law CILAKA
Ojek Online Minta Jam Operasional dan Lokasi Gerai Toko Tani Kementan Ditambah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Status PSBB Covid-19 DKI Jakarta Mulai Diberlakukan 10 April 2020
Polri Siap Tangani Kejahatan Potensial Selama PSBB
KPK Tegaskan Tolak Pembebasan Koruptor Karena COVID-19
Muhammad Syarifuddin Resmi Jabat Ketua Mahkamah Agung yang ke 14
Surat Terbuka Sohibul Iman Presiden PKS Kepada Presiden RI Joko Widodo
Ditengah Pandemi Covid-19 Peredaran Narkotika 'Gorila' Makin Merajalela, 12 Tersangka Dibekuk Polisi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]