Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Tambang
Hindari Korban Lagi, Warga Dihimbau Janganlah Masuk ke Areal Tambang
2016-05-23 06:40:47

Kuasa Manajemen PT. Insani Bara Perkasa, Jepry.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Kubangan bekas galian tambang Batu bara yang marak di Kalimantan Timur (Kaltim) halnya di kota tepian Samarinda yang di tinggalkan oleh para perusahaan tambang tersebut dituding sebagai biang keladi dari tewasnya beberapa bocah usia sekolah dasar pada dua tiga tahun terakhir, yang dituding tidak mendapat respon dari perusahaan batu bara.

Kuasa manajemen PT Insani Bara Perkasa, Jepri di ruang kerjanya pekan lalu menanggapi atas tudingan LSM terkait tidak adanya perhatian perusahaan tambang tersebut atas tewasnya Muhammad Arham, bocah 5 tahun yang meninggal dunia akibat jatuh di kubangan bekas kalian di kawasan arel PT Insani Palaran pada, Sabtu (9/4) lalu dan menghembuskan napas terakhirnya pada, Jumat (6/5), meski telah mendapat perawatan di RS Abdoel Moeis, Samarinda Seberang.

Kepada pewarta BeritaHUKUM.com, Jepri mengakui bahwa, tidak mendapat laporan apapun tentang korban yang tenggelam di galian bekas tambang perusahaan PT Insani Bara Perkasa. Terkait Korban tewas Arham yang jatuh dan dinyatakan meninggal, pihaknya baru tahu pada, Selasa tanggal (3/5), saat itu pihaknya langsung ke RS Abdoel Moeis untuk membesuk dan melihat kondisi korban dengan memberikan fasilitas biasa Rumah Sakit, walau pada hal yang sebelumnya tidak pernah disampaikan.

"Mereka itu masuk katanya cari kayu dan mancing dengan membawa anak kecil, anak mereka kecemplung disana, kita tidak pernah di kasih tahu. Kejadian satu bulan lalu tapi kita tidak dikasih tahu. Namun, saat kami tahu langsung ke RS untuk memberikan bantuan," ujar Jepry.

Demikian juga saat korbannya meninggal, kita baru tahu pada, Sabtu (7/5), perusahaan juga memberikan tunjangan - tunjangan, hingga hari ketujuh, jelas Jepry.

Selaku manajemen PT Insani, Jepry mengatakan dengan orang kampung yang selalu saja masuk ke areal yang lokasinya dekat galian dengan alasan cari kayu dan mancing, padahal disana kita sudah pagar dan ada tanda larangan, terang Jepry.

"Kita menghimbau agar janganlah masuk ke areal tambang, ada tanda larangan jadi tolong jangan masuk disana mancing dan bawa anak - anak," jelas Jepry.

Disamping itu, harapan juga kepada LSM agar bisa menyampaikan kepada perusahaannya apabila ada hal - hal kejadian tersebut, agar perusahaannya dapat mengetahui secepatnya, jangan sampai kejadiannya sudah berbulan baru diketahui belakangan, pungkas Jepry.(bh/gaj)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Tambang
Industri Tambang Harus Apresiasi Lingkungan
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Penambangan Batu Bara Di Kalsel Masih Menyisakan Persoalan
Indonesia Darurat Merkuri
Bahaya Merkuri Sama dengan Bahaya Narkoba
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pengamat: UU MD3 Larangan Kritik, Negara Berpotensi 'Hancur Lebur'
TNI Gadungan Ditangkap karena Tipu Gadis Jutaan Rupiah
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Forum Jurnalis Muslim Bakal Latih Relawan MRI se-Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Dilaporkan ke Polda Metro atas Penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang
Pencarian dan Evakuasi Korban Longsor Brebes Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018
Fahri Hamzah: Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR
DPR Minta Freeport Penuhi Kewajiban Divestasi dan Patuhi Kesepakatan
Pemerintah Hentikan Sementara Seluruh Pekerjaan Konstruksi Layang
Tommy Soeharto Kritik Pemerintahan Jokowi Soal Utang Membengkak
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]