Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Samarinda
Halal Bihalal Rumah Flobamora di Samarinda Pererat Antar Umat Beragama
2019-07-10 04:43:08

Suasana Halal Bihalal Rumah Flobamora Kaltim di Gedung Taman Budaya Jl Kemakmuran Samarinda.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi yang terbentuk atas gugusan pulau yang tersebar dari Flores hingga Rote dan Alor yang mayoritas non muslim, yang oleh pemerintah Indonesia memberikan predikat sebagai provinsi yang toleransi antar umat beragama terbaik di tanah air, dengan melalui suatu wadah paguyuban yang bernama "Rumah Flobamora Kalimantan Timur" menggelar acara Halal Bihalal untuk mempererat silaturahmi antar umat beragama warga Kaltim asal NTT yang berdomisili di Samarinda dan sekitarnya.

Halal Bihalal yang dihadiri ratusan warga Kaltim dari NTT yang digagas oleh organisasi kemasyarakatan Rumah Flobamora Kaltim tersebut bertempat di Gedung Taman Budaya Kaltim di Jalan Kemakmuran, pada Minggu 7 Juli 2019 malam dengan thema, "Wujudkan Kerukunan dalam Keragaman", tak lain untuk mempererat kerukunan antar umat beragama.

Tampak para tamu undangan yang hadir dengan mengenakan berbusana etnik NTT, dari Adonara Flores Timur dengan ciri khas memakai senai yang dililikan dileher bagi laki-laki dan wanita memakai kewatak, juga dari Ende dan Maumere serta manggarai dan pulau lainnya di NTT memakai pakian adat masing masing.

Hadir dalam acara Halal Bihalal juga dari organisasi/paguyuban dari dari AMA (Anak Mudah Adonara), KBSL (Keluarga Besar Salam Lamagala), Mahasiswa NTT, juga paguyuban lainnya.

Sementara, turut hadir pejabat pemerintah kota Tejo Suhartanto Asisten I Setkot yang mewakili wali kota yang berhalangan hadir, DR. Ridwan Rasa dari Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda yang memvawahkan hikma halal bihalal.

Acara diawali dengan tarian perang khas Adonara (tarian Hedung) untuk menjembut pejabat yang mewakili walikota dengan mengalungkan selendang serta pada undangan lainnya.

Nyanyian Flobamora yang dilakukan oleh semua hadirin, juga tarian Gawe Auu yang dimainkan oleh AMA Samarinda juga Dolo Dolo Arab oleh keluarga KBSL yang membuat semaraknya acara dengan penuh kegembiraan antara umat islam dan kristiani yang berasal dari NTT di Samarinda.

Dalam sambutan Yustinus Alvonsus Salasa selaku Ketua Dewan Pembina Rumah Flobamora Kaltim mengatakan bahwa, kehadiran sebuah organisasi seperti Rumah Flobamora bukan persaingan, tetapi energi untuk menambah kekuatan yang sudah ada, terang Yustinus.

Hal yang sama dikatakan Gabriel Tukan, SH. M.Hum sebagai Sekretaris Umum Rumah Flobamora Kaltim bahwa kehadiran Rumah Flobamora sesunggunya tidak akan menghilangkan dan mengambil alih, membunuh kelembagaan yang sudah ada, namun akan memperkuat; ujar Gabriel.

Sedangkan , Ketua Umum Rumah Flobamora Yakobus Baribe dalam sambutannya mengatakan, Halal Bihalal adalah bagian penting dari silahturahmi seluruh keluarga besar masyarakat Kaltim dari NTT agar silahturahmi tidak putus.

“Silahturami kita tak akan putus, Halal Bilhalal ini adalah acara kita semua, Halal Bihalal sebagau ajang silaturami warga dari NTT yang menetap di Kaltim, ini juga menjadi manivestasi dan dari penghargaan NTT sebagai provinsi dengan rasa toleransi yang tinggi,” ujar Yakobus dalam sambutannya, Minggu (7/7).

Yakobus juga berharap semua warga Kaltim yang berasal dari NTT perlu menunjukan sikap itu dalam kesehariannya dimana bumi dipijak disitu langit di junjung, "Jadilah seperti akar yang tidak terlihat, terbenam dalam tanah tapi tulus menguatkan batang, menghidupi daun, bungah dan buah," tegasnya.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Samarinda
22 Oktober Wagub Josef Nae Soi akan Tatap Muka dengan Warga Asal NTT di Samarinda
Korupsi Berkomplot Anggota DPRD Kaltim, KPADK Minta Jaksa Agung Periksa Kembali 6 Tersangka
Anggota DPRD Sutomo Jabir Siap Memperjuangkan Kutai Timur, Berau dan Bontang Kembangkan Potensi Pariwisata
Ismunandar Melantik Pengurus PABBSI Kota Samarinda
Halal Bihalal Rumah Flobamora di Samarinda Pererat Antar Umat Beragama
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemerintah Diminta Lebih Peka Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pasca Perpres 125/2016
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Ketua MPR: Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan
Komite I DPD RI Desak Pemerintah untuk Percepat Pembentukan DOB
Terkait UU KPK, BEM Uhamka Usul Adakan Diskusi di Lingkungan Kampus
Perlu Sinergi Antara Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Kemajuan UMKM
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Ninoy Kena Pukulan Amuk Massa, Ketum PA 212 Minta Ustadz Bernard dan Aktivis Al Falah Dibebaskan
Soal Jatah Kursi Menteri, Pemuda Muhammadiyah Dorong dari Profesional
Jokowi Tetap Dilantik
Warga Maluku Tersinggung Wiranto Sebut Pengungsi di Maluku Jadi Beban Pemerintah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]